29.4 C
Manado
Kamis, 11 Agustus 2022

BERSIAPLAH! di Tahun Ini, Ada Perekrutan Sejuta Talenta Digital

MANADOPOST.ID-Pemerintah makin gencar membangun ekosistem digital. Di antaranya melalui program Digital Talent (Digitalent) yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Hingga 2024, mereka bakal merekrut satu juta peserta digital talent scholarship.

Perinciannya, tahun ini direkrut sebanyak seratus ribu orang. Kemudian tahun depan bertambah jadi 200 ribu orang. Lalu pada 2023, sebanyak 300 ribu orang dan pada 2024 sejumlah 400 ribu orang. Sehingga, total ada satu juta peserta Digitalent. Jumlah itu tidak termasuk 86 ribu peserta yang direkrut dalam kurun 2018–2020.

Kementerian Kominfo dalam menjalankan program Digitalent tersebut menggandeng banyak pihak. Di antaranya Ditjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbudristek melalui kegiatan Gerakan 1.000 usaha rintisan atau startup nasional. Untuk mendukung program tersebut, Ditjen Dikti Kemendikbudristek berusaha meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam membangun startup yang sejalan dengan prinsip Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Prinsip itu memberi hak bagi mahasiswa untuk belajar di luar program studinya namun tetap memperoleh SKS.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Sesditjen Dikti) Kemendikbudristek Paristiyanti Nurwardani menyampaikan visinya untuk mencapai target 100.000 mahasiswa terlibat dalam pengembangan startup pada 2022. ”Nanti, tim yang lolos seleksi pengembangan startup mendapatkan bimbingan yang lebih intensif agar bertahan jangka panjang serta bisa masuk ke platform Kedaireka atau inkubator bisnis kampus,” tutur Paris di Jakarta Rabu (12/5).

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Program 1.000 Startup Digital bakal dikemas dalam beberapa tahap. Supaya berguna untuk memberikan wadah bagi setiap pegiat startup untuk bisa belajar sesuai dengan kebutuhan pengetahuan dari tingkat dasar hingga siap dilepas ke pasar.

Tahapnya dimulai dari Ignition berupa seminar online. Kemudian networking, workshop, dan hacksprint. Kegiatan hacksprint adalah aktivitas brainstorming ide hingga menjadi produk minimum siap uji. Setelah itu ada tahap bootcamp dan incubation.(jawapos.com)

MANADOPOST.ID-Pemerintah makin gencar membangun ekosistem digital. Di antaranya melalui program Digital Talent (Digitalent) yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Hingga 2024, mereka bakal merekrut satu juta peserta digital talent scholarship.

Perinciannya, tahun ini direkrut sebanyak seratus ribu orang. Kemudian tahun depan bertambah jadi 200 ribu orang. Lalu pada 2023, sebanyak 300 ribu orang dan pada 2024 sejumlah 400 ribu orang. Sehingga, total ada satu juta peserta Digitalent. Jumlah itu tidak termasuk 86 ribu peserta yang direkrut dalam kurun 2018–2020.

Kementerian Kominfo dalam menjalankan program Digitalent tersebut menggandeng banyak pihak. Di antaranya Ditjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbudristek melalui kegiatan Gerakan 1.000 usaha rintisan atau startup nasional. Untuk mendukung program tersebut, Ditjen Dikti Kemendikbudristek berusaha meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam membangun startup yang sejalan dengan prinsip Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Prinsip itu memberi hak bagi mahasiswa untuk belajar di luar program studinya namun tetap memperoleh SKS.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Sesditjen Dikti) Kemendikbudristek Paristiyanti Nurwardani menyampaikan visinya untuk mencapai target 100.000 mahasiswa terlibat dalam pengembangan startup pada 2022. ”Nanti, tim yang lolos seleksi pengembangan startup mendapatkan bimbingan yang lebih intensif agar bertahan jangka panjang serta bisa masuk ke platform Kedaireka atau inkubator bisnis kampus,” tutur Paris di Jakarta Rabu (12/5).

Program 1.000 Startup Digital bakal dikemas dalam beberapa tahap. Supaya berguna untuk memberikan wadah bagi setiap pegiat startup untuk bisa belajar sesuai dengan kebutuhan pengetahuan dari tingkat dasar hingga siap dilepas ke pasar.

Tahapnya dimulai dari Ignition berupa seminar online. Kemudian networking, workshop, dan hacksprint. Kegiatan hacksprint adalah aktivitas brainstorming ide hingga menjadi produk minimum siap uji. Setelah itu ada tahap bootcamp dan incubation.(jawapos.com)

Most Read

Artikel Terbaru

/