alexametrics
26.4 C
Manado
Senin, 23 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

PANAS! Mahfud MD Ditantang Debat dengan Ustadz Khalid Basalamah Soal Wayang Haram

MANADOPOST.ID-Menkopolhukam Mahfud MD dan penceramah Ustadz Khalid Basalamah menjadi sororan sejak beberapa hari terakhir.

 

Mahfud MD disorot lantaran sependapat dengan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman untuk berdoa dengan menggunakan bahasa Indonesia.

 

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu juga diduga menyindir ceramah yang mengharamkan wayang.

 

Sementara Ustadz Khalid Basalamah jadi perbincangan karena ceramahnya dinilai mengharamkam wayang. Ia sempat dilaporkan ke polisi, tapi ditolak karena tidak cukup bukti.

 

Mahfud MD dalam cuitannya di Twitter mengaku sering nonton wayang pada malam hari sebelum tidur. “Tidak jarang, setelah salat malam saya mengambil waktu untuk menikmati lagu-lagu dan nonton wayang lewat Youtube. Misal mendengar lagu-lagunya Los Marenos dan nonton rekaman wayangnya Ki Enthus Susmono,” cuit @mohmahfudmd dilansir dari Pojoksatu.

 

Menonton wayang atau mendengarkan musik bukan berarti Mahfud tidak mengaji atau membaca Alquran. “Apakah tidak mengaji Alqur’an? Ya juga, tapi bisa bervariasi. Beragama yang enak saja tapi jangan seenaknya,” sindir Mahfud.

 

Mahfud mengaku mulai suka nonton wayang sejak dia menjabat sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) di era Presiden RI, KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

 

“Dulu saya tak pernah nonton wayang. Tapi setelah menjadi Menhan oleh Gus Dur diajak nonton wayang. Setelah itu terasa ketagihan, nonton terus,” kata Mahfud.

 

“Wayang sarat dengan nilai kemanusian dan hukum sebab akibat dari setiap perbuatan manusia. Ada ibrah sosial seperti yang diajarkan oleh agama. Halal.

 

Menurut Mahfud, agama dihadirkan oleh Allah untuk membimbing manusia beribadah agar berhati damai dan tenang (muthmainnah) dgn persaudaraan (ukhuwwah). “Jadi jika dengan beragama Anda tidak damai, benci kepada orng lain yang berbeda, merasa terancam dan suka mengancam (ammarah) berarti Anda salah dalam beragama,” tegas Mahfud.

 

“Maka jika ada orang yang salah atau kita tak sependapat dgn pendapatnya tak perlulan membantah dengan menghina dan menyerangnya. Tetapi kita harus berdakwah (dan bertabligh) ke jalan dan pendapat yang benar (meski kita tahu hanya satu ayat) dengan santun-hikmah bernasihat tapi jelas dan tegas,” tambah Mahfud.

 

Mahfud menegaskan bahwa agama adalah nasihat. Ia mengutip hadits Nabi Muhammad SAW: Ballighuu annii walaw ayatan (sampaikan apa yang datang dariku meski kamu hanya tahu satu ayat).

 

Mahfud juga mengutip ayat Alquran, Surat An-Nahl ayat 125: Ud’u ilaa sabiili rabbika bilhikmah wal mau’idzotil hasanah (Berdakwahlah ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasihat yang santun).

 

Dijelaskan Mahfud, hadits Nabi Muhammad SAW dan ayat Alquran tersebut merupakan pedoman dalam berdakwah.

 

Penjelasan Mahfud dianggap sebagai sindiran terhadap ceramah Ustadz Khalid Basalamah yang disebut-sebut mengharamkan wayang.

 

Warganet lantas menantang Mahfud untuk berdebat dengan Ustadz Khalid Basalamah.

 

Jawaban Mahfud MD pun di luar dugaan. Ia menegaskan siap bertemu Ustadz Khalid. Namun dia tidak ingin berdebat, melainkan tabayun.

 

“Berani lah. Bukan berdebat tapi tabayun. Kan bagus bisa silaturrahim dengan Ustadz Khalid. Saya sebagai dosen saja, bukan Menteri,” kata Mahfud, Rabu (16/2).

 

Mahfud menantang balik warganet untuk memfasilitasi pertemuannya dengan Ustadz Khalid.

 

“Anda atur saja, misalnya, 30 menit virtual berdua. Kami bicara berdua, yang lain boleh menyaksikan. Rasanya kimia saya sama dengan beliau: siap melakukan halaqah dan tabayun secara Islami,” tandas Mahfud.

 

Sebelumnya, Ustadz Khalid Basalamah memberikan klarifikasi terkait ramainya pemberitaan tentang ceramahnya mengenai persoalan wayang.

 

Selain itu, Ustadz Khalid juga menyampaikan permohonan maaf atas potongan pertanyaan yang diajukan salah satu jamaahnya terkait wayang.

 

Ustadz Khalid menegaskan tidak pernah mengharamkan wayang. Ia hanya menyampaikan agar umat menjadikan Islam sebagai tradisi.

 

“Saya sama sekali tidak berpikir ataupun punya niat untuk menghapuskan ini dari sejarah nenek moyang Indonesia atau misalnya menyuruhmu dalang-dalang bertaubatlah kepada Allah. Atau misalnya semua yang harus dimusnahkan. Anda mau melakukannya itu hak Anda, kami sedang ditanya, mohon maaf, lingkup taklim kami,” kata Ustadz Khalid.

