32.4 C
Manado
Selasa, 9 Agustus 2022

Puan Maharani Disebut Teh Botol Sosro di Pilpres 2024, Ini Alasannya

MANADOPOST.ID – Sebagai satu-satunya partai yang bisa mengusung paslon sendiri di Pilpres 2024, PDIP masih belum memutuskan atau bahkan memulai proses penggodokan capres atau cawapres 2024.

Namun nama Puan Maharani dan Ganjar Pranowo sangat sering dikait-kaitkan sebagai kandidat yang berpotensi untuk diajukan PDIP terlepas dari polemik internal mereka yang sempat muncul.

Di media sosial saat ini tengah beredar rekaman percakapan Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP PDIP Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul terkait kans Puan di Pilpres 2024.

Dalam rekaman suara itu, ada ucapan Bambang Pacul yang menarik. Ia mengibaratkan Puan seperti teh botol Sosro di ajang pilpres.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Teh Botol Sosro, apa pun makanannya Puan Maharani wakilnya. Siapa pun calon presidennya wakilnya PM (Puan Maharani). Kita punya partai sendiri kok. Punya golden ticket, mencalonkan sendiri saja bisa, kita minta wakil masa tidak bisa,” kata Pacul, Selasa (8/6).

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto ketika berada di Yogyakarta membenarkan rekaman tersebut suara Bambang Pacul. Namun, kata Hasto, rekaman tersebut seharusnya off record.

“Oh itu Pak Bambang Pacul sedang berada di Jawa Tengah. Di kantor partai dan kemudian berbicara dengan wartawan yang seharusnya off the record. Tapi, ternyata malah ada yang membocorkan,” kata Hasto di Gedung DPD PDIP DIY.

Namun, Hasto mengatakan PDIP menyerahkan seluruh keputusan terkait pencapresan kepada Megawati.

“Harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. Partai melakukan konsolidasi ketika Ibu Megawati Soekarniputri dengan menggunakan hak prerogatif beliau, mengambil keputusan, seluruh jajaran partai langsung bergerak termasuk untuk relawan,” kata Hasto.

Berikut transkrip lengkap perbincangan Pacul yang viral itu:

Teh Botol Sosro, apapun makanannya Puan Maharani wakilnya, siapapun calon presidennya wakilnya PM (Puan Maharani). Kita punya partai sendiri kok. Punya golden tiket, mencalonkan sendiri saja bisa, kita minta wakil masa tidak bisa. Pemilihan presiden itu apa, kalau kita hanya menurunkan pada level wapres, Gerindra dijadikan presiden dari PDIP senang tidak? seneng to pak. Happy happy to pak. Teorinya siapa? Seperti itu mau dikasih orang lain, dia (Ganjar) itu siapa?
Sampean punya perusahaan, CEO mu top, emang kamu dapat warisan dari CEO mu. Gak akan to mas, warisan ya ke anaknya. Mbahnya sangkil apa.
Ya kalau belum ada yang lain, ya dia (Ganjar) sendiri yang mau meluncur ke atas. Yang lain belum ada cerita. Puan Maharani mau cerita apa wong cerita tidak boleh. Ya tetep saja surveinya rendah.
Jadi rumusnya Puan Maharani teh botol sosro. Apa pun makanannya minumnya teh botol sosro. Ya to? Siapa pun calon presidennya wakilnya PM. Masuk akal tidak? Ya pasti masuk to pak. Apakah presidennya Ganjar wakilnya Puan? Yang bener.
Dalam soal capres, DPD PDI Perjuangan tidak sejalan dengan kemauannya Ganjar. DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah tidak sejalan dengan kemauannya Ganjar. Dalam hal pencalonan presiden.
Apa yang dilakukan DPD PDIP? Menunggu titah ketua umum. Kita sudah mempersiapkan. Kenapa? Saya akan ajak bicara ketua umum, saya jelaskan.
“Ora cul, iki aku intine Ganjar yang akan saya kasih rekomendasi”. Mohon ijin bu saya mengundurkan diri.
Berani cul, berani, kenapa takut? Nanti kalau Ganjar dikasih rekomendasi. Kemungkinan itu ada tidak? Ya ada, tapi nol koma nol nol persen.
Masih ada mbak Puan tidak bisa to pak. Teorinya siapa. Lha dulu Pak Jokowi bisa. Lha dulu Mbak Puan masih indil-indil. Sekarang ya tidak bisa.
(Mbak Puan) semua lorong kekuasaan istana pernah. Semua lorong di senayan pernah. Kurang apa? Kekuasaan di Republik itu hanya di dua titik. Di senayan dan istana. Mbak Puan pernah bergerak di dua lorong itu. Pengalaman sudah punya. Elit-elit sudah kenal semua, lebih gampang untuk berembuk.
Nanti kalau saya menegur (Ganjar), dia balas. Memang kamu siapa cul, negur aku. Yang bisa negur aku Bu Mega tok. Kan begitu mulutnya dia. DPD dan Ganjar beda pendapat, biar yang nilai ketua umum.
Ya kalau saya diberi kewenangan ya saya ajak tarung tidak perduli saya. Ini tak kasih kalian semua. Kalau rekom jatuh ke Ganjar, Bambang Pacul mengundurkan diri dari jabatannya!

