alexametrics
25.4 C
Manado
Rabu, 25 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Laporan Ubedillah Badrun Terhadap Putra Jokowi Disebut Hasil Imajinasi, Faldo Maldini: Berbahaya

MANADOPOST.ID–Dua putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep dilaporkan Ubedillah Badrun, Dosen UNJ ke KPK Menurut Staf Khusus Mensesneg Faldo Maldini laporan tersebut hasil imajinasi.

“Menurut kami cukup berbahaya dan sedang kita pertaruhkan adalah soal imajinasi. Jangan sampai faktor yang disampaikan tidak bisa dihadirkan, nggak mungkin hukum kita dibangun atas imajinasi,” kata Faldo dilansir dari Pojoksatu.id.

Dalam dunia politik, kata Faldo, laporan Ubedillah terhadap anak Jokowi sama dengan tuduhan. Selain itu, laporan tersebut akan sulit dibuktikan.

“Kalau seandainya, menurut saya mungkin cukup sulit untuk membuktikan. Tapi tadi pak Ubed cukup confident, punya data-data yang disampaikan,” sambungnya.

Faldo mengatakan, semua orang berhak berimajinasi dan membuat laporan. Namun, kata dia yang paling penting adalah menunggu putusan penegak hukum.

“Silahkan melapor karena memang sudah ada mekanismenya. Semua dari kita bisa berimajinasi, berspekulasi, bisa menduga, tapi kita tentu akan menunggu keputusan aparat penegak hukum kita,” ujarnya.

Sebagai informasi, Ubedillah melaporkan Gibran dan Kaesang terkait dugaan tindak pidana korupsi dan atau tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan berkaitan dengan dugaan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). (ral/int/pojoksatu)

MANADOPOST.ID–Dua putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep dilaporkan Ubedillah Badrun, Dosen UNJ ke KPK Menurut Staf Khusus Mensesneg Faldo Maldini laporan tersebut hasil imajinasi.

“Menurut kami cukup berbahaya dan sedang kita pertaruhkan adalah soal imajinasi. Jangan sampai faktor yang disampaikan tidak bisa dihadirkan, nggak mungkin hukum kita dibangun atas imajinasi,” kata Faldo dilansir dari Pojoksatu.id.

Dalam dunia politik, kata Faldo, laporan Ubedillah terhadap anak Jokowi sama dengan tuduhan. Selain itu, laporan tersebut akan sulit dibuktikan.

“Kalau seandainya, menurut saya mungkin cukup sulit untuk membuktikan. Tapi tadi pak Ubed cukup confident, punya data-data yang disampaikan,” sambungnya.

Faldo mengatakan, semua orang berhak berimajinasi dan membuat laporan. Namun, kata dia yang paling penting adalah menunggu putusan penegak hukum.

“Silahkan melapor karena memang sudah ada mekanismenya. Semua dari kita bisa berimajinasi, berspekulasi, bisa menduga, tapi kita tentu akan menunggu keputusan aparat penegak hukum kita,” ujarnya.

Sebagai informasi, Ubedillah melaporkan Gibran dan Kaesang terkait dugaan tindak pidana korupsi dan atau tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan berkaitan dengan dugaan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). (ral/int/pojoksatu)

Most Read

Artikel Terbaru

/