31.4 C
Manado
Jumat, 1 Juli 2022

PDIP Terpecah? Pendukung Ganjar Deklarasi Barisan Celeng Berjuang, Pengamat: Simbol Perlawanan

MANADOPOST.ID – Kemunculan ‘Barisan Celeng Berjuang’ dinilai pengamat politik Khoirul Umam merupakan symbol perlawanan pendukung Ganjar Pranowo ke PDIP.

Khoirul Umam yang merupakan Direktur Eksekutif Indostrategic, menilai kemunculan ‘Barisan Celeng Berjuang’ sebagai perlawanan terhadap gaya demokrasi terpimpin yang dilakukan PDIP.

Khoirul Umam menilai PDIP perlu menyerap masukan yang disampaikan sejumlah kader PDIP.

“Sebagai partai yang menggunakan istilah ‘demokrasi’ di namanya, PDIP seharusnya bersikap lebih demokratis,” tegas Khoirul Umam kepada wartawan, Selasa (12/10).

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Jika memang benar berasal dari kader, logo Celeng Berjuang itu merupakan merupakan simbol perlawanan terhadap model kepemimpinan ala ‘demokrasi terpimpin’ yang sebenarnya tidak ada dalam varian teori demokrasi mana pun,” kata Umam lagi.

Demokrasi terpimpin yang dimaksud Khoirul Umam adalah tak dibukanya masukan dari kader.

Kader PDIP dipaksa untuk mengikuti keputusan elite PDIP, justru akan menimbulkan perpecahan.

“Tidak dibukanya ruang kebebasan berpendapat, di mana kader dipaksa tunduk pada keputusan elite, berpotensi menciptakan friksi yang tidak produktif,” ujarnya.

MANADOPOST.ID – Kemunculan ‘Barisan Celeng Berjuang’ dinilai pengamat politik Khoirul Umam merupakan symbol perlawanan pendukung Ganjar Pranowo ke PDIP.

Khoirul Umam yang merupakan Direktur Eksekutif Indostrategic, menilai kemunculan ‘Barisan Celeng Berjuang’ sebagai perlawanan terhadap gaya demokrasi terpimpin yang dilakukan PDIP.

Khoirul Umam menilai PDIP perlu menyerap masukan yang disampaikan sejumlah kader PDIP.

“Sebagai partai yang menggunakan istilah ‘demokrasi’ di namanya, PDIP seharusnya bersikap lebih demokratis,” tegas Khoirul Umam kepada wartawan, Selasa (12/10).

“Jika memang benar berasal dari kader, logo Celeng Berjuang itu merupakan merupakan simbol perlawanan terhadap model kepemimpinan ala ‘demokrasi terpimpin’ yang sebenarnya tidak ada dalam varian teori demokrasi mana pun,” kata Umam lagi.

Demokrasi terpimpin yang dimaksud Khoirul Umam adalah tak dibukanya masukan dari kader.

Kader PDIP dipaksa untuk mengikuti keputusan elite PDIP, justru akan menimbulkan perpecahan.

“Tidak dibukanya ruang kebebasan berpendapat, di mana kader dipaksa tunduk pada keputusan elite, berpotensi menciptakan friksi yang tidak produktif,” ujarnya.

Most Read

Artikel Terbaru

/