22.4 C
Manado
Sunday, 25 September 2022

TERNYATA Orang Tua Bharada E Sempat Masuk Rumah Sakit, Keluarga: Kami Pasrah Kepada Tuhan

MANADOPOST.ID–Keluarga Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu (Bharada E) seakan tidak percaya atas kejadian yang menimpa Ichad, sapaan Bharada E. Semua kerabatnya merasa terpukul.

”Kita keluarga di sini memang ada tekanan batin juga. Bahkan, orang tuanya sampai masuk rumah sakit di awal mendengar kasus itu,” kata Royke Pudihang, paman Bharada E.

”Istri saya juga sakit begitu melihat televisi,” tambahnya saat ditemui Manado Post di kediamannya di Mapanget.

Meski demikian, kata Royke, keluarga menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah. ”Pasrah juga kepada Tuhan. Kami tetap yakin dan percaya kepada pemerintah, proses hukum silakan berjalan. Kami di sini hanya menyaksikan lewat media, berharap yang terbaik,” terangnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Menurut dia, Ichad dikenal sebagai anak yang baik. Bahkan, sebelum menjadi anggota Polri, Ichad sering membantu pekerjaan orang tuanya. ”Kan ayahnya driver kanvas. Dia selalu membantu, jadi helper memikul barang. Bawa ke Amurang, Boltim. Kalau papanya bekerja mengecat di rumah saudara, dia juga ikut membantu,” katanya.

Baca Juga:  Usai Bharada E jadi Tersangka, Bareskrim Dijaga Puluhan Brimob Dirtipidum malah Bilang Begini

Royke bercerita, Ichad pernah dua kali mendaftar tes bintara di Polda Sulut. Namun, semuanya gagal. Karena itu, dia memutuskan mendaftar sebagai tamtama. Ichad akhirnya mengikuti tes tamtama Brimob pada 2019 dan dinyatakan lolos.

Sebelum mengikuti pendidikan Polri, Ichad dikenal sebagai aktivis pencinta alam bebas. Dia punya kemampuan mendaki gunung dan panjat tebing. Bahkan, Ichad pernah menjadi instruktur wall climbing. ”Jadi, waktu masuk polisi, kalau tidak salah dia mendapat ranking. Sebab, ada prestasi sebagai atlet. Renang, panjat tebing, naik gunung. Jadi, fisiknya bagus,” kata Royke.

Bharada E mengikuti pendidikan Brimob di Watukosek, Jatim. Lulus 2020 dan langsung ditugaskan di Jakarta. Bharada E juga pernah bertugas di Poso dan Papua. ”Setelah dari Papua, dia ditarik lagi ke Kelapa Dua di Mako Brimob. Setelah beberapa bulan di sana, dia kembali dikirim ke Poso. Kalau tidak salah 6–7 bulan. Pulang dari Poso, dia ditarik ulang ke Mako Brimob,” terangnya.

Baca Juga:  Airlangga Hartarto: Vaksinasi Lindungi Ibu Hamil dan Bayi dari Covid-19

Sejak itu, dia jarang berkomunikasi dengan Bharada E. Dia hanya mendapat informasi dari adiknya, yakni ibu Bharada E, bahwa Ichad bertugas sebagai ajudan Kadivpropam Polri.

Ke mana orang tua Bharada E? Royke mengaku tidak tahu. ”Sampai saat ini, saya belum tahu mereka tinggal di mana. Waktu kejadian masih ada komunikasi, setelah itu tidak tahu,” ujarnya.

Royke berharap pemerintah memberikan perlindungan kepada Bharada E. Sebab, Bharada E menjadi sosok yang membongkar kejahatan Irjen Ferdy Sambo.

”Tapi, kami meyakini perlindungan besar itu datang dari Tuhan. Tuhan akan tetap menjadi benteng perlindungan kita. Dan kami berterima kasih kepada Tuhan yang selalu menjaga kita sampai ada saat ini,” katanya.(Jawapos)

MANADOPOST.ID–Keluarga Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu (Bharada E) seakan tidak percaya atas kejadian yang menimpa Ichad, sapaan Bharada E. Semua kerabatnya merasa terpukul.

”Kita keluarga di sini memang ada tekanan batin juga. Bahkan, orang tuanya sampai masuk rumah sakit di awal mendengar kasus itu,” kata Royke Pudihang, paman Bharada E.

”Istri saya juga sakit begitu melihat televisi,” tambahnya saat ditemui Manado Post di kediamannya di Mapanget.

Meski demikian, kata Royke, keluarga menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah. ”Pasrah juga kepada Tuhan. Kami tetap yakin dan percaya kepada pemerintah, proses hukum silakan berjalan. Kami di sini hanya menyaksikan lewat media, berharap yang terbaik,” terangnya.

Menurut dia, Ichad dikenal sebagai anak yang baik. Bahkan, sebelum menjadi anggota Polri, Ichad sering membantu pekerjaan orang tuanya. ”Kan ayahnya driver kanvas. Dia selalu membantu, jadi helper memikul barang. Bawa ke Amurang, Boltim. Kalau papanya bekerja mengecat di rumah saudara, dia juga ikut membantu,” katanya.

Baca Juga:  NIK 279 Juta Penduduk Indonesia Diduga Bocor, Begini Penjelasan Kominfo

Royke bercerita, Ichad pernah dua kali mendaftar tes bintara di Polda Sulut. Namun, semuanya gagal. Karena itu, dia memutuskan mendaftar sebagai tamtama. Ichad akhirnya mengikuti tes tamtama Brimob pada 2019 dan dinyatakan lolos.

Sebelum mengikuti pendidikan Polri, Ichad dikenal sebagai aktivis pencinta alam bebas. Dia punya kemampuan mendaki gunung dan panjat tebing. Bahkan, Ichad pernah menjadi instruktur wall climbing. ”Jadi, waktu masuk polisi, kalau tidak salah dia mendapat ranking. Sebab, ada prestasi sebagai atlet. Renang, panjat tebing, naik gunung. Jadi, fisiknya bagus,” kata Royke.

Bharada E mengikuti pendidikan Brimob di Watukosek, Jatim. Lulus 2020 dan langsung ditugaskan di Jakarta. Bharada E juga pernah bertugas di Poso dan Papua. ”Setelah dari Papua, dia ditarik lagi ke Kelapa Dua di Mako Brimob. Setelah beberapa bulan di sana, dia kembali dikirim ke Poso. Kalau tidak salah 6–7 bulan. Pulang dari Poso, dia ditarik ulang ke Mako Brimob,” terangnya.

Baca Juga:  Airlangga Hartarto: Vaksinasi Lindungi Ibu Hamil dan Bayi dari Covid-19

Sejak itu, dia jarang berkomunikasi dengan Bharada E. Dia hanya mendapat informasi dari adiknya, yakni ibu Bharada E, bahwa Ichad bertugas sebagai ajudan Kadivpropam Polri.

Ke mana orang tua Bharada E? Royke mengaku tidak tahu. ”Sampai saat ini, saya belum tahu mereka tinggal di mana. Waktu kejadian masih ada komunikasi, setelah itu tidak tahu,” ujarnya.

Royke berharap pemerintah memberikan perlindungan kepada Bharada E. Sebab, Bharada E menjadi sosok yang membongkar kejahatan Irjen Ferdy Sambo.

”Tapi, kami meyakini perlindungan besar itu datang dari Tuhan. Tuhan akan tetap menjadi benteng perlindungan kita. Dan kami berterima kasih kepada Tuhan yang selalu menjaga kita sampai ada saat ini,” katanya.(Jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/