alexametrics
24.4 C
Manado
Minggu, 29 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Tolak Buka Big Data, Politisi Demokrat Sindir Luhut Pandjaitan: Takut Ketahuan Bohongnya?

MANADOPOST.ID–Sikap Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan yang menolak membuka big data soal klaim mendukung penundaan Pemilu 2024 mendapat cibiran dari warganet.

Salah satunya dari Politikus Partai Demokrat, Yan Harahap. Anak buah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu menuding sikap Luhut itu mencurigakan.

“Takut ketahuan. Ketahuan bo’ongnya?,” kata Yan dikutip Fajar.co.id di akun Twitternya, Rabu (16/3/2022).

Sebelumnya, Luhut mengatakan big data yang jadi alasan dirinya mengusulkan pemilu ditunda adalah adalah data asli.

Politikus Golkar itu mengingatkan saat ini teknologi sudah canggih sehingga memungkinkan untuk membaca preferensi masyarakat.

“Ya pasti adalah, masak bohong? Ya janganlah, buat apa dibuka?” ucap Luhut di Hotel Grand Hyatt Jakarta, dilansir detik.com, Selasa (15/3).

Luhut mengklaim big data itu menangkap keresahan masyarakat tentang pemilu. Menurutnya, masyarakat tidak setuju dengan gelaran pemiliu yang mahal di saat pandemi.

Luhut juga mengklaim masyarakat belum siap menghadapi polarisasi politik. Ia menyebut publik ingin keadaan yang damai saat ini.

“Kalau saya, saya hanya melihat di bawah, saya kan sudah sampaikan, kok rakyat itu nanya, yang saya tangkap ini ya, saya boleh benar, boleh enggak benar,” ujarnya.(msn/fajar)

MANADOPOST.ID–Sikap Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan yang menolak membuka big data soal klaim mendukung penundaan Pemilu 2024 mendapat cibiran dari warganet.

Salah satunya dari Politikus Partai Demokrat, Yan Harahap. Anak buah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu menuding sikap Luhut itu mencurigakan.

“Takut ketahuan. Ketahuan bo’ongnya?,” kata Yan dikutip Fajar.co.id di akun Twitternya, Rabu (16/3/2022).

Sebelumnya, Luhut mengatakan big data yang jadi alasan dirinya mengusulkan pemilu ditunda adalah adalah data asli.

Politikus Golkar itu mengingatkan saat ini teknologi sudah canggih sehingga memungkinkan untuk membaca preferensi masyarakat.

“Ya pasti adalah, masak bohong? Ya janganlah, buat apa dibuka?” ucap Luhut di Hotel Grand Hyatt Jakarta, dilansir detik.com, Selasa (15/3).

Luhut mengklaim big data itu menangkap keresahan masyarakat tentang pemilu. Menurutnya, masyarakat tidak setuju dengan gelaran pemiliu yang mahal di saat pandemi.

Luhut juga mengklaim masyarakat belum siap menghadapi polarisasi politik. Ia menyebut publik ingin keadaan yang damai saat ini.

“Kalau saya, saya hanya melihat di bawah, saya kan sudah sampaikan, kok rakyat itu nanya, yang saya tangkap ini ya, saya boleh benar, boleh enggak benar,” ujarnya.(msn/fajar)

Most Read

Artikel Terbaru

/