alexametrics
25.4 C
Manado
Kamis, 26 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Jelang Demo Besar, Anak Buah Habib Rizieq: Alumni 212 Merasa Terpanggil Lawan Rezim Zalim

MANADOPOST.ID-Rencana aksi besar-besaran yang akan digelar BEM Se Indonesia pada 11 April 2022 membuat Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) merasa terpanggil untuk ikut turun ke Jalan.

 

Pasalnya melihat tuntutan yang akan disampaikan BEM dari berbagai kampus di Indonesia itu hampir sama yakni membela jeritan rakyat.

 

“Saya pribadi mendukung aksi BEM Se Indonesia karna memang rezim ini sudah sangat zalim dan gagal sehingga rakyat semakin menjerit,” kata Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PA 212 Novel Bamukmin saat dihubungi pojoksatu.id, Sabtu (9/4/2022).

 

Kendati demikian, kata Novel, ia belum membebekan secara detail, apakah Alumni 212 nantinya akan ikut turun ke jalan pada 11 April itu.

 

Namun ia pastikan pihaknya tetap akan membarikan dukungaan moril agar aksi 11 April terselenggarakan.

 

“Walau sampai saat ini kami secara resmi belum berkordinasi dari pihak manapun terkait aksi BEK Se Idonesia,” ujarnya.

 

“Apa yang disuarakan BEM juga sama dengan kami sedari itu kami mendukung aksi besar- besaran BEM,” tegasnya.

 

Sebelumnya, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) akan tetap menggelar unjuk rasa di Istana Negara pada 11 April.

 

Unjuk rasa di Istana Negara diklaim bakal diikuti 1.000 mahasiswa dari Aliansi BEM SI.

 

Kemudian, Aliansi Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Indonesia, Aliansi Mahasiswa Jurusan dan Aliansi Mahasiswa Fakultas.

 

BEM SI akan membawa total 18 tuntutan pada aksi nanti salah satunya menolak perpanjangan masa jabatan presiden atau penundaan pemilu.

 

Tuntutan lain adalah stabilitas harga kebutuhan pokok dan jaminan kesediaan barang-barang pokok bagi masyarakat.

 

Kemudian tuntutan agar pemerintah membatalkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

 

“Kita akan tetap gelar aksi pada tanggal 11 April 2022,” ujar Koordinator Pusat BEM SI, Kaharuddin HSN DM saat dihubungi, Kamis (7/4).

 

BEM SI mengaku belum puas meski Presiden Jokowi telah memerintahkan para menteri berhenti bicara perpanjangan masa jabatan dan penundaan pemilu.

 

“Kami butuh bukti bukan sekedar lisan,” tegas Kaharuddin.(fajar)

MANADOPOST.ID-Rencana aksi besar-besaran yang akan digelar BEM Se Indonesia pada 11 April 2022 membuat Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) merasa terpanggil untuk ikut turun ke Jalan.

 

Pasalnya melihat tuntutan yang akan disampaikan BEM dari berbagai kampus di Indonesia itu hampir sama yakni membela jeritan rakyat.

 

“Saya pribadi mendukung aksi BEM Se Indonesia karna memang rezim ini sudah sangat zalim dan gagal sehingga rakyat semakin menjerit,” kata Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PA 212 Novel Bamukmin saat dihubungi pojoksatu.id, Sabtu (9/4/2022).

 

Kendati demikian, kata Novel, ia belum membebekan secara detail, apakah Alumni 212 nantinya akan ikut turun ke jalan pada 11 April itu.

 

Namun ia pastikan pihaknya tetap akan membarikan dukungaan moril agar aksi 11 April terselenggarakan.

 

“Walau sampai saat ini kami secara resmi belum berkordinasi dari pihak manapun terkait aksi BEK Se Idonesia,” ujarnya.

 

“Apa yang disuarakan BEM juga sama dengan kami sedari itu kami mendukung aksi besar- besaran BEM,” tegasnya.

 

Sebelumnya, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) akan tetap menggelar unjuk rasa di Istana Negara pada 11 April.

 

Unjuk rasa di Istana Negara diklaim bakal diikuti 1.000 mahasiswa dari Aliansi BEM SI.

 

Kemudian, Aliansi Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Indonesia, Aliansi Mahasiswa Jurusan dan Aliansi Mahasiswa Fakultas.

 

BEM SI akan membawa total 18 tuntutan pada aksi nanti salah satunya menolak perpanjangan masa jabatan presiden atau penundaan pemilu.

 

Tuntutan lain adalah stabilitas harga kebutuhan pokok dan jaminan kesediaan barang-barang pokok bagi masyarakat.

 

Kemudian tuntutan agar pemerintah membatalkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

 

“Kita akan tetap gelar aksi pada tanggal 11 April 2022,” ujar Koordinator Pusat BEM SI, Kaharuddin HSN DM saat dihubungi, Kamis (7/4).

 

BEM SI mengaku belum puas meski Presiden Jokowi telah memerintahkan para menteri berhenti bicara perpanjangan masa jabatan dan penundaan pemilu.

 

“Kami butuh bukti bukan sekedar lisan,” tegas Kaharuddin.(fajar)

Most Read

Artikel Terbaru

/