29.4 C
Manado
Wednesday, 5 October 2022

TUKANG KOMPOR! Motif Pembunuhan Brigadir Joshua, Brigadir Deden Diduga Hasut Ferdy Sambo

MANADOPOST.ID-TUKANG KOMPOR! Motif Pembunuhan Brigadir Joshua, Brigadir Deden Diduga Hasut Ferdy Sambo.

 

Motif pembunuhan Brigadir Joshua makin terang benderang. Diduga, ada motif kecemburuan dalam Jumat berdarah di rumah dinas mantan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo.

 

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Pengacara keluarga Brigadir Joshua, Kamaruddin Simanjuntak mengungkap motif pembunuhan Brigadir Joshua melalui wawancara di sebuah televisi, pada Rabu (10/9/2022).

 

Dalam motif pembunuhan Brigadir Joshua itu, Kamaruddin mempertanyakan status hukum salah satu ajudan Ferdy Sambo, Brigadir Deden Miftahul atau Brigadir D.

 

Sebab menurut Kamaruddin, Brigadir Deden semestinya juga ditetapkan sebagai tersangka.

 

Kamaruddin menyebut, Brigadir Deden adalah ajudan yang sangat dekat dengan Ferdy Sambo.

 

“Dia (Brigadir Daden) ini ajudan melekat, yang diduga sering memberikan hasutan sehingga Ferdy Sambo terhasut,” kata Kamaruddin Simanjuntak dikutip PojokSatu.id, Kamis (11/8/2022).

 

Kamaruddin juga menyebut bahwa Brigadir Deden adalah sosok yang mengancam Brigadir Joshua sejak 21 Juni 2022.

 

“Diduga D ini yang menghasut Ferdy Sambo ketika pergi ke Magelang. Motifnya kecemburuaan. Karena Ferdy Sambo dan istrinya lebih sayang kepada almarhum,” bebernya.

 

Dia juga menyakini masih bakal ada tersangka lain dalam peristiwa pembunuhan Brigadir Joshua.

Baca Juga:  SINDIR KERAS! Rekayasa Pembunuhan Brigadir Joshua Buyar, Habib Bahar: Ferdy Sambo Kena Makar Allah

 

Kamaruddin lantas menyinggung soal skenario drama palsu untuk menutupi kematian almarhum.

 

Skenario drama palsu itu disebut Kamaruddin dibuat Ferdy Sambo dan sejumlah orang lainnya.

 

Sayangnya, Kamaruddin tak mengungkap identitas orang-orang tersebut.

 

“Pasca Brigadir Joshua dibunuh, ditulislah skenario. Baru ada pemeran-pemeran lainnya. Yang membuat skenario itu Ferdy Sambo dan kawan-kawan,” terang Kamaruddin.

 

Menurutnya, sangat mudah untuk membuktikan bahwa pembunuhan Brgadir Joshua itu sudah direncanakan atau tidak.

 

“Misalnya alat tembak pistol ini disiapkan peredam atau tidak. Kalau ada (peredam), berarti terencana,” ucapnya.

 

Sebab, dengan pemakaian peredam pistol itu, maka letusan senjata api tidak akan terdengar oleh tetangga kanan kiri rumah dinas Ferdy Sambo.

 

“Berarti, diduga (senjata api) memakai peredam suara,” kata dia.

 

Sementara kepada wartawan, Kamaruddin meyakini polisi sejatinya sudah mengetahui motif pembunuhan Brigadir Joshua.

 

“Kalau sudah jadi tersangka, tentu motifnya sudah dimiliki penyidik,” terangnya.

 

“Sudah tahu (motif pembunuhan Brigadir Josua). Dendam itu,” sambung dia.

 

Dibocorkan Brigadir Joshua

Ia menyebut, Ferdy Sambo diduga dendam karena rahasianya dibocorkan Joshua kepada Putri Candrawati.

Baca Juga:  Hasil Pendalaman Polisi, Brigadir Yoshua Diduga Terbukti Lakukan Pelecehan & Pengancaman Pembunuhan

 

Sejak dari Magelang, lanjutnya, Putri Candrawati menangis karena mengetahui Ferdy Sambo diduga selingkuh.

 

“Putri bertanya pada Brigadir Josua kenapa bapak (Ferdy Sambo) tidak pulang dan diduga alharmhum memberi tahu keberadaan Ferdy Sambo di suatu tempat bersama perempuan lain,” kata Kamaruddin.

 

Saat di Magelang itulah, terjadi pertengkaran antara Ferdy Sambo dengan Putri Candrawati sehingga terjadi lagi ancaman.

 

Joshua diancam oleh ajudan Ferdy Sambo karena membocorkan informasi keberadaan Ferdy Sambo dengan perempuan lain

 

Kemudian Ferdy Sambo lebih dulu pulang diduga untuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk pembunuhan Josua.

 

“Ada informasi masuk ke saya, sebelum dibawa ke Duren Tiga, Brigadir J diduga dibawa dulu ke Pamenal Mabes Polri,” bebernya.

 

“Makanya saya meminta untuk melakukan pemeriksaan CCTV Mabes Polri,” terang Kamaruddin dalam sebuah wawancara di televisi swasta.

 

Kamaruddin menduga Josua disiksa di Pamenal Mabes Polri.

