22.4 C
Manado
Sunday, 25 September 2022

Motif Kematian Brigadir J Dibongkar Pengacara, Mabes Polri: Tidak Ada yang Mengarah Kesana

MANADOPOST.ID–Pengacara keluarga Brigadir Yosua Hutabarat, Kamaruddin Simanjuntak meyakini polisi sudah mengetahui motif pembunuhan Brigadir J. Karena tidak mungkin polisi menetapkan Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka jika motif pembunuhan Brigadir Joshua Hutabarat belum diketahui.

“Kalau sudah jadi tersangka, tentu motifnya sudah dimiliki penyidik,” ucap Kamaruddin seperti dikutip PojokSatu (Jawa Pos Group), Kamis (11/8).

Ia mengaku sudah mengetahui motif pembunuhan Brigadir Joshua. “Sudah tahu (motifnya pembunuhan Brigadir Josua), dendam itu,” jelas Kamaruddin.

Ferdy Sambo diduga dendam karena rahasianya dibocorkan Joshua kepada Putri Candrawati, istri Ferdy Sambo. Kamaruddin menjelaskan bahwa dari Magelang Putri Candrawati telah menangis karena Ferdy Sambo diduga selingkuh.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Putri bertanya pada Brigadir Josua kenapa bapak (Ferdy Sambo) tidak pulang dan diduga alharmhum memberi tahu keberadaan Ferdy Sambo di suatu tempat bersama perempuan lain. Saat di Magelang terjadilah pertengkaran antara Ferdy Sambo dengan Putri Candrawati, sehingga terjadi lagi ancaman.

Baca Juga:  Menko Airlangga: Penguatan Sektor Pertanian untuk Ketahanan Pangan & Peningkatan Kesejahteraan Petani

Yosua diancam oleh ajudan Ferdy Sambo karena membocorkan informasi keberadaan Ferdy Sambo dengan perempuan lain. Kemudian Ferdy Sambo duluan pulang yang diduga untuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk pembunuhan Yosua.

“Ada informasi masuk ke saya, sebelum dibawa ke Duren Tiga, Brigadir J diduga dibawa dulu ke Pamenal Mabes Polri, makanya saya meminta untuk melakukan pemeriksaan CCTV Mabes Polri,” terang Kamaruddin.

Kamaruddin menduga Josua disiksa di Pamenal Mabes Polri. Ia mengaku sudah mendapatkan banyak laporan yang menyebutkan bahwa sering terjadi penyiksaan di Pamenal. “Di sana Brigadir J disiksa dan dipaksa untuk membuka HP-nya, makanya sejak 16.25 WIB itu masih read dan setelah itu dimatikan semua,” jelas Kamaruddin.

Menurut Kamaruddin, Yosua diduga disiksa di sana untuk mengakui bahwa dia yang membocorkan kabar hubungan Ferdy Sambo dengan perempuan lain.

Baca Juga:  Menko Airlangga: Pemerintah Pusat dan Daerah Wajib Lindungi Pekerja Migran Indonesia

Sementara itu, Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo menanggapi pernyataan Kamaruddin. Jenderal bintang dua ini menjelaskan bahwa dari penyelidikan tidak ada bukti mengarah ke sana. “Dari para saksi yang dimitai keterangan termasuk dari 31 orang yang telah diperiksa oleh irsus tidak ada yang mengarah kesana,” jelas Irjen Dedi.

Ia menjelaskan bahwa semua CCTV yang ada di Mabes Polri saat ini juga disita oleh penyidik termasuk oleh Irsus dan saat ini sedang dalam proses penyelidikan oleh laboratorium forensik.

Dari hasil yang dilaporkan dari autopsi pertama, dinyatakan bahwa semua luka yang ada pada tubuh Brigadir J adalah luka tembak dan proyektil yang diangkat dari tubuhnya dari senjata dengan jenis Glock 17. “Ini yang bisa saya sampaikan dari keterangan para saksi dan dari hasil autopsi awal,” tambah Irjen Dedi.(Jawapos)

MANADOPOST.ID–Pengacara keluarga Brigadir Yosua Hutabarat, Kamaruddin Simanjuntak meyakini polisi sudah mengetahui motif pembunuhan Brigadir J. Karena tidak mungkin polisi menetapkan Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka jika motif pembunuhan Brigadir Joshua Hutabarat belum diketahui.

“Kalau sudah jadi tersangka, tentu motifnya sudah dimiliki penyidik,” ucap Kamaruddin seperti dikutip PojokSatu (Jawa Pos Group), Kamis (11/8).

Ia mengaku sudah mengetahui motif pembunuhan Brigadir Joshua. “Sudah tahu (motifnya pembunuhan Brigadir Josua), dendam itu,” jelas Kamaruddin.

Ferdy Sambo diduga dendam karena rahasianya dibocorkan Joshua kepada Putri Candrawati, istri Ferdy Sambo. Kamaruddin menjelaskan bahwa dari Magelang Putri Candrawati telah menangis karena Ferdy Sambo diduga selingkuh.

Putri bertanya pada Brigadir Josua kenapa bapak (Ferdy Sambo) tidak pulang dan diduga alharmhum memberi tahu keberadaan Ferdy Sambo di suatu tempat bersama perempuan lain. Saat di Magelang terjadilah pertengkaran antara Ferdy Sambo dengan Putri Candrawati, sehingga terjadi lagi ancaman.

Baca Juga:  Mantan Atasan Irjen Ferdy Sambo Bicara Jenjang Karir, Krishna Murti: Naik Gunung Kakinya Harus Kuat

Yosua diancam oleh ajudan Ferdy Sambo karena membocorkan informasi keberadaan Ferdy Sambo dengan perempuan lain. Kemudian Ferdy Sambo duluan pulang yang diduga untuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk pembunuhan Yosua.

“Ada informasi masuk ke saya, sebelum dibawa ke Duren Tiga, Brigadir J diduga dibawa dulu ke Pamenal Mabes Polri, makanya saya meminta untuk melakukan pemeriksaan CCTV Mabes Polri,” terang Kamaruddin.

Kamaruddin menduga Josua disiksa di Pamenal Mabes Polri. Ia mengaku sudah mendapatkan banyak laporan yang menyebutkan bahwa sering terjadi penyiksaan di Pamenal. “Di sana Brigadir J disiksa dan dipaksa untuk membuka HP-nya, makanya sejak 16.25 WIB itu masih read dan setelah itu dimatikan semua,” jelas Kamaruddin.

Menurut Kamaruddin, Yosua diduga disiksa di sana untuk mengakui bahwa dia yang membocorkan kabar hubungan Ferdy Sambo dengan perempuan lain.

Baca Juga:  Autopsi Ulang dan Rekaman CCTV Jadi Kunci Kasus Tewasnya Brigadir J di Rumah Kadiv Propam

Sementara itu, Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo menanggapi pernyataan Kamaruddin. Jenderal bintang dua ini menjelaskan bahwa dari penyelidikan tidak ada bukti mengarah ke sana. “Dari para saksi yang dimitai keterangan termasuk dari 31 orang yang telah diperiksa oleh irsus tidak ada yang mengarah kesana,” jelas Irjen Dedi.

Ia menjelaskan bahwa semua CCTV yang ada di Mabes Polri saat ini juga disita oleh penyidik termasuk oleh Irsus dan saat ini sedang dalam proses penyelidikan oleh laboratorium forensik.

Dari hasil yang dilaporkan dari autopsi pertama, dinyatakan bahwa semua luka yang ada pada tubuh Brigadir J adalah luka tembak dan proyektil yang diangkat dari tubuhnya dari senjata dengan jenis Glock 17. “Ini yang bisa saya sampaikan dari keterangan para saksi dan dari hasil autopsi awal,” tambah Irjen Dedi.(Jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/