34.4 C
Manado
Tuesday, 30 May 2023

Pilpres 2024, Sosok Prabowo Dinilai Sudah Sulit Dijual

MANADOPOST.ID- Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah mengatakan, langkah Partai Gerindra membangun koalisi kuat untuk mendukung Prabowo sebagai capres di Pilpres 2024 tidak mudah.

Di satu sisi, partai-partai besar kemungkinan akan punya calon masing-masing. “Sementara bagi parpol non dominator, sosok Prabowo tidak lagi mewakili iklim kontestasi di 2024,” ujarnya kepada Jawa Pos.

Sebab dalam perspektif pemilih, Dedi menilai ada kesan “kelelahan” yang dialami para pemilih. Hal itu bisa jadi akan digunakan sebagai ukuran partai lain untuk ikut mengusungnya. Pengalaman kalah secara berturut-turut akan mempengaruhi pilihan. ”Ia bisa saja diyakini akan kalah kembali. Dan ini membuat Prabowo dihindari untuk dipilih,” imbuhnya.

Di sisi lain, kata dia, sosok Prabowo dinilai sudah sulit dijual. Meski dalam berbagai survei masih tinggi, namun secara tren cenderung turun. Di sisi lain, Gerindra justru miliki tokoh potensial di luar Prabowo, yakni Sandiaga Uno yang secara tren naik dan lebih segar.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile
Baca Juga:  Lockdown Disebut Tak Efektif Antisipasi Varian Omicron, Luhut: Kita Sudah Lebih Canggih

Dia memprediksi, pernyataan Sekjen Gerindra Ahmad Muzani soal pencalonan Prabowo lebih kepada menguji respon publik. Sebab secara kalkulasi politik, memutuskan nama capres dua tahun sebelum pendaftaran masih terlalu dini.

Sementara itu, sejumlah parpol membuka diri untuk berkoalisi dengan Partai Gerindra pada Pemilu 2024. Namun, soal pilihan capres, mereka juga mempunyai tokoh yang akan diajukan.

PKB misalnya menyambut baik rencana Partai Gerindra yang akan kembali mengusung Ketua Umum Prabowo Subianto sebagai capres. “PKB senang kalau Pak Prabowo nyapres lagi, setidaknya kami dapat mengukur keadaan dari pengalaman yang lalu,” terang Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid kemarin (11/10).

Dia mengatakan, PKB terbuka berkoalisi dengan Partai Gerindra. Namun, harus disusun agenda dan figur yang akan maju pada pilpres nanti. Menurut dia, pasangan capres – cawapres yang akan diusung bisa Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar-Prabowo atau Prabowo-Muhaimin. Kedua kemungkinan itu bisa saja terjadi. “Yang penting dapat merebut hati rakyat dan menang menerima amanat,” kata Gus Jazil, sapaan akrab Jazilul Fawaid.

Baca Juga:  Teroris KKB Tak Takut Digempur Militer Indonesia, Bakal Terus Berupaya Merebut Tanah Papua

Ketua DPP PPP Achmad Baidowi mengatakan, partainya terbuka berkoalisi dengan partai mana pun. Baik dengan Gerindra atau partai lain. Soal figur yang akan diusung, PPP akan memprioritaskan Ketua Umum Suharso Monoarfa. Meski begitu, partainya juga membuka diri menerima tokoh dari luar untuk diusung sebagai capres- cawapres. Saat ini, PPP tengah melakukan inventarisasi tokoh-tokoh yang berpeluang maju pada pilpres. “Kami juga masih terus melakukan konsolidasi internal,” ucapnya.

Sementara Partai Demokrat enggan menanggapi rencana Partai Gerindra. Mereka lebih menyoroti munculnya generasi baru yang berpeluang menjadi capres. Seperti Anies Baswedan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ridwan Kamil, Sandiaga Uno, Ganjar Pranowo, dan tokoh lainya. “Saya pribadi sangat senang,” terang Wasekjen DPP Partai Demokrat Jansen Sintindaon.

