32.4 C
Manado
Selasa, 9 Agustus 2022

Mie Atep, Kuliner Legendaris Belitung Yang Bertahan Sejak 1973

MANADOPOST.ID—Berkunjung ke Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung selain menikmati suasana pantai, wajib juga mencoba kulinernya. Salah satu di antaranya, Mie Belitung Atep. Berdiri sejak 1973, kios mie yang berlokasi di Jl Sriwijaya No 27, Parit, Tj Pandan ini menjadi salah satu tempat kuliner wajib dicoba di Belitung.

Menu andalan di kios mie ini adalah Mie Belitung. Mie rebus dengan kuah kental, dipadukan dengan sejumlah toping seperti bakwan udang, kentang rebus, udang rebus, tauge serta keripik emping yang gurih. Dipadu dengan kuah manis yang bikin Mie Belitung menjadi kuliner yang harus dicoba.

Pemilik Mie Belitung Atep, Ferawaty atau biasa dipanggil Ci’ Atep pun menceritakan bagaimana Mie Belitung mulai dikenal jadi kuliner legendaris Belitung. “Jadi Mie Belitung Atep mulai berdiri sejak tahun 1973. Resep mulanya dibuat oleh ibu saya, dan diajarkan ke saya,” cerita Ci’ Atep di sela-sela melayani pelanggan.

Sejak berdiri 47 tahun lalu, Ci’ Atep menuturkan, originalitas Mie Belitung Atep tetap terus dijaga. Meskipun ada beberapa penyesuaikan karena perkembangan masa, namun rasanya masih tetap sama sejak dulu. “Beberapa yang membuat Mie Belitung lain dari yang lain karena bumbu dan resepnya original, diciptakan oleh orang tua dan diturunkan ke anak-anak. Selain itu bahan dan bumbu yang dipakai masih segar,” ungkapnya. Soal harga, lanjut Ci’ Atep, tidak mahal dan sangat terjangkau. “Satu porsi hanya Rp 18 ribu,” kata dia.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Ci’ Atep pun bercerita soal dampak Covid-19 pada kios Mie Belitung Atep miliknya. “Pandemi ini memberikan dampak yang cukup besar. Omzet berkurang drastis. Lebih dari 50 persen. Biasa perhari bisa menjual sekira 100 porsi, sekarang 40-50 saja sudah lumayan,” katanya.

Dia pun berharap, dengan kembali dibukanya destinasi-destinasi wisata, maka omzet Kios Mie Belitung miliknya akan perlahan membaik. “Tentu kami juga melakukan protokol kesehatan seperti disediakan tempat cuci tangan dan mengimbau kepada tamu untuk jaga jarak,” pungkas Ci’ Atep. (*)

MANADOPOST.ID—Berkunjung ke Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung selain menikmati suasana pantai, wajib juga mencoba kulinernya. Salah satu di antaranya, Mie Belitung Atep. Berdiri sejak 1973, kios mie yang berlokasi di Jl Sriwijaya No 27, Parit, Tj Pandan ini menjadi salah satu tempat kuliner wajib dicoba di Belitung.

Menu andalan di kios mie ini adalah Mie Belitung. Mie rebus dengan kuah kental, dipadukan dengan sejumlah toping seperti bakwan udang, kentang rebus, udang rebus, tauge serta keripik emping yang gurih. Dipadu dengan kuah manis yang bikin Mie Belitung menjadi kuliner yang harus dicoba.

Pemilik Mie Belitung Atep, Ferawaty atau biasa dipanggil Ci’ Atep pun menceritakan bagaimana Mie Belitung mulai dikenal jadi kuliner legendaris Belitung. “Jadi Mie Belitung Atep mulai berdiri sejak tahun 1973. Resep mulanya dibuat oleh ibu saya, dan diajarkan ke saya,” cerita Ci’ Atep di sela-sela melayani pelanggan.

Sejak berdiri 47 tahun lalu, Ci’ Atep menuturkan, originalitas Mie Belitung Atep tetap terus dijaga. Meskipun ada beberapa penyesuaikan karena perkembangan masa, namun rasanya masih tetap sama sejak dulu. “Beberapa yang membuat Mie Belitung lain dari yang lain karena bumbu dan resepnya original, diciptakan oleh orang tua dan diturunkan ke anak-anak. Selain itu bahan dan bumbu yang dipakai masih segar,” ungkapnya. Soal harga, lanjut Ci’ Atep, tidak mahal dan sangat terjangkau. “Satu porsi hanya Rp 18 ribu,” kata dia.

Ci’ Atep pun bercerita soal dampak Covid-19 pada kios Mie Belitung Atep miliknya. “Pandemi ini memberikan dampak yang cukup besar. Omzet berkurang drastis. Lebih dari 50 persen. Biasa perhari bisa menjual sekira 100 porsi, sekarang 40-50 saja sudah lumayan,” katanya.

Dia pun berharap, dengan kembali dibukanya destinasi-destinasi wisata, maka omzet Kios Mie Belitung miliknya akan perlahan membaik. “Tentu kami juga melakukan protokol kesehatan seperti disediakan tempat cuci tangan dan mengimbau kepada tamu untuk jaga jarak,” pungkas Ci’ Atep. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/