alexametrics
24.4 C
Manado
Sabtu, 21 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Refli Harun Minta KPK Usut Bisnis PCR Dibanding Formula E

MANADOPOST.ID–KPK Diminta lebih fokus mengusut sejumlah permasalahan seperti bisnis tes PCR yang diduga melibatkan orang-orang besar dinegeri ini, dibanding menyoroti Formula E.

Menurut  Pakar Hukum Tata Negara Refli Harun, kasus bisnis tes PCR sudah ada angka jelas. “Saya pikir mesti diprioritaskan kasus-kasus besar. Seperti bisnis PCR, sebab ada angka yang jelas, aktor yang diduga juga jelas,” kata Refly Harun, Minggu, (14/11).

Refly juga meminta, agar KPK tidak bertindak sebagai auditor dalam kasus Formula E. Hal itu lantaran wilayah dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Lebih baik, lanjut Refly, lembaga antirasuah bisa memprioritaskan mengusut kasus-kasus yang sudah lebih jelas dugaan kerugian Negara dan siapa aktornya yang terlibat.

“Jadi, ini kok terkesan KPK seperti sedang melakukan audit sebuah kegiatan, justru bukan melakukan investigasi kasus korupsi. Soal audit itu kan ranahnya BPK dan setahu saya BPK sudah melakukan audit dan sudah ada hasilnya,” ungkap Refly.

Refly pun memahami, jika KPK tentu menerima banyak laporan masyarakat terkait sejumlah kasus atau persoalan, baik yang memiliki indikasi korupsi maupun karena faktor lain. Namun demikian, jangan sampai memunculkan anggapan publik soal Formula E.

“Ya jangan tanya ke saya. Tetapi jangan sampai memunculkan anggapan publik bahwa ini untuk incar Gubernur DKI. Saya ya tidak bisa membenarkan atau menyalahkan, namanya imajinasi publik, bisa muncul kapan dan apa saja,” papar Refly.(Jawapos)

MANADOPOST.ID–KPK Diminta lebih fokus mengusut sejumlah permasalahan seperti bisnis tes PCR yang diduga melibatkan orang-orang besar dinegeri ini, dibanding menyoroti Formula E.

Menurut  Pakar Hukum Tata Negara Refli Harun, kasus bisnis tes PCR sudah ada angka jelas. “Saya pikir mesti diprioritaskan kasus-kasus besar. Seperti bisnis PCR, sebab ada angka yang jelas, aktor yang diduga juga jelas,” kata Refly Harun, Minggu, (14/11).

Refly juga meminta, agar KPK tidak bertindak sebagai auditor dalam kasus Formula E. Hal itu lantaran wilayah dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Lebih baik, lanjut Refly, lembaga antirasuah bisa memprioritaskan mengusut kasus-kasus yang sudah lebih jelas dugaan kerugian Negara dan siapa aktornya yang terlibat.

“Jadi, ini kok terkesan KPK seperti sedang melakukan audit sebuah kegiatan, justru bukan melakukan investigasi kasus korupsi. Soal audit itu kan ranahnya BPK dan setahu saya BPK sudah melakukan audit dan sudah ada hasilnya,” ungkap Refly.

Refly pun memahami, jika KPK tentu menerima banyak laporan masyarakat terkait sejumlah kasus atau persoalan, baik yang memiliki indikasi korupsi maupun karena faktor lain. Namun demikian, jangan sampai memunculkan anggapan publik soal Formula E.

“Ya jangan tanya ke saya. Tetapi jangan sampai memunculkan anggapan publik bahwa ini untuk incar Gubernur DKI. Saya ya tidak bisa membenarkan atau menyalahkan, namanya imajinasi publik, bisa muncul kapan dan apa saja,” papar Refly.(Jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/