Menurut Jansen, mereka adalah generasi baru kepemimpinan nasional. Presidential threshold yang menjadi penghalang harus dibuka, sehingga mereka bisa menyampaikan gagasan dan ide untuk membangun bangsa.(jawapos)

MANADOPOST.ID- Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah mengatakan, langkah Partai Gerindra membangun koalisi kuat untuk mendukung Prabowo sebagai capres di Pilpres 2024 tidak mudah.

Di satu sisi, partai-partai besar kemungkinan akan punya calon masing-masing. “Sementara bagi parpol non dominator, sosok Prabowo tidak lagi mewakili iklim kontestasi di 2024,” ujarnya kepada Jawa Pos.

Sebab dalam perspektif pemilih, Dedi menilai ada kesan “kelelahan” yang dialami para pemilih. Hal itu bisa jadi akan digunakan sebagai ukuran partai lain untuk ikut mengusungnya. Pengalaman kalah secara berturut-turut akan mempengaruhi pilihan. ”Ia bisa saja diyakini akan kalah kembali. Dan ini membuat Prabowo dihindari untuk dipilih,” imbuhnya.

Di sisi lain, kata dia, sosok Prabowo dinilai sudah sulit dijual. Meski dalam berbagai survei masih tinggi, namun secara tren cenderung turun. Di sisi lain, Gerindra justru miliki tokoh potensial di luar Prabowo, yakni Sandiaga Uno yang secara tren naik dan lebih segar.

Baca Juga:  KKB Klaim 42 Kali Diserang Mortir

Dia memprediksi, pernyataan Sekjen Gerindra Ahmad Muzani soal pencalonan Prabowo lebih kepada menguji respon publik. Sebab secara kalkulasi politik, memutuskan nama capres dua tahun sebelum pendaftaran masih terlalu dini.

Sementara itu, sejumlah parpol membuka diri untuk berkoalisi dengan Partai Gerindra pada Pemilu 2024. Namun, soal pilihan capres, mereka juga mempunyai tokoh yang akan diajukan.

PKB misalnya menyambut baik rencana Partai Gerindra yang akan kembali mengusung Ketua Umum Prabowo Subianto sebagai capres. “PKB senang kalau Pak Prabowo nyapres lagi, setidaknya kami dapat mengukur keadaan dari pengalaman yang lalu,” terang Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid kemarin (11/10).

Dia mengatakan, PKB terbuka berkoalisi dengan Partai Gerindra. Namun, harus disusun agenda dan figur yang akan maju pada pilpres nanti. Menurut dia, pasangan capres – cawapres yang akan diusung bisa Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar-Prabowo atau Prabowo-Muhaimin. Kedua kemungkinan itu bisa saja terjadi. “Yang penting dapat merebut hati rakyat dan menang menerima amanat,” kata Gus Jazil, sapaan akrab Jazilul Fawaid.

Baca Juga:  Ganjar-Puan Diprediksi Kalah, SMRC: Prabowo-Muhaimin vs Anies-Agus Superketat

Ketua DPP PPP Achmad Baidowi mengatakan, partainya terbuka berkoalisi dengan partai mana pun. Baik dengan Gerindra atau partai lain. Soal figur yang akan diusung, PPP akan memprioritaskan Ketua Umum Suharso Monoarfa. Meski begitu, partainya juga membuka diri menerima tokoh dari luar untuk diusung sebagai capres- cawapres. Saat ini, PPP tengah melakukan inventarisasi tokoh-tokoh yang berpeluang maju pada pilpres. “Kami juga masih terus melakukan konsolidasi internal,” ucapnya.

Sementara Partai Demokrat enggan menanggapi rencana Partai Gerindra. Mereka lebih menyoroti munculnya generasi baru yang berpeluang menjadi capres. Seperti Anies Baswedan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ridwan Kamil, Sandiaga Uno, Ganjar Pranowo, dan tokoh lainya. “Saya pribadi sangat senang,” terang Wasekjen DPP Partai Demokrat Jansen Sintindaon.

Menurut Jansen, mereka adalah generasi baru kepemimpinan nasional. Presidential threshold yang menjadi penghalang harus dibuka, sehingga mereka bisa menyampaikan gagasan dan ide untuk membangun bangsa.(jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru