24.4 C
Manado
Sabtu, 20 Agustus 2022

BAKU Tembak Ajudan Ferdy Sambo, Irjen Napoleon malah Sindir Kapolri: Tak Perlu Repot-repot Bentuk..

MANADOPOST.ID-Irjen Napoleon menganggap kasus baku tembak ajudan Ferdy Sambo antara Brigadir Nopryansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J dengan Bharada E adalah perkara mudah.

 

Karena perkara mudah, maka kasus baku tembak ajudan Ferdy Sambo itu tidak akan sulit untuk dibuka secara terang benderang.

 

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Itu disampaikan mantan Kadiv Hubinter Polri tersebut kepada wartawan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (14/7/2022).

 

“Itu perkara yang mudah untuk disimpulkan,” tuturnya.

 

Atas penilaian itu, Irjen Napoleon menyebut Kapolri sejatinya tak perlu repot-repot membentuk tim khusus.

 

“Penyidik biasa saja bisa menyimpulkan. Enggak perlu TGPF (tim gabungan pencari fakta),” sambungnya.

 

Sebaliknya, terdakwa kasus penganiayaan M Kece itu meminta semua pihak agar bisa jujur dalam mengungkap kasus baku tembak ajudan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo tersebut.

 

Sebab hanya dengan kejujuran itu saja kasus itu bisa diselesaikan dengan cepat dan tak membutuhkan waktu yang lama.

 

“Mari kembali jujur, katakan apa adanya,” ujarnya.

 

Perwira tinggi Polri yang karirnya di ujung tanduk itu juga meminta agar tidak ada pihak-pihak yang menutup-nutupi kasus tersebut.

 

“Kenapa? Karena tidak ada yang bisa ditutup-tutupi dengan baik. Pasti akan terbuka,” ucap Napoleon.

 

Napoleon lantas mengingatkan bahwa semua pihak yang menutup-nutupi kasus itu akan berbalik kepada diri mereka sendiri.

 

“Kalau terbukti apa yang dikatakannya itu membabi-buta membela sesuatu yang ditutup-tutupi atau sebagainya, suatu saat akan kembali kepada Anda,” ingat Napoleon.

 

Untuk diketahui, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo sebelumnya sudah membentuk tim khusus untuk nengusut kasus baku tembak antara Brigadri Nopryansyah Yosua Hutabarat atau Brgadir J dengan Bharada E.

 

Sigit menjelaskan, timsus bentukannya itu dipimpin langsung Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono.

 

Tim tersebut juga terdiri dari Irwasum Komjen Pol Agung Budi Maryoto, Kabareskrim Komjen Agus Andrianto.

 

Selain itu juga ada Kabaintelkam Komjen Pol Ahmad Dofiri dan Asisten Kapolri Bidang SDM Irjen Wahyu Widada.

 

Selanjutnya tim tersebut akan dibantu Biro Paminal dan Biro Provos yang ada di bawah Divisi Propam Polri. (ruh/pojoksatu)

MANADOPOST.ID-Irjen Napoleon menganggap kasus baku tembak ajudan Ferdy Sambo antara Brigadir Nopryansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J dengan Bharada E adalah perkara mudah.

 

Karena perkara mudah, maka kasus baku tembak ajudan Ferdy Sambo itu tidak akan sulit untuk dibuka secara terang benderang.

 

Itu disampaikan mantan Kadiv Hubinter Polri tersebut kepada wartawan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (14/7/2022).

 

“Itu perkara yang mudah untuk disimpulkan,” tuturnya.

 

Atas penilaian itu, Irjen Napoleon menyebut Kapolri sejatinya tak perlu repot-repot membentuk tim khusus.

 

“Penyidik biasa saja bisa menyimpulkan. Enggak perlu TGPF (tim gabungan pencari fakta),” sambungnya.

 

Sebaliknya, terdakwa kasus penganiayaan M Kece itu meminta semua pihak agar bisa jujur dalam mengungkap kasus baku tembak ajudan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo tersebut.

 

Sebab hanya dengan kejujuran itu saja kasus itu bisa diselesaikan dengan cepat dan tak membutuhkan waktu yang lama.

 

“Mari kembali jujur, katakan apa adanya,” ujarnya.

 

Perwira tinggi Polri yang karirnya di ujung tanduk itu juga meminta agar tidak ada pihak-pihak yang menutup-nutupi kasus tersebut.

 

“Kenapa? Karena tidak ada yang bisa ditutup-tutupi dengan baik. Pasti akan terbuka,” ucap Napoleon.

 

Napoleon lantas mengingatkan bahwa semua pihak yang menutup-nutupi kasus itu akan berbalik kepada diri mereka sendiri.

 

“Kalau terbukti apa yang dikatakannya itu membabi-buta membela sesuatu yang ditutup-tutupi atau sebagainya, suatu saat akan kembali kepada Anda,” ingat Napoleon.

 

Untuk diketahui, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo sebelumnya sudah membentuk tim khusus untuk nengusut kasus baku tembak antara Brigadri Nopryansyah Yosua Hutabarat atau Brgadir J dengan Bharada E.

 

Sigit menjelaskan, timsus bentukannya itu dipimpin langsung Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono.

 

Tim tersebut juga terdiri dari Irwasum Komjen Pol Agung Budi Maryoto, Kabareskrim Komjen Agus Andrianto.

 

Selain itu juga ada Kabaintelkam Komjen Pol Ahmad Dofiri dan Asisten Kapolri Bidang SDM Irjen Wahyu Widada.

 

Selanjutnya tim tersebut akan dibantu Biro Paminal dan Biro Provos yang ada di bawah Divisi Propam Polri. (ruh/pojoksatu)

Most Read

Artikel Terbaru

/