alexametrics
27.4 C
Manado
Minggu, 22 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Lho Kok, Pihak Adam Deni “Ngancam” Ada Berita yang Mau Dibongkar Kalau Gak Ada Kepastian Damai

MANADOPOST.ID–Adam Deni dan Ahmad Sahroni sudah saling meminta maaf. Keduanya telah memberikan maafnya atas permasalahan yang sempat menjerat mereka.

Bahkan, momen bermaafan dilakukan secara langsung dengan cara berjabat tangan di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rabu (6/4).

Herwanto selaku kuasa hukum Adam Deni menyampaikan permohonan maaf ini seharusnya ada tindak lanjutnya dilakukan Ahmad Sahroni. Menurut Herwanto, hal itu sesuai dengan janji yang sempat disampaikannya pada pekan lalu.

“Waktu di persidangan menyampaikan bahwa dia akan mengundang penasehat hukum Adam Deni untuk makan malam. Kalau seandainya ada pertemuan, kalau mau selesai ya harus selesai banget. Jangan tidak ada ujung pangkalnya,” kata Herwanto kepada JawaPos.com.

Bagi Adam Deni, perdamaian ini seharusnya dituangkan dalam keterangan tertulis dari pihak Ahmad Sahroni yang kemudian disampaikan ke hadapan majelis hakim. Isi dari keterangan tersebut, memohon majelis hakim untuk tidak menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Adam Deni.

“Hakim kan ada kewenangan tersendiri. Hukum bukan hanya mencari kepastian hukum, tapi juga keadilan dan kemanfaatan,” tutur Herwanto.

Mumpung dalam nuansa bulan Ramadan, pihak Adam Deni menunggu adanya perdamaian kongkrit dengan Ahmad Sahroni. Herwanto menyebut pihaknya akan sangat terbuka untuk berbicara tentang hal ini.

Akan tetapi, jika tidak ada kepastian perdamaian yang kongkret berdampak pada kasus UU ITE yang sedang berjalan di PN Jakarta Utara, Adam Deni menaruh sikap akan terus melakukan perlawanan. Dan dia pun siap dengan risiko terberat sekalipun.

“Ada berita yang mau dibongkar lagi sama Adam Deni kalau seandainya nggak ada kepastian perdamaian,” tutur Herwanto.(Jawapos)

MANADOPOST.ID–Adam Deni dan Ahmad Sahroni sudah saling meminta maaf. Keduanya telah memberikan maafnya atas permasalahan yang sempat menjerat mereka.

Bahkan, momen bermaafan dilakukan secara langsung dengan cara berjabat tangan di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rabu (6/4).

Herwanto selaku kuasa hukum Adam Deni menyampaikan permohonan maaf ini seharusnya ada tindak lanjutnya dilakukan Ahmad Sahroni. Menurut Herwanto, hal itu sesuai dengan janji yang sempat disampaikannya pada pekan lalu.

“Waktu di persidangan menyampaikan bahwa dia akan mengundang penasehat hukum Adam Deni untuk makan malam. Kalau seandainya ada pertemuan, kalau mau selesai ya harus selesai banget. Jangan tidak ada ujung pangkalnya,” kata Herwanto kepada JawaPos.com.

Bagi Adam Deni, perdamaian ini seharusnya dituangkan dalam keterangan tertulis dari pihak Ahmad Sahroni yang kemudian disampaikan ke hadapan majelis hakim. Isi dari keterangan tersebut, memohon majelis hakim untuk tidak menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Adam Deni.

“Hakim kan ada kewenangan tersendiri. Hukum bukan hanya mencari kepastian hukum, tapi juga keadilan dan kemanfaatan,” tutur Herwanto.

Mumpung dalam nuansa bulan Ramadan, pihak Adam Deni menunggu adanya perdamaian kongkrit dengan Ahmad Sahroni. Herwanto menyebut pihaknya akan sangat terbuka untuk berbicara tentang hal ini.

Akan tetapi, jika tidak ada kepastian perdamaian yang kongkret berdampak pada kasus UU ITE yang sedang berjalan di PN Jakarta Utara, Adam Deni menaruh sikap akan terus melakukan perlawanan. Dan dia pun siap dengan risiko terberat sekalipun.

“Ada berita yang mau dibongkar lagi sama Adam Deni kalau seandainya nggak ada kepastian perdamaian,” tutur Herwanto.(Jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/