33.4 C
Manado
Jumat, 19 Agustus 2022

Mudik Dilarang, Warga Ini Nekat Nyamar Jadi Petugas Ekspedisi

MANADOPOST.ID–Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengeluarkan kebijakan larangan mudik tahun ini. Tapi masih ada saja warga yang nekat pulang kampung. Bahkan ada yang nyamar menjadi petugas ekspedisi untuk bisa melewati jalur penyekatan.

Hal tersebut terjadi di Pelabuhan Padangbai, Karangasem.  Petugas menemukan mobil boks yang berhasil menyeberang ke Bali melalui Pelabuhan Padangbai dengan satu sopir dan dua orang penumpang.

Dilansir dari Radar Bali, Saat diperiksa berkas-berkasnya, satu orang sopir dan satu kernet ekspedisi tersebut mampu menunjukkan berkasnya dengan lengkap.

Sementara satu orang lainnya tidak dapat menunjukkan surat tugas beserta surat keterangan negatif Covid-19.

Petugas melakukan pemeriksaan ketat di pelabuhan Padangbai. (Dewa Ayu Pitri Arisanti/Radar Bali)
1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Berbagai alasan pun dibuat ketiganya agar petugas dapat meloloskan Haerul Imam yang merupakan warga NTB tersebut.

Pada akhirnya mereka bertiga menyerah dan Haerul pun mengaku jika dia adalah penumpang titipan yang ke Bali untuk menemui kerabat.

Akhirnya Haerul Imam diminta untuk putar balik. “Saya ke Bali mau ikut tes. Tapi mau berobat dulu karena saya punya varikokel.

Keluarga saya yang menghubungi sopirnya buat menitipkan saya di mobil mereka. Saya sudah tahu ada larangan, tapi coba-coba saja,” terang Haerul.

Ilustrasi mudik (Jawapos.com)

Menurut Kepala Pos Pelayanan Terpadu Padangbai AKP I Made Dwi Susila, Haerul bukan satu-satunya orang yang nekat mengelabui petugas untuk bisa menyeberang ke Bali.

Menurutnya, sejak adanya larangan mudik mulai 6 – 17 Mei, pihaknya mencatat ada sekitar 19 warga yang berupaya mengelabui petugas untuk bisa melakukan perjalanan melalui Pelabuhan Padangbai, Karangasem.

“Ada yang berpura-pura mendapat tugas padahal penumpang titipan. Ada juga yang berpura-pura keluarganya meninggal dunia dan sakit. Sehingga kami minta putar balik.

Kebanyakan penumpang yang dari luar Bali menuju ke Bali melalui Pelabuhan Padangbai yang berupaya mengelabui petugas,” ujarnya.

Pihaknya meminta kepada seluruh masyarakat untuk mematuhi ketetapan larangan mudik tersebut. Mengingat tujuannya agar tidak terjadi penyebaran virus corona akibat hari raya seperti yang terjadi di India.

(rb/ayu/mus/JPR/Radar Bali)

MANADOPOST.ID–Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengeluarkan kebijakan larangan mudik tahun ini. Tapi masih ada saja warga yang nekat pulang kampung. Bahkan ada yang nyamar menjadi petugas ekspedisi untuk bisa melewati jalur penyekatan.

Hal tersebut terjadi di Pelabuhan Padangbai, Karangasem.  Petugas menemukan mobil boks yang berhasil menyeberang ke Bali melalui Pelabuhan Padangbai dengan satu sopir dan dua orang penumpang.

Dilansir dari Radar Bali, Saat diperiksa berkas-berkasnya, satu orang sopir dan satu kernet ekspedisi tersebut mampu menunjukkan berkasnya dengan lengkap.

Sementara satu orang lainnya tidak dapat menunjukkan surat tugas beserta surat keterangan negatif Covid-19.

Petugas melakukan pemeriksaan ketat di pelabuhan Padangbai. (Dewa Ayu Pitri Arisanti/Radar Bali)

Berbagai alasan pun dibuat ketiganya agar petugas dapat meloloskan Haerul Imam yang merupakan warga NTB tersebut.

Pada akhirnya mereka bertiga menyerah dan Haerul pun mengaku jika dia adalah penumpang titipan yang ke Bali untuk menemui kerabat.

Akhirnya Haerul Imam diminta untuk putar balik. “Saya ke Bali mau ikut tes. Tapi mau berobat dulu karena saya punya varikokel.

Keluarga saya yang menghubungi sopirnya buat menitipkan saya di mobil mereka. Saya sudah tahu ada larangan, tapi coba-coba saja,” terang Haerul.

Ilustrasi mudik (Jawapos.com)

Menurut Kepala Pos Pelayanan Terpadu Padangbai AKP I Made Dwi Susila, Haerul bukan satu-satunya orang yang nekat mengelabui petugas untuk bisa menyeberang ke Bali.

Menurutnya, sejak adanya larangan mudik mulai 6 – 17 Mei, pihaknya mencatat ada sekitar 19 warga yang berupaya mengelabui petugas untuk bisa melakukan perjalanan melalui Pelabuhan Padangbai, Karangasem.

“Ada yang berpura-pura mendapat tugas padahal penumpang titipan. Ada juga yang berpura-pura keluarganya meninggal dunia dan sakit. Sehingga kami minta putar balik.

Kebanyakan penumpang yang dari luar Bali menuju ke Bali melalui Pelabuhan Padangbai yang berupaya mengelabui petugas,” ujarnya.

Pihaknya meminta kepada seluruh masyarakat untuk mematuhi ketetapan larangan mudik tersebut. Mengingat tujuannya agar tidak terjadi penyebaran virus corona akibat hari raya seperti yang terjadi di India.

(rb/ayu/mus/JPR/Radar Bali)

Most Read

Artikel Terbaru

/