 

“Dan saya pada kesempatan ini, Khalid Basalamah mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya dari hati nurani kami kepada seluruh pihak tidak terkecuali, yang merasa terganggu, tersinggung dengan jawaban kami tersebut,” tandas Ustadz Khalid.(pojoksatu)

MANADOPOST.ID-Menkopolhukam Mahfud MD dan penceramah Ustadz Khalid Basalamah menjadi sororan sejak beberapa hari terakhir.

 

Mahfud MD disorot lantaran sependapat dengan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman untuk berdoa dengan menggunakan bahasa Indonesia.

 

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu juga diduga menyindir ceramah yang mengharamkan wayang.

 

Sementara Ustadz Khalid Basalamah jadi perbincangan karena ceramahnya dinilai mengharamkam wayang. Ia sempat dilaporkan ke polisi, tapi ditolak karena tidak cukup bukti.

 

Mahfud MD dalam cuitannya di Twitter mengaku sering nonton wayang pada malam hari sebelum tidur. “Tidak jarang, setelah salat malam saya mengambil waktu untuk menikmati lagu-lagu dan nonton wayang lewat Youtube. Misal mendengar lagu-lagunya Los Marenos dan nonton rekaman wayangnya Ki Enthus Susmono,” cuit @mohmahfudmd dilansir dari Pojoksatu.

 

Menonton wayang atau mendengarkan musik bukan berarti Mahfud tidak mengaji atau membaca Alquran. “Apakah tidak mengaji Alqur’an? Ya juga, tapi bisa bervariasi. Beragama yang enak saja tapi jangan seenaknya,” sindir Mahfud.

 

Mahfud mengaku mulai suka nonton wayang sejak dia menjabat sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) di era Presiden RI, KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

 

“Dulu saya tak pernah nonton wayang. Tapi setelah menjadi Menhan oleh Gus Dur diajak nonton wayang. Setelah itu terasa ketagihan, nonton terus,” kata Mahfud.

 

“Wayang sarat dengan nilai kemanusian dan hukum sebab akibat dari setiap perbuatan manusia. Ada ibrah sosial seperti yang diajarkan oleh agama. Halal.

 

Menurut Mahfud, agama dihadirkan oleh Allah untuk membimbing manusia beribadah agar berhati damai dan tenang (muthmainnah) dgn persaudaraan (ukhuwwah). “Jadi jika dengan beragama Anda tidak damai, benci kepada orng lain yang berbeda, merasa terancam dan suka mengancam (ammarah) berarti Anda salah dalam beragama,” tegas Mahfud.

 

“Maka jika ada orang yang salah atau kita tak sependapat dgn pendapatnya tak perlulan membantah dengan menghina dan menyerangnya. Tetapi kita harus berdakwah (dan bertabligh) ke jalan dan pendapat yang benar (meski kita tahu hanya satu ayat) dengan santun-hikmah bernasihat tapi jelas dan tegas,” tambah Mahfud.

 

Mahfud menegaskan bahwa agama adalah nasihat. Ia mengutip hadits Nabi Muhammad SAW: Ballighuu annii walaw ayatan (sampaikan apa yang datang dariku meski kamu hanya tahu satu ayat).

 

Mahfud juga mengutip ayat Alquran, Surat An-Nahl ayat 125: Ud’u ilaa sabiili rabbika bilhikmah wal mau’idzotil hasanah (Berdakwahlah ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasihat yang santun).

 

Dijelaskan Mahfud, hadits Nabi Muhammad SAW dan ayat Alquran tersebut merupakan pedoman dalam berdakwah.

 

Penjelasan Mahfud dianggap sebagai sindiran terhadap ceramah Ustadz Khalid Basalamah yang disebut-sebut mengharamkan wayang.

 

Warganet lantas menantang Mahfud untuk berdebat dengan Ustadz Khalid Basalamah.

 

Jawaban Mahfud MD pun di luar dugaan. Ia menegaskan siap bertemu Ustadz Khalid. Namun dia tidak ingin berdebat, melainkan tabayun.

 

“Berani lah. Bukan berdebat tapi tabayun. Kan bagus bisa silaturrahim dengan Ustadz Khalid. Saya sebagai dosen saja, bukan Menteri,” kata Mahfud, Rabu (16/2).

 

Mahfud menantang balik warganet untuk memfasilitasi pertemuannya dengan Ustadz Khalid.

 

“Anda atur saja, misalnya, 30 menit virtual berdua. Kami bicara berdua, yang lain boleh menyaksikan. Rasanya kimia saya sama dengan beliau: siap melakukan halaqah dan tabayun secara Islami,” tandas Mahfud.

 

Sebelumnya, Ustadz Khalid Basalamah memberikan klarifikasi terkait ramainya pemberitaan tentang ceramahnya mengenai persoalan wayang.

 

Selain itu, Ustadz Khalid juga menyampaikan permohonan maaf atas potongan pertanyaan yang diajukan salah satu jamaahnya terkait wayang.

 

Ustadz Khalid menegaskan tidak pernah mengharamkan wayang. Ia hanya menyampaikan agar umat menjadikan Islam sebagai tradisi.

 

“Saya sama sekali tidak berpikir ataupun punya niat untuk menghapuskan ini dari sejarah nenek moyang Indonesia atau misalnya menyuruhmu dalang-dalang bertaubatlah kepada Allah. Atau misalnya semua yang harus dimusnahkan. Anda mau melakukannya itu hak Anda, kami sedang ditanya, mohon maaf, lingkup taklim kami,” kata Ustadz Khalid.

 

“Dan saya pada kesempatan ini, Khalid Basalamah mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya dari hati nurani kami kepada seluruh pihak tidak terkecuali, yang merasa terganggu, tersinggung dengan jawaban kami tersebut,” tandas Ustadz Khalid.(pojoksatu)

Most Read

Artikel Terbaru

/