29 C
Manado
Selasa, 24 November 2020

Inilah Sosok Dibalik Uji Klinis Vaksin Covid-19

MANADOPOS.ID- Vaksin menjadi secercah harapan dalam penanganan kasus COVID-19. Tingkat keamanan dan keefektifannya juga menjadi faktor yang dijaga dengan ketat. Dalam tugas penting ini, dibutuhkan sosok yang berpengalaman untuk mengawal proses pengembangan dan uji klinis vaksin COVID-19. Prof. Kusnandi Rusmil adalah salah seorang yang mengawal proses tersebut.

Dengan pengalaman melakukan 26 uji klinis vaksin sepanjang karir profesionalnya, Prof. Kusnandi Rusmil didapuk menjadi Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin COVID-19. Guru Besar Kesehatan Anak Universitas Padjadjaran ini pun akhirnya kerap muncul di media massa untuk memberikan keterangan terkait perkembangan uji klinis kandidat vaksin COVID-19.

Tanggung jawab yang disematkan kepadanya itu tak lepas dari perjuangannya dalam meniti karir di dunia kesehatan. Lelaki kelahiran Payakumbuh, Sumatera Barat ini, merintis karirnya dari jenjang di puskesmas. Dirinya menamatkan pendidikan dokter pada 1976 dan melanjutkan baktinya di puskesmas di Lampung. Prof. Kusnandi bekerja di pelosok Lampung selama 8 tahun, dan di saat itulah dia melihat sendiri betapa kompleks permasalahan kesehatan anak-anak saat itu. Apalagi, vaksin belum berkembang dengan baik.

Setelah sempat pindah tugas ke Sumatera Barat dan merampungkan pendidikan spesialis, Prof. Kusnandi lantas kembali ke Unpad untuk menjadi tenaga pengajar pediatri sosial. Dalam mata kuliah yang diajar, Prof. Kusnandi fokus memberi pelajaran mengenai imunisasi.

“Saya mendapat kepercayaan untuk melaksanakan hampir semua imunisasi. Jadi mulai dari imunisasi DPT, Hepatitis B, uji klinis fase I-II, kemudian pentabio, kemudian bersama Prof. Sri meneliti vaksin Dengue, kemudian vaksin pneumococcus,” ujar Prof. Kusnandi dalam Dialog Produktif bertema ‘Berjuang Tanpa Lelah Menyiapkan Vaksin’ yang digelar di Media Center Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Selasa (10/11).

Prof. Kusnandi menegaskan imunisasi merupakan hal penting yang harus terus diperjuangkan pemerintah Indonesia. Tujuan akhirnya tentu mencegah berbagai penyakit infeksi yang menjangkit anak-anak atau masyarakat usia dewasa.

Kedekatan lokasi antara Unpad dan PT Bio Farma juga membuat keilmuan Prof. Kusnandi banyak digunakan dalam persiapan produksi berbagai macam vaksin. Nyaris seluruh produk vaksin yang dikembangkan Bio Farma melibatkan jasa Prof. Kusnandi.

“Kita harus bekerja keras. Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) juga harus bekerja keras agar cakupan imunisasi di Indonesia meningkat. Karena penyakit yang kerap mewabah itu, penyakit-penyakit yang dapat dicegah oleh imunisasi,” pungkasnya menutup pembicaraan.(*)

-

Artikel Terbaru

11 Mitra Binaan Sulut `Disuntik` 1,7 Miliar

MANADOPOST-ID-- Pagi tadi sekira Pukul 10.22 WITA, Bertempat di Four Point by Sheraton Manado, PT Pertamina

FDW-PYR Banjir Dukungan di Kecamatan Sinonsayang

MANADOPOST.ID—Pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) Franky Donny Wongkar dan Pdt Petra Yani Rembang (FDW-PYR), terus menuai dukungan penuh masyarakat.

Serunya Event Akhir Tahun Hasjrat Fair Secara Virtual, Banyak Hadiah Langsung Diberikan!

Event akhir tahun terbesar PT Hasjrat Abadi selesai diselenggarakan Sabtu (21/11).

Warga Teteli Ditemukan Mengambang di Pantai Bulo

Sesosok mayat ditemukan mengambang di Pantai Bulo, Kecamatan Mandolang, Minahasa, Selasa (24/11).

Bongkar `Sarang` Suara Lawan, Iskandar-Deddy Disenangi

MANADOPOST.ID—Meski diguyur hujan lebat, antusias masyarakat Desa Toluaya dan Soguo, Kecamatan Bolaang Uki, Kabupaten Bolmong Selatan (Bolsel), sangat tinggi. Ketika menyambut kedatangan pasangan calon (Paslon) Bupati Hi Iskandar Kamaru dan Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid (Berkah).