26.4 C
Manado
Wednesday, 5 October 2022

NAH LOH! Pengakuan Ferdy Sambo dan Motif Pembunuhan Brigadir Joshua, kok Beda dengan..

MANADOPOST.ID-Pengakuan Ferdy Sambo dan motif pembunuhan Brigadir Joshua berbeda dengan keterangan awal yang disampaikan Kombes Budhi Herdi Susianto.

 

Pengakuan Ferdy Sambo kepada penyidik Bareskrim Polri, dirinya marah dan emosi setelah dilapori istrinya, Putri Candrawati.

 

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi menjelaskan, penyidik Ditipidum Bareskrim Polri, teus melakukan pemeriksaan maraton terhadap mantan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo.

 

Pemeriksaan maraton di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok itu dimulai sejak jam 11.00 WIB hingga rampung sekira jam 18.00 WIB.

 

Dari hasil pemeriksaan kurang lebih tujuh jam itu, Ferdy Sambo mengungkap motif pembunuhan Brigadir Joshua.

 

Kepada penyidik, Ferdy Sambo mengaku marah dan emosi setelah mendapat laporan dari istrinya, Putri Candrawati.

 

Kata Ferdy Sambo, istrinya mendapat perlakuan yang sangat melukai harkat dan martabat keluarga.

 

Hal itu disampaikan Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Kamis (11/8/2022).

Baca Juga:  Semeru Erupsi, Ibu Muda Ditemukan Tewas Sambil Peluk Erat Anaknya, Tertimbun Abu Vulkanik

 

“Di dalam keterangan tersangka FS, ia marah dan emosi setelah dapat laporan dari istrinya, PC, yang telah mengalami tindakan melukai harkat dan martabat keluarga,” katanya.

 

Akan tetapi, Andi Rian tak membeberkan lebih rinci, apakah tindakan melukai martabat itu mengarah kepada perbuatan asusila atau tidak.

 

Hanya saja Andi Rian menyebut, tindakan itu dilakukan Brigadir Joshua saat keduanya masih berada di Magelang, Jawa Tengah.

 

“Yang terjdi di Magelang, dilakukan almarhum J,” kata Andi Rian.

 

Selanjutnya, Ferdy Sambo memanggil dua ajudannya, yakni Brigadir Rizki Rizal dan Bharada Eliezer.

 

Kepada keduanya, mantan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo itu memerintahkan agar menghabisi nyawa Brigadir Joshua.

 

“Oleh karena itu tersangka FS melakukan pembunuhan terhadap almarhum,” ujarnya.

 

Untuk diketahui, Kombes Budhi Herdi Susianto yang saat itu menjabat sebagai Kapolres Metro Jakarta Selatan menyebut, Brigadir Joshua tewas dalam baku tembak dengan Bharada Eliezer.

Baca Juga:  Soal Pencopotan Benny Mamoto dan ‘Siraman Dana’ dari Ferdy Sambo, Ini Reaksi Kompolnas

 

Baku tembak itu disebut Budhi dipicu adanya pelecehan yang dilakukan Brigadir Joshua terhadap istri Ferdy Sambo.

 

Disebutkan, saat itu Putri Candrawati tengah beristirahat di kamarnya.

 

Kemudian Brigadir Joshua didapati berada di dalam kamar yang membuat Putri Candrawati kaget dan berteriak.

 

Kepada istri Ferdy Sambo, sebut Budhi, Brigadir Joshua mengancam dengan menodongkan pistol dan berkata agar Putri diam.

 

Tapi teriakan Putri Candrawati itu didengar Bharada Eliezer di lantai dua yang kemudian terjadi baku tembak.

 

Namun pernyataan Kombes Budhi itu dibantah Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang menegaskan sama sekali tak ada baku tembak.

 

Fakta sebenarnya yang terjadi adalah peristiwa penembakan dan pembunuhan terhadap Brigadir Joshua.

