30.4 C
Manado
Jumat, 1 Juli 2022

Puan Gaungkan Perlindungan Perempuan

MANADOPOST.ID — Upaya perlindungan terhadap perempuan, terus digaungkan. Bahkan saat ini Ketua DPR RI Puan Maharani, secara tegas menggaungkan perlindungan perempuan. Bahkan dengan kepedulian tersebut, Puan meminta negara perlu hadir secara intensif untuk melindungi perempuan. Instrumen perlindungan perempuan juga diminta Puan, harus dilakukan secara maksimal.

“Perempuan merupakan subyek hukum yang harus diperhatikan dan memperoleh perlindungan sebagai hak seluruh warga negara,” ungkap Ketua DPR RI Puan Maharani, seperti dilansir dari JawaPos.com (Grup Manado Post), Minggu (12/12) kemarin.

Untuk itu, Puan mengatakan meminta agar perempuan mendapatkan haknya dalam perlindungan hukum secara menyeluruh terutama dari kekerasan seksual, maka negara wajib hadir dengan instrumen perlindungan yang maksimal. “Saya tentu pada berharap peringatan hari HAM sedunia menjadi momentum yang baik untuk kembali menguatkan dukungan terhadap upaya-upaya perlindungan terhadap perempuan oleh negara,” jelasnya.

Sosok yang dijagokan dalam bursa Pilpres 2024 tersebut juga mengatakan bahwa, sebagai kehadiran negara dalam melindungi perempuan dari kekerasan, maupun melindungi hak-haknya yang lain secara berkeadilan.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Memang saat ini masih ada berbagai kasus kekerasan terhadap perempuan akhir-akhir ini memprihatinkan dan memilukan. Saat ini Indonesia masuk pada kondisi darurat kekerasan seksual, karena tidak hanya terjadi di tempat umum, tetapi di lembaga pendidikan, bahkan pendidikan berbasis agama. Seharusnya lembaga pendidikan tempat yang aman untuk mengembangkan potensi peserta didiknya,” bebernya.

Puan memandang instrumen perlindungan perempuan seperti RUU TPKS menjadi sangat penting untuk disahkan. “Saya tentu sangat berharap jika tanggal 22 Desember bertepatan dengan Hari Ibu bisa disahkan, bisa jadi kado istimewa untuk perempuan dan ibu. Kita harus konsen dalam masalah ini. Karena isu kekerasan terhadap perempuan masih terus terjadi. Saya harap ini menjadi kepedulian semua orang, khususnya Pemerintah Republik Indonesia,” tandasnya. (jawapos)

MANADOPOST.ID — Upaya perlindungan terhadap perempuan, terus digaungkan. Bahkan saat ini Ketua DPR RI Puan Maharani, secara tegas menggaungkan perlindungan perempuan. Bahkan dengan kepedulian tersebut, Puan meminta negara perlu hadir secara intensif untuk melindungi perempuan. Instrumen perlindungan perempuan juga diminta Puan, harus dilakukan secara maksimal.

“Perempuan merupakan subyek hukum yang harus diperhatikan dan memperoleh perlindungan sebagai hak seluruh warga negara,” ungkap Ketua DPR RI Puan Maharani, seperti dilansir dari JawaPos.com (Grup Manado Post), Minggu (12/12) kemarin.

Untuk itu, Puan mengatakan meminta agar perempuan mendapatkan haknya dalam perlindungan hukum secara menyeluruh terutama dari kekerasan seksual, maka negara wajib hadir dengan instrumen perlindungan yang maksimal. “Saya tentu pada berharap peringatan hari HAM sedunia menjadi momentum yang baik untuk kembali menguatkan dukungan terhadap upaya-upaya perlindungan terhadap perempuan oleh negara,” jelasnya.

Sosok yang dijagokan dalam bursa Pilpres 2024 tersebut juga mengatakan bahwa, sebagai kehadiran negara dalam melindungi perempuan dari kekerasan, maupun melindungi hak-haknya yang lain secara berkeadilan.

“Memang saat ini masih ada berbagai kasus kekerasan terhadap perempuan akhir-akhir ini memprihatinkan dan memilukan. Saat ini Indonesia masuk pada kondisi darurat kekerasan seksual, karena tidak hanya terjadi di tempat umum, tetapi di lembaga pendidikan, bahkan pendidikan berbasis agama. Seharusnya lembaga pendidikan tempat yang aman untuk mengembangkan potensi peserta didiknya,” bebernya.

Puan memandang instrumen perlindungan perempuan seperti RUU TPKS menjadi sangat penting untuk disahkan. “Saya tentu sangat berharap jika tanggal 22 Desember bertepatan dengan Hari Ibu bisa disahkan, bisa jadi kado istimewa untuk perempuan dan ibu. Kita harus konsen dalam masalah ini. Karena isu kekerasan terhadap perempuan masih terus terjadi. Saya harap ini menjadi kepedulian semua orang, khususnya Pemerintah Republik Indonesia,” tandasnya. (jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/