(kumparan/ctr-01)

MANADOPOST.ID – Sebagai satu-satunya partai yang bisa mengusung paslon sendiri di Pilpres 2024, PDIP masih belum memutuskan atau bahkan memulai proses penggodokan capres atau cawapres 2024.

Namun nama Puan Maharani dan Ganjar Pranowo sangat sering dikait-kaitkan sebagai kandidat yang berpotensi untuk diajukan PDIP terlepas dari polemik internal mereka yang sempat muncul.

Di media sosial saat ini tengah beredar rekaman percakapan Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP PDIP Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul terkait kans Puan di Pilpres 2024.

Dalam rekaman suara itu, ada ucapan Bambang Pacul yang menarik. Ia mengibaratkan Puan seperti teh botol Sosro di ajang pilpres.

“Teh Botol Sosro, apa pun makanannya Puan Maharani wakilnya. Siapa pun calon presidennya wakilnya PM (Puan Maharani). Kita punya partai sendiri kok. Punya golden ticket, mencalonkan sendiri saja bisa, kita minta wakil masa tidak bisa,” kata Pacul, Selasa (8/6).

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto ketika berada di Yogyakarta membenarkan rekaman tersebut suara Bambang Pacul. Namun, kata Hasto, rekaman tersebut seharusnya off record.

“Oh itu Pak Bambang Pacul sedang berada di Jawa Tengah. Di kantor partai dan kemudian berbicara dengan wartawan yang seharusnya off the record. Tapi, ternyata malah ada yang membocorkan,” kata Hasto di Gedung DPD PDIP DIY.

Namun, Hasto mengatakan PDIP menyerahkan seluruh keputusan terkait pencapresan kepada Megawati.

“Harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. Partai melakukan konsolidasi ketika Ibu Megawati Soekarniputri dengan menggunakan hak prerogatif beliau, mengambil keputusan, seluruh jajaran partai langsung bergerak termasuk untuk relawan,” kata Hasto.

Berikut transkrip lengkap perbincangan Pacul yang viral itu:

Teh Botol Sosro, apapun makanannya Puan Maharani wakilnya, siapapun calon presidennya wakilnya PM (Puan Maharani). Kita punya partai sendiri kok. Punya golden tiket, mencalonkan sendiri saja bisa, kita minta wakil masa tidak bisa. Pemilihan presiden itu apa, kalau kita hanya menurunkan pada level wapres, Gerindra dijadikan presiden dari PDIP senang tidak? seneng to pak. Happy happy to pak. Teorinya siapa? Seperti itu mau dikasih orang lain, dia (Ganjar) itu siapa?
Sampean punya perusahaan, CEO mu top, emang kamu dapat warisan dari CEO mu. Gak akan to mas, warisan ya ke anaknya. Mbahnya sangkil apa.
Ya kalau belum ada yang lain, ya dia (Ganjar) sendiri yang mau meluncur ke atas. Yang lain belum ada cerita. Puan Maharani mau cerita apa wong cerita tidak boleh. Ya tetep saja surveinya rendah.
Jadi rumusnya Puan Maharani teh botol sosro. Apa pun makanannya minumnya teh botol sosro. Ya to? Siapa pun calon presidennya wakilnya PM. Masuk akal tidak? Ya pasti masuk to pak. Apakah presidennya Ganjar wakilnya Puan? Yang bener.
Dalam soal capres, DPD PDI Perjuangan tidak sejalan dengan kemauannya Ganjar. DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah tidak sejalan dengan kemauannya Ganjar. Dalam hal pencalonan presiden.
Apa yang dilakukan DPD PDIP? Menunggu titah ketua umum. Kita sudah mempersiapkan. Kenapa? Saya akan ajak bicara ketua umum, saya jelaskan.
“Ora cul, iki aku intine Ganjar yang akan saya kasih rekomendasi”. Mohon ijin bu saya mengundurkan diri.
Berani cul, berani, kenapa takut? Nanti kalau Ganjar dikasih rekomendasi. Kemungkinan itu ada tidak? Ya ada, tapi nol koma nol nol persen.
Masih ada mbak Puan tidak bisa to pak. Teorinya siapa. Lha dulu Pak Jokowi bisa. Lha dulu Mbak Puan masih indil-indil. Sekarang ya tidak bisa.
(Mbak Puan) semua lorong kekuasaan istana pernah. Semua lorong di senayan pernah. Kurang apa? Kekuasaan di Republik itu hanya di dua titik. Di senayan dan istana. Mbak Puan pernah bergerak di dua lorong itu. Pengalaman sudah punya. Elit-elit sudah kenal semua, lebih gampang untuk berembuk.
Nanti kalau saya menegur (Ganjar), dia balas. Memang kamu siapa cul, negur aku. Yang bisa negur aku Bu Mega tok. Kan begitu mulutnya dia. DPD dan Ganjar beda pendapat, biar yang nilai ketua umum.
Ya kalau saya diberi kewenangan ya saya ajak tarung tidak perduli saya. Ini tak kasih kalian semua. Kalau rekom jatuh ke Ganjar, Bambang Pacul mengundurkan diri dari jabatannya!

(kumparan/ctr-01)

Most Read

Artikel Terbaru

/