24.4 C
Manado
Senin, 8 Agustus 2022

Cek Rekeningmu, Bantuan Subsidi Upah Termin II Cair

MANADOPOST.ID—Pencairan bantuan subsidi upah (BSU) termin II yang ditunggu-tunggu akhirnya cair. Sama seperti termin I, penyaluran bakal dilakukan secara bertahap.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah memastikan pembayaran termin II BSU mulai dicairkan kemarin (9/11). Jumlah dana yang diberikan kepada pekerja/buruh penerima tetap sama, sebesar Rp1,2 juta (Rp 600 ribu per bulan).

Sebagai informasi, termin II merupakan penyaluran BSU untuk periode bulan November-Desember bagi para penerima BSU termin I. “Kita pastikan termin II BSU sudah cair hari ini,” ungkapnya, kemarin (9/11).

Ida mengatakan, mekanisme pencairan tetap mengikuti Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 14 Tahun 2020 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah Berupa Subsidi Gaji/Upah bagi Pekerja/Buruh dalam Penanganan Dampak Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Selain itu, penyalurannya juga dibagi per tahap (batch).

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Untuk tahap I, tercatat 2.180.382 orang sudah diproses ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). Selanjutnya, akan ditransfer ke Bank Penyalur dan dicairkan ke masing-masing rekening penerima. “Penyaluran ini baik ke rekening Himbara maupun non-Himbara, sama dengan mekanisme termin pertama,” paparnya.

Dia menyatakan, akan terus berupaya mempercepat proses penyaluran BSU bagi para pekerja/buruh di termin II ini. Ditargetkan, dalam minggu ini, dapat diproses penyaluran untuk 2 tahap (batch). Sehingga dapat segera diterima oleh para pekerja/buruh. “Jadi dapat segera digunakan untuk membantu daya beli dan konsumsi masyarakat,” jelas politisi PKB tersebut.

Lebih lanjut, Ida menjelaskan, bahwa proses penyaluran BSU termin II sedikit berbeda dari sebelumnya. Pasalnya, penyaluran harus melalui pemadanan data dengan data wajib pajak terlebih dahulu seperti rekomendasi dari KPK. Proses pemadanan data tersebut juga merupakan bagian dari evaluasi penyaluran BSU agar tepat sasaran.

Oleh sebab itu, lanjut dia, setelah pembayaran termin I selesai sekitar dua minggu lalu, Kementerian Ketenagakerjaan bersama BPJamsostek saling berkoordinasi dengan Ditjen Pajak untuk melakukan pemadanan data. “Alhamdulillah hasilnya sudah kami terima hari Jumat lalu dan dapat kami jadikan dasar untuk proses pembayaran termin II hari ini,” jelas Ida.

Menaker Ida memastikan bahwa bagi pekerja/buruh penerima BSU yang sudah memenuhi syarat, maka pencairan termin kedua BSU akan tetap dilanjutkan sesuai prosedur. Mereka bakal menerima BSU sebesar Rp 1,2 juta pada termin II.

Sebagaimana diketahui, BSU disalurkan kepada para pekerja atau buruh yang bergaji kurang dari Rp 5 juta per bulan dan tercatat aktif sebagai peserta BPJamsostek hingga Juni 2020. Bantuan sebesar Rp600 ribu ini disalurkan selama empat bulan dalam dua termin dengan total Rp2,4 juta kepada 12,4 juta pekerja/buruh.(jp/gnr)

MANADOPOST.ID—Pencairan bantuan subsidi upah (BSU) termin II yang ditunggu-tunggu akhirnya cair. Sama seperti termin I, penyaluran bakal dilakukan secara bertahap.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah memastikan pembayaran termin II BSU mulai dicairkan kemarin (9/11). Jumlah dana yang diberikan kepada pekerja/buruh penerima tetap sama, sebesar Rp1,2 juta (Rp 600 ribu per bulan).

Sebagai informasi, termin II merupakan penyaluran BSU untuk periode bulan November-Desember bagi para penerima BSU termin I. “Kita pastikan termin II BSU sudah cair hari ini,” ungkapnya, kemarin (9/11).

Ida mengatakan, mekanisme pencairan tetap mengikuti Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 14 Tahun 2020 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah Berupa Subsidi Gaji/Upah bagi Pekerja/Buruh dalam Penanganan Dampak Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Selain itu, penyalurannya juga dibagi per tahap (batch).

Untuk tahap I, tercatat 2.180.382 orang sudah diproses ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). Selanjutnya, akan ditransfer ke Bank Penyalur dan dicairkan ke masing-masing rekening penerima. “Penyaluran ini baik ke rekening Himbara maupun non-Himbara, sama dengan mekanisme termin pertama,” paparnya.

Dia menyatakan, akan terus berupaya mempercepat proses penyaluran BSU bagi para pekerja/buruh di termin II ini. Ditargetkan, dalam minggu ini, dapat diproses penyaluran untuk 2 tahap (batch). Sehingga dapat segera diterima oleh para pekerja/buruh. “Jadi dapat segera digunakan untuk membantu daya beli dan konsumsi masyarakat,” jelas politisi PKB tersebut.

Lebih lanjut, Ida menjelaskan, bahwa proses penyaluran BSU termin II sedikit berbeda dari sebelumnya. Pasalnya, penyaluran harus melalui pemadanan data dengan data wajib pajak terlebih dahulu seperti rekomendasi dari KPK. Proses pemadanan data tersebut juga merupakan bagian dari evaluasi penyaluran BSU agar tepat sasaran.

Oleh sebab itu, lanjut dia, setelah pembayaran termin I selesai sekitar dua minggu lalu, Kementerian Ketenagakerjaan bersama BPJamsostek saling berkoordinasi dengan Ditjen Pajak untuk melakukan pemadanan data. “Alhamdulillah hasilnya sudah kami terima hari Jumat lalu dan dapat kami jadikan dasar untuk proses pembayaran termin II hari ini,” jelas Ida.

Menaker Ida memastikan bahwa bagi pekerja/buruh penerima BSU yang sudah memenuhi syarat, maka pencairan termin kedua BSU akan tetap dilanjutkan sesuai prosedur. Mereka bakal menerima BSU sebesar Rp 1,2 juta pada termin II.

Sebagaimana diketahui, BSU disalurkan kepada para pekerja atau buruh yang bergaji kurang dari Rp 5 juta per bulan dan tercatat aktif sebagai peserta BPJamsostek hingga Juni 2020. Bantuan sebesar Rp600 ribu ini disalurkan selama empat bulan dalam dua termin dengan total Rp2,4 juta kepada 12,4 juta pekerja/buruh.(jp/gnr)

Most Read

Artikel Terbaru

/