alexametrics
28.4 C
Manado
Kamis, 19 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

TERUNGKAP! Hubungan Menag Yaqut dengan Pendeta Saifuddin Ibrahim yang Minta Hapus 300 Ayat Al Quran

MANADOPOST.ID-Akhirnya, terungkap sudah hubungan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dengan Pendeta Saifuddin Ibrahim yang mendadak viral itu.

 

Ternyata, Menag Yaqut sama sekali tidak mengenal Pendeta Saifuddin Ibrahim.

 

Hal itu disampaikan Plt Kabiro Humas, Data, dan Informasi Kemenag, Thobib Al Asyhar dalam keterangannya, Jumat (18/3/2022).

 

“Gus Menteri tidak kenal dengan Pendeta Saifuddin Ibrahim,” ungkap Thobib.

 

Thobib mengungkap, bawa selama ini tidak pernah ada pertemuan antara Gus Yaqut dan Saifuddin.

 

Pun demikian dalam buku catatan tamu yang sama sekali tak ada agenda pertemuan keduanya.

 

Thobib juga menyatakan, bahwa Menag Yaqut tidak pernah mendengar klaim Pendeta Saifuddin yang disebut disampaikan kepadanya.

 

Sebaliknya, pernyataan Saifuddin tentang 300 ayat Alquran itu adalah salah besar.

 

Sebab, Alquran adalah kitab suci yang diyakini sempurna oleh umat Islam.

 

Karena itu, pihaknya sangat menyesalkan pernyataan Saifuddin terkait kitab suci agama lain yang disampaikan dengan cara yang menyinggung.

 

Menag Yaqut, sambungnya, justru mengajak dan terus bersama-sama dengan tokoh keagamaan untuk merajut persatuan, persaudaraan, dan keharmonisan antarsesama umat beragama.

 

“Gus Menteri selama ini terus mengajak tokoh agama menjaga kerukunan,” kata Thobib.

 

Kemenag, lanjutnya, terus berupaya meningkatkan kualitas kerukunan antarumat beragama.

 

Salah satunya melalui program penguatan moderasi beragama.

 

Karena itu, Thobib menegaskan bahwa pernyataan Saifuddin tidak sejalan dengan program Menag Yaqut.

 

“Apa yang dilakukan Pendeta Saifuddin justru dapat mengganggu kerukunan antarumat dan upaya menguatkan moderasi tegas tandas Thobib.

 

Pihaknya juga menentang pernyataan Pendeta Saifuddin yang menyebut bahwa alumni pondok pesantren adalah radikal.

 

“Dia (Saifuddin) lupa bahwa Gus Menteri terlahir dari lingkungan pesantren dan juga keluarganya memiliki pesantren.”

 

“Tentu Menag tidak setuju dengan pernyataan Pendeta Saifuddin,” tandasnya. (ruh/int/pojoksatu)

MANADOPOST.ID-Akhirnya, terungkap sudah hubungan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dengan Pendeta Saifuddin Ibrahim yang mendadak viral itu.

 

Ternyata, Menag Yaqut sama sekali tidak mengenal Pendeta Saifuddin Ibrahim.

 

Hal itu disampaikan Plt Kabiro Humas, Data, dan Informasi Kemenag, Thobib Al Asyhar dalam keterangannya, Jumat (18/3/2022).

 

“Gus Menteri tidak kenal dengan Pendeta Saifuddin Ibrahim,” ungkap Thobib.

 

Thobib mengungkap, bawa selama ini tidak pernah ada pertemuan antara Gus Yaqut dan Saifuddin.

 

Pun demikian dalam buku catatan tamu yang sama sekali tak ada agenda pertemuan keduanya.

 

Thobib juga menyatakan, bahwa Menag Yaqut tidak pernah mendengar klaim Pendeta Saifuddin yang disebut disampaikan kepadanya.

 

Sebaliknya, pernyataan Saifuddin tentang 300 ayat Alquran itu adalah salah besar.

 

Sebab, Alquran adalah kitab suci yang diyakini sempurna oleh umat Islam.

 

Karena itu, pihaknya sangat menyesalkan pernyataan Saifuddin terkait kitab suci agama lain yang disampaikan dengan cara yang menyinggung.

 

Menag Yaqut, sambungnya, justru mengajak dan terus bersama-sama dengan tokoh keagamaan untuk merajut persatuan, persaudaraan, dan keharmonisan antarsesama umat beragama.

 

“Gus Menteri selama ini terus mengajak tokoh agama menjaga kerukunan,” kata Thobib.

 

Kemenag, lanjutnya, terus berupaya meningkatkan kualitas kerukunan antarumat beragama.

 

Salah satunya melalui program penguatan moderasi beragama.

 

Karena itu, Thobib menegaskan bahwa pernyataan Saifuddin tidak sejalan dengan program Menag Yaqut.

 

“Apa yang dilakukan Pendeta Saifuddin justru dapat mengganggu kerukunan antarumat dan upaya menguatkan moderasi tegas tandas Thobib.

 

Pihaknya juga menentang pernyataan Pendeta Saifuddin yang menyebut bahwa alumni pondok pesantren adalah radikal.

 

“Dia (Saifuddin) lupa bahwa Gus Menteri terlahir dari lingkungan pesantren dan juga keluarganya memiliki pesantren.”

 

“Tentu Menag tidak setuju dengan pernyataan Pendeta Saifuddin,” tandasnya. (ruh/int/pojoksatu)

Most Read

Artikel Terbaru

/