30.4 C
Manado
Selasa, 9 Agustus 2022

BIADAB! Mau Beli Gorengan, Bocah 9 Tahun Malah Dicabuli Penjual Gorengan di Toilet Kos,

MANADOPOST.ID–Biadab benar apa yang dilakukan M.Yusuf. Dia tega mencabuli bocah 9 tahun sebut saja S. Aksi pencabulannya terhadap S disertai ancaman hingga korban ketakutan.

Dilansir dari Radar Bali (JPR), dalam sidang daring di PN Denpasar, Yusuf pun tak bisa mengelak. Dia mengakui semua dakwaan yang dibacakan JPU.

“Terdakwa menerima dakwaan. Kami tidak mengajukan eksepsi,” ujar pengacara yang mendampingi terdakwa, kemarin (9/12).

Hakim Ida Ayu Nyoman Adnya Dewi memerintahkan JPU Ni Komang Swastini untuk melakukan pembuktian.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Dari dakwaan yang didapat wartawan ini, pencabulan dilakukan terdakwa pada 27 Agustus 2021 di rumah kos Jalan Raya Sesetan, Denpasar Selatan, Bali.

Saat itu terdakwa bekerja sebagai penjual sempol dan tempura atau gorengan di rumah kosnya. Pada hari itu korban datang untuk membeli sempol dan tempura.

Terdakwa kemudian menyuruh saksi korban untuk menunggu, sedangkan terdakwa masuk ke dalam memasak sempol dan tempura. Selanjutnya terdakwa menyuruh saksi korban untuk ikut masuk ke dalam kos sambil menunggu sempol dan tempura matang.

Tiba-tiba terdakwa menatap saksi korban dan langsung mengangkat saksi korban dan mendudukannya di atas wastafel. Selanjutnya terdakwa menciumi bibir saksi korban. Saksi korban yang hendak berontak dibekap dan diancam.

“Diam, kalau bicara nanti saya pukul!” bentak terdakwa sambil terdakwa melotot kearah saksi korban.

Hal itu membuat saksi korban ketakutan dan tidak berani melawan. Selanjutnya terdakwa berusaha mencabuli korban.

Untungnya, disaat bersamaan terdengar suara teriakan ibu saksi korban yang memanggil-manggil. Terdakwa terkejut dan dengan buru-buru menurunkan saksi korban dari wastafel sambil berkata, “Jangan bilang siapa-sapa”.

Saksi korban diajak pulang ke rumah oleh ibunya. Sesampainya di rumah saksi korban menangis dan menceritakan kejadian yang dialaminya kepada ibu saksi korban.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana pada Pasal 82 Ayat (1) juncto Pasal 76E UU Perlindungan Anak. Dengan ancaman pasal tersebut, terdakwa terancam pidana penjara paling singkat 5 tahun, dan paling lama 15 tahun.

(rb/san/don/yor/JPR)

MANADOPOST.ID–Biadab benar apa yang dilakukan M.Yusuf. Dia tega mencabuli bocah 9 tahun sebut saja S. Aksi pencabulannya terhadap S disertai ancaman hingga korban ketakutan.

Dilansir dari Radar Bali (JPR), dalam sidang daring di PN Denpasar, Yusuf pun tak bisa mengelak. Dia mengakui semua dakwaan yang dibacakan JPU.

“Terdakwa menerima dakwaan. Kami tidak mengajukan eksepsi,” ujar pengacara yang mendampingi terdakwa, kemarin (9/12).

Hakim Ida Ayu Nyoman Adnya Dewi memerintahkan JPU Ni Komang Swastini untuk melakukan pembuktian.

Dari dakwaan yang didapat wartawan ini, pencabulan dilakukan terdakwa pada 27 Agustus 2021 di rumah kos Jalan Raya Sesetan, Denpasar Selatan, Bali.

Saat itu terdakwa bekerja sebagai penjual sempol dan tempura atau gorengan di rumah kosnya. Pada hari itu korban datang untuk membeli sempol dan tempura.

Terdakwa kemudian menyuruh saksi korban untuk menunggu, sedangkan terdakwa masuk ke dalam memasak sempol dan tempura. Selanjutnya terdakwa menyuruh saksi korban untuk ikut masuk ke dalam kos sambil menunggu sempol dan tempura matang.

Tiba-tiba terdakwa menatap saksi korban dan langsung mengangkat saksi korban dan mendudukannya di atas wastafel. Selanjutnya terdakwa menciumi bibir saksi korban. Saksi korban yang hendak berontak dibekap dan diancam.

“Diam, kalau bicara nanti saya pukul!” bentak terdakwa sambil terdakwa melotot kearah saksi korban.

Hal itu membuat saksi korban ketakutan dan tidak berani melawan. Selanjutnya terdakwa berusaha mencabuli korban.

Untungnya, disaat bersamaan terdengar suara teriakan ibu saksi korban yang memanggil-manggil. Terdakwa terkejut dan dengan buru-buru menurunkan saksi korban dari wastafel sambil berkata, “Jangan bilang siapa-sapa”.

Saksi korban diajak pulang ke rumah oleh ibunya. Sesampainya di rumah saksi korban menangis dan menceritakan kejadian yang dialaminya kepada ibu saksi korban.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana pada Pasal 82 Ayat (1) juncto Pasal 76E UU Perlindungan Anak. Dengan ancaman pasal tersebut, terdakwa terancam pidana penjara paling singkat 5 tahun, dan paling lama 15 tahun.

(rb/san/don/yor/JPR)

Most Read

Artikel Terbaru

/