 

Sayangnya, timsus saat itu tak mengungkap motif pembunuhan Brigadir Joshua. (ruh/pojoksatu)

MANADOPOST.ID-Pengakuan Ferdy Sambo dan motif pembunuhan Brigadir Joshua berbeda dengan keterangan awal yang disampaikan Kombes Budhi Herdi Susianto.

 

Pengakuan Ferdy Sambo kepada penyidik Bareskrim Polri, dirinya marah dan emosi setelah dilapori istrinya, Putri Candrawati.

 

Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi menjelaskan, penyidik Ditipidum Bareskrim Polri, teus melakukan pemeriksaan maraton terhadap mantan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo.

 

Pemeriksaan maraton di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok itu dimulai sejak jam 11.00 WIB hingga rampung sekira jam 18.00 WIB.

 

Dari hasil pemeriksaan kurang lebih tujuh jam itu, Ferdy Sambo mengungkap motif pembunuhan Brigadir Joshua.

 

Kepada penyidik, Ferdy Sambo mengaku marah dan emosi setelah mendapat laporan dari istrinya, Putri Candrawati.

 

Kata Ferdy Sambo, istrinya mendapat perlakuan yang sangat melukai harkat dan martabat keluarga.

 

Hal itu disampaikan Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Kamis (11/8/2022).

Baca Juga:  BIKIN MERINDING! Mba Rara Komunikasi dengan Arwah Brigadir J, Begini Katanya

 

“Di dalam keterangan tersangka FS, ia marah dan emosi setelah dapat laporan dari istrinya, PC, yang telah mengalami tindakan melukai harkat dan martabat keluarga,” katanya.

 

Akan tetapi, Andi Rian tak membeberkan lebih rinci, apakah tindakan melukai martabat itu mengarah kepada perbuatan asusila atau tidak.

 

Hanya saja Andi Rian menyebut, tindakan itu dilakukan Brigadir Joshua saat keduanya masih berada di Magelang, Jawa Tengah.

 

“Yang terjdi di Magelang, dilakukan almarhum J,” kata Andi Rian.

 

Selanjutnya, Ferdy Sambo memanggil dua ajudannya, yakni Brigadir Rizki Rizal dan Bharada Eliezer.

 

Kepada keduanya, mantan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo itu memerintahkan agar menghabisi nyawa Brigadir Joshua.

 

“Oleh karena itu tersangka FS melakukan pembunuhan terhadap almarhum,” ujarnya.

 

Untuk diketahui, Kombes Budhi Herdi Susianto yang saat itu menjabat sebagai Kapolres Metro Jakarta Selatan menyebut, Brigadir Joshua tewas dalam baku tembak dengan Bharada Eliezer.

Baca Juga:  PANAS! Kasus Wadas Disamakan dengan Orde Baru, Anggota DPR: Memangnya Ada Ancaman Terorisme?

 

Baku tembak itu disebut Budhi dipicu adanya pelecehan yang dilakukan Brigadir Joshua terhadap istri Ferdy Sambo.

 

Disebutkan, saat itu Putri Candrawati tengah beristirahat di kamarnya.

 

Kemudian Brigadir Joshua didapati berada di dalam kamar yang membuat Putri Candrawati kaget dan berteriak.

 

Kepada istri Ferdy Sambo, sebut Budhi, Brigadir Joshua mengancam dengan menodongkan pistol dan berkata agar Putri diam.

 

Tapi teriakan Putri Candrawati itu didengar Bharada Eliezer di lantai dua yang kemudian terjadi baku tembak.

 

Namun pernyataan Kombes Budhi itu dibantah Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang menegaskan sama sekali tak ada baku tembak.

 

Fakta sebenarnya yang terjadi adalah peristiwa penembakan dan pembunuhan terhadap Brigadir Joshua.

 

Sayangnya, timsus saat itu tak mengungkap motif pembunuhan Brigadir Joshua. (ruh/pojoksatu)

Most Read

Artikel Terbaru

/