 

“Di sana Brigadir J disiksa dan dipaksa untuk membuka HP-nya. Makanya sejak 16.25 WIB itu masih read dan setelah itu dimatikan semua,” jelas Kamaruddin. (ruh/pojoksatu)

MANADOPOST.ID-TUKANG KOMPOR! Motif Pembunuhan Brigadir Joshua, Brigadir Deden Diduga Hasut Ferdy Sambo.

 

Motif pembunuhan Brigadir Joshua makin terang benderang. Diduga, ada motif kecemburuan dalam Jumat berdarah di rumah dinas mantan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo.

 

Pengacara keluarga Brigadir Joshua, Kamaruddin Simanjuntak mengungkap motif pembunuhan Brigadir Joshua melalui wawancara di sebuah televisi, pada Rabu (10/9/2022).

 

Dalam motif pembunuhan Brigadir Joshua itu, Kamaruddin mempertanyakan status hukum salah satu ajudan Ferdy Sambo, Brigadir Deden Miftahul atau Brigadir D.

 

Sebab menurut Kamaruddin, Brigadir Deden semestinya juga ditetapkan sebagai tersangka.

 

Kamaruddin menyebut, Brigadir Deden adalah ajudan yang sangat dekat dengan Ferdy Sambo.

 

“Dia (Brigadir Daden) ini ajudan melekat, yang diduga sering memberikan hasutan sehingga Ferdy Sambo terhasut,” kata Kamaruddin Simanjuntak dikutip PojokSatu.id, Kamis (11/8/2022).

 

Kamaruddin juga menyebut bahwa Brigadir Deden adalah sosok yang mengancam Brigadir Joshua sejak 21 Juni 2022.

 

“Diduga D ini yang menghasut Ferdy Sambo ketika pergi ke Magelang. Motifnya kecemburuaan. Karena Ferdy Sambo dan istrinya lebih sayang kepada almarhum,” bebernya.

 

Dia juga menyakini masih bakal ada tersangka lain dalam peristiwa pembunuhan Brigadir Joshua.

Baca Juga:  Polri Siapkan Proses Pemecatan Jenderal Penerima Suap

 

Kamaruddin lantas menyinggung soal skenario drama palsu untuk menutupi kematian almarhum.

 

Skenario drama palsu itu disebut Kamaruddin dibuat Ferdy Sambo dan sejumlah orang lainnya.

 

Sayangnya, Kamaruddin tak mengungkap identitas orang-orang tersebut.

 

“Pasca Brigadir Joshua dibunuh, ditulislah skenario. Baru ada pemeran-pemeran lainnya. Yang membuat skenario itu Ferdy Sambo dan kawan-kawan,” terang Kamaruddin.

 

Menurutnya, sangat mudah untuk membuktikan bahwa pembunuhan Brgadir Joshua itu sudah direncanakan atau tidak.

 

“Misalnya alat tembak pistol ini disiapkan peredam atau tidak. Kalau ada (peredam), berarti terencana,” ucapnya.

 

Sebab, dengan pemakaian peredam pistol itu, maka letusan senjata api tidak akan terdengar oleh tetangga kanan kiri rumah dinas Ferdy Sambo.

 

“Berarti, diduga (senjata api) memakai peredam suara,” kata dia.

 

Sementara kepada wartawan, Kamaruddin meyakini polisi sejatinya sudah mengetahui motif pembunuhan Brigadir Joshua.

 

“Kalau sudah jadi tersangka, tentu motifnya sudah dimiliki penyidik,” terangnya.

 

“Sudah tahu (motif pembunuhan Brigadir Josua). Dendam itu,” sambung dia.

 

Dibocorkan Brigadir Joshua

Ia menyebut, Ferdy Sambo diduga dendam karena rahasianya dibocorkan Joshua kepada Putri Candrawati.

Baca Juga:  Kelompok Sambo Bakal Lawan Balik Kapolri? Begini Respons Komisi III DPR

 

Sejak dari Magelang, lanjutnya, Putri Candrawati menangis karena mengetahui Ferdy Sambo diduga selingkuh.

 

“Putri bertanya pada Brigadir Josua kenapa bapak (Ferdy Sambo) tidak pulang dan diduga alharmhum memberi tahu keberadaan Ferdy Sambo di suatu tempat bersama perempuan lain,” kata Kamaruddin.

 

Saat di Magelang itulah, terjadi pertengkaran antara Ferdy Sambo dengan Putri Candrawati sehingga terjadi lagi ancaman.

 

Joshua diancam oleh ajudan Ferdy Sambo karena membocorkan informasi keberadaan Ferdy Sambo dengan perempuan lain

 

Kemudian Ferdy Sambo lebih dulu pulang diduga untuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk pembunuhan Josua.

 

“Ada informasi masuk ke saya, sebelum dibawa ke Duren Tiga, Brigadir J diduga dibawa dulu ke Pamenal Mabes Polri,” bebernya.

 

“Makanya saya meminta untuk melakukan pemeriksaan CCTV Mabes Polri,” terang Kamaruddin dalam sebuah wawancara di televisi swasta.

 

Kamaruddin menduga Josua disiksa di Pamenal Mabes Polri.

 

“Di sana Brigadir J disiksa dan dipaksa untuk membuka HP-nya. Makanya sejak 16.25 WIB itu masih read dan setelah itu dimatikan semua,” jelas Kamaruddin. (ruh/pojoksatu)

Most Read

Artikel Terbaru

/