alexametrics
24.4 C
Manado
Jumat, 20 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Rombongan Mobil Dinas Pendidikan Terbalik, Nyawa Bu Guru Pangemanan Tak Tertolong

MANADOPOST.ID— Mobil rombongan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke, mengalami kecelakaan lalu lintas saat melakukan perjalanan dinas dari Muting-Merauke. Akibat kejadian ini, satu penumpang meninggal dunia, bernama Syane Pangemanan (57).

Dilansir Cepos Online, Kapolres Merauke AKBP Ir Untung Sangaji MHum melalui Kasat Lantas AKP Dian Novita Pitesz SIK membeber, pada Jumat (12/11) rombongan Dinas Pendidikan Kabupaten Merauke  berjumlah enam orang ditambah satu orang yang merupakan istri dari salah rombongan tersebut melakukan perjalanan dinas ke Distrik Muting dengan menggunakan mobil Mitsubisi Triton warna merah.

Kemudian pada Sabtu (13/11) sekitar pukul 14.30 WIT, rombongan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke pulang  ke Merauke dengan posisi lima orang berada dalam mobil sudah termasuk sopir. Sedangkan dua orang lainnya, yakni Syane Pangemanan istri dari Lukas Anggormase dan suaminya berada di bak mobil. Syane Pangemanan yang adalah  guru salah satu SD di Merauke ikut bersama dengan suaminya saat ke Muting.

Mobil dikemudikan Wensislaus Kukumbo. Sekitar pukul 17.20 WIT, kendaraan tiba di TKP yakni di sekitar Caruk, Jalan Trans Papua, kilometer 136 dari Kota Merauke. Dari hasil olah TKP yang dilkaukan dan berdasarkan hasil pemeriksaan saksi, terungkap bahwa kecelakaan tersebut terjadi karena mobil dalam kecepatan tinggi sehingga pengemudi hilang kendali saat bertemu dengan mobil tangki.

“Karena mobil tangki agak lebar sehingga lebih banyak mengambil badan jalan, sehingga mobil Tritton turun sebagian keluar dari badan jalan dan saat akan kembali ke badan jalan, pengemudi tidak bisa lagi mengendalikan kendaraannya sehingga terbalik,” katanya.

Dalam hal ini,  kecelakaan tersebut murni  kecelakaan tunggal. “Jadi bukan tersenggol. Karena dari olah TKP tidak ada tanda-tanda mobil tersenggol,” terangnya.

Sekitar pukul 17.30 WIT, sopir berhasil keluar dari dalam mobil posisi terbalik dan melihat beberapa kendaraan sudah berhenti di bahu jalan. Kemudian sopir dibantu oleh para sopir kendaraan yang ada berhenti di bahu jalan untuk mengevakuasi para korban yang masih terjebak dalam kendaraan Triton yang mengalami kecelakaan.

Sekitar pukul 18.00, korban  meninggal dunia dibawa ke Puskemas Sota. Sementara Lukas Anggormase dilarikan ke Rumah Sakit Bunda Pengharapan. Sedangkan lima orang yang ada di dalam mobil tersebut memgalami luka ringan. Menurut Kasat Lantas, sopir dan kelima penumpang mengalami luka ringan. Sebab, semuanya sudah keluar dari rumah sakit dan puskesmas.

“Luka berat kalau misalnya patah tulang atau dirawat di rumah sakit lebih dari tiga hari. Tapi, semuanya sudah kembali ke rumah  masing-masing. Jadi hanya luka ringan,” terangnya. Sedangkan korban meninggal mengalami luka berat dan diperkirakan saat kejadian terlempar karena berada di bak belakang terbuka mobil tersebut.(cepos/tan)

MANADOPOST.ID— Mobil rombongan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke, mengalami kecelakaan lalu lintas saat melakukan perjalanan dinas dari Muting-Merauke. Akibat kejadian ini, satu penumpang meninggal dunia, bernama Syane Pangemanan (57).

Dilansir Cepos Online, Kapolres Merauke AKBP Ir Untung Sangaji MHum melalui Kasat Lantas AKP Dian Novita Pitesz SIK membeber, pada Jumat (12/11) rombongan Dinas Pendidikan Kabupaten Merauke  berjumlah enam orang ditambah satu orang yang merupakan istri dari salah rombongan tersebut melakukan perjalanan dinas ke Distrik Muting dengan menggunakan mobil Mitsubisi Triton warna merah.

Kemudian pada Sabtu (13/11) sekitar pukul 14.30 WIT, rombongan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke pulang  ke Merauke dengan posisi lima orang berada dalam mobil sudah termasuk sopir. Sedangkan dua orang lainnya, yakni Syane Pangemanan istri dari Lukas Anggormase dan suaminya berada di bak mobil. Syane Pangemanan yang adalah  guru salah satu SD di Merauke ikut bersama dengan suaminya saat ke Muting.

Mobil dikemudikan Wensislaus Kukumbo. Sekitar pukul 17.20 WIT, kendaraan tiba di TKP yakni di sekitar Caruk, Jalan Trans Papua, kilometer 136 dari Kota Merauke. Dari hasil olah TKP yang dilkaukan dan berdasarkan hasil pemeriksaan saksi, terungkap bahwa kecelakaan tersebut terjadi karena mobil dalam kecepatan tinggi sehingga pengemudi hilang kendali saat bertemu dengan mobil tangki.

“Karena mobil tangki agak lebar sehingga lebih banyak mengambil badan jalan, sehingga mobil Tritton turun sebagian keluar dari badan jalan dan saat akan kembali ke badan jalan, pengemudi tidak bisa lagi mengendalikan kendaraannya sehingga terbalik,” katanya.

Dalam hal ini,  kecelakaan tersebut murni  kecelakaan tunggal. “Jadi bukan tersenggol. Karena dari olah TKP tidak ada tanda-tanda mobil tersenggol,” terangnya.

Sekitar pukul 17.30 WIT, sopir berhasil keluar dari dalam mobil posisi terbalik dan melihat beberapa kendaraan sudah berhenti di bahu jalan. Kemudian sopir dibantu oleh para sopir kendaraan yang ada berhenti di bahu jalan untuk mengevakuasi para korban yang masih terjebak dalam kendaraan Triton yang mengalami kecelakaan.

Sekitar pukul 18.00, korban  meninggal dunia dibawa ke Puskemas Sota. Sementara Lukas Anggormase dilarikan ke Rumah Sakit Bunda Pengharapan. Sedangkan lima orang yang ada di dalam mobil tersebut memgalami luka ringan. Menurut Kasat Lantas, sopir dan kelima penumpang mengalami luka ringan. Sebab, semuanya sudah keluar dari rumah sakit dan puskesmas.

“Luka berat kalau misalnya patah tulang atau dirawat di rumah sakit lebih dari tiga hari. Tapi, semuanya sudah kembali ke rumah  masing-masing. Jadi hanya luka ringan,” terangnya. Sedangkan korban meninggal mengalami luka berat dan diperkirakan saat kejadian terlempar karena berada di bak belakang terbuka mobil tersebut.(cepos/tan)

Most Read

Artikel Terbaru

/