22.4 C
Manado
Sunday, 25 September 2022

Bangun 6,7 Juta Unit Rumah, Kementerian PUPR Kurangi Backlog

MANADOPOST.ID—Sebagai upaya mengurangi backlog rumah dan menyediakan rumah layak huni, pemerintah telah mencanangkan Program Sejuta Rumah pada 29 April 2015.

Selang tahun 2015 hingga 2019, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah membangun 4,8 juta unit rumah, sedangkan periode 2020 hingga 2021 mencapai 1,9 juta unit rumah.Dengan demikian total capaian pembangunan rumah pada 2015 hingga 2021 sebanyak 6,7 juta unit rumah.

“Untuk itu, hingga tahun 2024 mendatang, pemerintah menargetkan agar akses rumah layak huni meningkat dari semula 56,7% di tahun 2020 menjadi 70% di tahun 2024,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Mohammad Zainal Fatah pula mengatakan bahwa semangat Bung Hatta dalam mewujudkan perumahan rakyat menjadi tauladan bagi Kementerian PUPR dalam menjalankan tugas dan fungsinya, terlebih pada masa Pandemi covid-19.

Baca Juga:  Jaksa Agung Sampaikan Capaian Positif Kejaksaan dan Beri Tujuh Perintah Harian
1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Semangat ini tentu semakin kita rasakan kebenarannya terutama saat pandemi seperti sekarang, dimana kebanyakan orang kini harus bekerja, belajar dan beribadah di rumah, maka kebutuhan akan rumah yang sehat, aman dan layak huni menjadi tumpuan dan memegang peranan penting. Karena hanya rumahlah yang menjadi tempat kita bernaung untuk melakukan isolasi atas deraan pandemi yang sedang kita hadapi,” kata Fatah dalam acara webinar Jejak Pemikiran Bung Hatta “Pejuang sederhana dan Pemikir yang Visioner”, belum lama ini.

Dalam mewujudkan apa yang telah dicita-citakan oleh Bung Hatta ini, Kementerian PUPR telah melakukan sejumlah langkah terkait penyediaan perumahan. Pada bidang pembiayaan, Kementerian PUPR terus menyalurkan bantuan subsidi bagi MBR di antaranya melalui bantuan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan di mana pada tahun 2022 ini ditargetkan tersalur untuk 200 ribu unit rumah.

Baca Juga:  Banjir Bandang Bolmong, BWS Sulawesi I Kerahkan Satgas Penanggulangan Bencana dan Alat Berat

“Melalui komitmen-komitmen ini diharapkan dapat menurunkan angka backlog serta menyediakan hunian layak dan sehat bagi masyarakat Indonesia, khususnya MBR,” tutur Fatah. (kompupr/des)

MANADOPOST.ID—Sebagai upaya mengurangi backlog rumah dan menyediakan rumah layak huni, pemerintah telah mencanangkan Program Sejuta Rumah pada 29 April 2015.

Selang tahun 2015 hingga 2019, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah membangun 4,8 juta unit rumah, sedangkan periode 2020 hingga 2021 mencapai 1,9 juta unit rumah.Dengan demikian total capaian pembangunan rumah pada 2015 hingga 2021 sebanyak 6,7 juta unit rumah.

“Untuk itu, hingga tahun 2024 mendatang, pemerintah menargetkan agar akses rumah layak huni meningkat dari semula 56,7% di tahun 2020 menjadi 70% di tahun 2024,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Mohammad Zainal Fatah pula mengatakan bahwa semangat Bung Hatta dalam mewujudkan perumahan rakyat menjadi tauladan bagi Kementerian PUPR dalam menjalankan tugas dan fungsinya, terlebih pada masa Pandemi covid-19.

Baca Juga:  Buya Syafii Maarif Berpulang, Muhammadiyah Sarankan Kirimkan Doa Dibanding Karangan Bunga

“Semangat ini tentu semakin kita rasakan kebenarannya terutama saat pandemi seperti sekarang, dimana kebanyakan orang kini harus bekerja, belajar dan beribadah di rumah, maka kebutuhan akan rumah yang sehat, aman dan layak huni menjadi tumpuan dan memegang peranan penting. Karena hanya rumahlah yang menjadi tempat kita bernaung untuk melakukan isolasi atas deraan pandemi yang sedang kita hadapi,” kata Fatah dalam acara webinar Jejak Pemikiran Bung Hatta “Pejuang sederhana dan Pemikir yang Visioner”, belum lama ini.

Dalam mewujudkan apa yang telah dicita-citakan oleh Bung Hatta ini, Kementerian PUPR telah melakukan sejumlah langkah terkait penyediaan perumahan. Pada bidang pembiayaan, Kementerian PUPR terus menyalurkan bantuan subsidi bagi MBR di antaranya melalui bantuan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan di mana pada tahun 2022 ini ditargetkan tersalur untuk 200 ribu unit rumah.

Baca Juga:  Pemrov Sulut Kawal Konsultasi Masyarakat Bantaran Sungai Tahap II

“Melalui komitmen-komitmen ini diharapkan dapat menurunkan angka backlog serta menyediakan hunian layak dan sehat bagi masyarakat Indonesia, khususnya MBR,” tutur Fatah. (kompupr/des)

Most Read

Artikel Terbaru

/