alexametrics
27.4 C
Manado
Minggu, 22 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Anggota MUI yang Ditangkap Densus Ternyata `Murid` Abu Bakar Baasyir

MANADOPOST.ID– Latar belakang anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ahmad Zain An Najah yang ditangkap Densus 88 Antiteror Polri, terungkap.

Dibeber Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Brigjen Pol Ahmad Nurwakhid, Ahmad Zain ternyata adalah alumni Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mukmin Ngruki. Ponpes Al Mukmin Ngruki didirikan oleh mantan petinggi kelompok Jamaah Islamiyah (JI) Abu Bakar Baasyir, dan Abdullah Sungkar. “Yang didirikan oleh Abu Bakar Baasyir dan Abdullah Sungkar,” kata Nurwakhid, Rabu (17/11).

Nurwakhid mengataka, Ahmad Zain juga berstatus Dewan Syariah Lembaga Amil Zakat (LAZ) BM Abdurrahman Bin Auf (ABA) yang dikelola JI. Salah satu petinggi LAZ ABA juga telah ditangkap di Lampung beberapa waktu lalu. “Memang dia juga sebagai Dewan Syariah Nasional MUI periode 2021-2025,” imbuh Nurwakhid.

Menurut Nurwakhid, jejak digital Ahmad Zain jelas. Anggota MUI itu rajin ceramah terkait propaganda non muslim itu teroris. “Di 2019 dia juga pernah terkait dengan Abdul Hakim, mantan anggota ISIS yang sudah ditangkap. Dia juga terkait dengan petinggi JI, Abdurahman Ayub,” pungkas Nurwakhid.

Sebelumnya, Densus 88 Antiteror Polri telah menangkap 3 terduga teroris pada Selasa (16/11). Mereka yakni anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ahmad Zain An-Najah (AZ), ustad Anung Al Hamat (AA), dan Ketua Umum Partai Dakwah Indonesia (PDRI) ustad Ahmad Farid Okbah.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, ketiganya diduga terlibat dengan kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI). Seperti Ahmad Zain diduga sebagai salah satu orang penting di tubuh JI. “AZ keterlibatan Dewan Syuro JI dan Ketua Dewan Syariah LAZ BM Abdurrahman Bin Auf,” kata Ramadhan dalam keterangan tertulis, Selasa (16/11).

Kemudian Anung adalah anggota pengawas Perisai Nusantara Esa Tahun 2017. Dia juga pengurus atas atau pengawas kelompok JI. Sedangkan, Farid Okbah berperan sebagai tim sepuh atau Dewan Syuro JI dan anggota Dewan Syariah LAZ BM Abdurrahman bin Auf. “Sekitar 2018 memberikan uang tunai Rp10 juta untuk Perisai Nusantara Esa,” imbuh Ramadhan.

Farid juga terindikasi memberikan solusi kepada teroris yang telah ditangkap, Arif Susanto. Di pula yang membuat wadah baru pascapenangkapan Aji Parawijayanto. “Adapun partai yang dibentuk oleh Farid Ahmad Okbah dan Ahmad Zain adalah Partai Dakwah Rakyat Indonesia (PDRI),” jelas Ramadhan.(jpc)

MANADOPOST.ID– Latar belakang anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ahmad Zain An Najah yang ditangkap Densus 88 Antiteror Polri, terungkap.

Dibeber Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Brigjen Pol Ahmad Nurwakhid, Ahmad Zain ternyata adalah alumni Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mukmin Ngruki. Ponpes Al Mukmin Ngruki didirikan oleh mantan petinggi kelompok Jamaah Islamiyah (JI) Abu Bakar Baasyir, dan Abdullah Sungkar. “Yang didirikan oleh Abu Bakar Baasyir dan Abdullah Sungkar,” kata Nurwakhid, Rabu (17/11).

Nurwakhid mengataka, Ahmad Zain juga berstatus Dewan Syariah Lembaga Amil Zakat (LAZ) BM Abdurrahman Bin Auf (ABA) yang dikelola JI. Salah satu petinggi LAZ ABA juga telah ditangkap di Lampung beberapa waktu lalu. “Memang dia juga sebagai Dewan Syariah Nasional MUI periode 2021-2025,” imbuh Nurwakhid.

Menurut Nurwakhid, jejak digital Ahmad Zain jelas. Anggota MUI itu rajin ceramah terkait propaganda non muslim itu teroris. “Di 2019 dia juga pernah terkait dengan Abdul Hakim, mantan anggota ISIS yang sudah ditangkap. Dia juga terkait dengan petinggi JI, Abdurahman Ayub,” pungkas Nurwakhid.

Sebelumnya, Densus 88 Antiteror Polri telah menangkap 3 terduga teroris pada Selasa (16/11). Mereka yakni anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ahmad Zain An-Najah (AZ), ustad Anung Al Hamat (AA), dan Ketua Umum Partai Dakwah Indonesia (PDRI) ustad Ahmad Farid Okbah.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, ketiganya diduga terlibat dengan kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI). Seperti Ahmad Zain diduga sebagai salah satu orang penting di tubuh JI. “AZ keterlibatan Dewan Syuro JI dan Ketua Dewan Syariah LAZ BM Abdurrahman Bin Auf,” kata Ramadhan dalam keterangan tertulis, Selasa (16/11).

Kemudian Anung adalah anggota pengawas Perisai Nusantara Esa Tahun 2017. Dia juga pengurus atas atau pengawas kelompok JI. Sedangkan, Farid Okbah berperan sebagai tim sepuh atau Dewan Syuro JI dan anggota Dewan Syariah LAZ BM Abdurrahman bin Auf. “Sekitar 2018 memberikan uang tunai Rp10 juta untuk Perisai Nusantara Esa,” imbuh Ramadhan.

Farid juga terindikasi memberikan solusi kepada teroris yang telah ditangkap, Arif Susanto. Di pula yang membuat wadah baru pascapenangkapan Aji Parawijayanto. “Adapun partai yang dibentuk oleh Farid Ahmad Okbah dan Ahmad Zain adalah Partai Dakwah Rakyat Indonesia (PDRI),” jelas Ramadhan.(jpc)

Most Read

Artikel Terbaru

/