alexametrics
32.4 C
Manado
Senin, 23 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Ada Pemborosan Luar Biasa! Laba BUMN Rp 40 T Erick Thohir Nilai Kekecilan

MANADOPOST.ID – Kinerja BUMN mengalami perbaikan pada tahun ini. Laba perusahaan pelat merah diproyeksi menembus Rp 40 triliun di tahun 2021. Namun, dilansir dari detikfinance, Menteri BUMN Erick Thohir menyebut laba tersebut masih sangat kecil.

“Mohon maaf, saya bekas swasta, dari Rp 1.900 triliun, bottom line Rp 40 triliun, itu laba bersih sangat amat kecil, berarti ada pemborosan yang luar biasa di tengah, di capex,” katanya dalam acara 3rd Indonesia Human Capital Summit 2021, Selasa (16/11/2021).

Erick sendiri mengakui laba BUMN mengalami perbaikan tahun ini. Erick bilang, laba paruh tahun 2021 sudah jauh di atas perolehan di tahun 2020 sebesar Rp 13 triliun.

“Dari Rp 1.900 triliun revenue kita, atau pendapatan kita, kalau kita lihat laba bersih BUMN itu sudah lebih bagus. Tahun 2020 konsolidasi itu Rp 13 triliun, full year,” katanya.

Menurutnya, sumber daya manusia atau human capital menjadi kunci. Namun, ia mengingatkan agar jangan terjebak.

Dia menjelaskan, dengan era digitalisasi mau tak mau semua harus lebih efisien. Ia pun menekankan pentingnya menggeser program tapi juga harus berdampak pada penciptaan lapangan kerja.

“Apa contohnya? Penggabungan BRI, PNM, Pegadaian salah satunya apa, mendorong job creation di ibu-ibu, yang di mana Mekaar 1,5 tahun terakhir bisa tumbuh banyak. BNI sama, saya dorong kenapa ke diaspora, pekerja migran, karena ini job yang harus kita dorong,” jelasnya.

Erick juga menjelaskan, program-program pemerintah membutuhkan sumber pendapatan baru. Maka itu, pihaknya mendorong setoran dividen BUMN yang sebesar-besarnya ke negara.

MANADOPOST.ID – Kinerja BUMN mengalami perbaikan pada tahun ini. Laba perusahaan pelat merah diproyeksi menembus Rp 40 triliun di tahun 2021. Namun, dilansir dari detikfinance, Menteri BUMN Erick Thohir menyebut laba tersebut masih sangat kecil.

“Mohon maaf, saya bekas swasta, dari Rp 1.900 triliun, bottom line Rp 40 triliun, itu laba bersih sangat amat kecil, berarti ada pemborosan yang luar biasa di tengah, di capex,” katanya dalam acara 3rd Indonesia Human Capital Summit 2021, Selasa (16/11/2021).

Erick sendiri mengakui laba BUMN mengalami perbaikan tahun ini. Erick bilang, laba paruh tahun 2021 sudah jauh di atas perolehan di tahun 2020 sebesar Rp 13 triliun.

“Dari Rp 1.900 triliun revenue kita, atau pendapatan kita, kalau kita lihat laba bersih BUMN itu sudah lebih bagus. Tahun 2020 konsolidasi itu Rp 13 triliun, full year,” katanya.

Menurutnya, sumber daya manusia atau human capital menjadi kunci. Namun, ia mengingatkan agar jangan terjebak.

Dia menjelaskan, dengan era digitalisasi mau tak mau semua harus lebih efisien. Ia pun menekankan pentingnya menggeser program tapi juga harus berdampak pada penciptaan lapangan kerja.

“Apa contohnya? Penggabungan BRI, PNM, Pegadaian salah satunya apa, mendorong job creation di ibu-ibu, yang di mana Mekaar 1,5 tahun terakhir bisa tumbuh banyak. BNI sama, saya dorong kenapa ke diaspora, pekerja migran, karena ini job yang harus kita dorong,” jelasnya.

Erick juga menjelaskan, program-program pemerintah membutuhkan sumber pendapatan baru. Maka itu, pihaknya mendorong setoran dividen BUMN yang sebesar-besarnya ke negara.

Most Read

Artikel Terbaru

/