26.4 C
Manado
Sabtu, 24 Juli 2021

Astaga! Ketua DPRD Diduga Danai Pembelian Senjata Api KKB

MANADOPOST.ID— Penangkapan terhadap pemasok senjata kelompok kriminal bersenjata (KKB) Neson Murib memunculkan fakta baru. Seorang ketua DPRD di Papua berinisial SW diduga memberikan uang sebesar Rp 370 juta.

Dalam penangkapan terhadap Neson Senin lalu (14/6), memang juga disita uang Rp 370 juta. Uang tersebut yang diduga diberikan seorang ketua DPRD dan Satgas Nemangkawi juga menduga bahwa uang itu akan dipergunakan untuk membeli senjata api.

Kasatgas Humas Operasi Nemangkawi Kombespol M. Iqbal Alqudusy menjelaskan, tim penyidik mendalami keterlibatan semua pihak yang diduga. Tentunya, akan memanggil yang bersangkutan. ”Dipanggil untuk klarifikasi,” jelasnya.

Selain terkait jual beli senjata, Neson juga diduga terlibat aktiitas transaksi pemberian dan penerimaan uang untuk KKB. ”Tim menggali informasi sumber dananya serta aktivitas pengiriman uang yang dilakukan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta aparat untuk terus menginvestigasi penjualan senpi kepada KKB, sehingga diketahui latar belakang dan pelaku intelektual dibelakangnya. “Serta menindak tegas pelaku sesuai dengan hukum positif yang berlaku,” terangnya.

Bamsoet, sapaan akrab Bambang Soesatyo mengatakan, aparat penegak hukum harus terus melakukan pendalaman terhadap jaringan penjual senpi dan amunisi tersebut. Aparat juga harus menggali informasi mulai dari sumber dana hingga aktivitas pengiriman uang untuk membeli senjata dan amunisi dari terduga pelaku. Sebab, salah satu barang bukti yang diamankan aparat adalah uang ratusan juta.

Dia meminta pemerintah dan aparat serius untuk memutus rantai pemasokan, baik aliran dana maupun senpi bagi KKB. Hal itu dilakukan untuk mempersempit ruang gerak sekaligus mencegah berulangnya aksi teror bersenjata yang dilakukan KKB. “Serta memberikan rasa aman di masyarakat.

Selain itu, pemerintah dan aparat TNI-Polri harus terus memproses dengan melakukan pengejaran dan penindakan terhadap KKB secara tegas dan terukur, mengingat tindakan mereka sangat meresahkan dan menimbulkan rasa takut di masyarakat Papua yang dapat dikategorikan sebagai perbuatan teror. (jawapos)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru