27.4 C
Manado
Kamis, 7 Juli 2022

Event Offline Adalah DNA Pariwisata

MANADOPOST.ID—Selain pengembangan destinasi-destinasi wisata, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) juga berupaya untuk segera menggalakan sektor events. Khususnya event offline.

Hal ini diutarakan Sekretaris Deputi Bidang Produk Wisata & Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf/Baparekraf Edy Wardoyo. Karena menurutnya, event offline adalah DNA Kemenparekraf. “Musik kurang jika online. Dentuman bass dan alat music lainnya kurang jika hanya di tv,” sebut Wardoyo di sela diskusi dalam kegiatan Press Tour & Seminar Series Forwaparekraf dan Kemenparekraf di Belitung, Minggu (15/11).

Dia juga menjelaskan, ke depan Kemenparekraf akan mendorong daerah untuk melangsungkan event secara mandiri. “Karena tentunya kami ingin sebuah event besar tidak hanya dilakukan karena ada dukungan Kemenparekraf. Satu event nanti akan dibesarkan (oleh Kemenparekraf) tiga tahun, setelah itu akan dilepas dan bisa mandiri. Kemenparekraf kemudian akan melepas sendiri,” sebutnya.

Hal ini, menurutnya akan embuka peluang untuk event yang baru, membangun potensi event yang baru. “Karena destinasi wisata tidak hanya menjual pemandangan, pantai, dan yang lainnya. Tapi bagaimana event sebagai daya tarik. Ke depan program prioritas Kemenparekraf adalah bagaimana menciptakan event berkualitas,” kuncinya. (*)

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

 

MANADOPOST.ID—Selain pengembangan destinasi-destinasi wisata, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) juga berupaya untuk segera menggalakan sektor events. Khususnya event offline.

Hal ini diutarakan Sekretaris Deputi Bidang Produk Wisata & Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf/Baparekraf Edy Wardoyo. Karena menurutnya, event offline adalah DNA Kemenparekraf. “Musik kurang jika online. Dentuman bass dan alat music lainnya kurang jika hanya di tv,” sebut Wardoyo di sela diskusi dalam kegiatan Press Tour & Seminar Series Forwaparekraf dan Kemenparekraf di Belitung, Minggu (15/11).

Dia juga menjelaskan, ke depan Kemenparekraf akan mendorong daerah untuk melangsungkan event secara mandiri. “Karena tentunya kami ingin sebuah event besar tidak hanya dilakukan karena ada dukungan Kemenparekraf. Satu event nanti akan dibesarkan (oleh Kemenparekraf) tiga tahun, setelah itu akan dilepas dan bisa mandiri. Kemenparekraf kemudian akan melepas sendiri,” sebutnya.

Hal ini, menurutnya akan embuka peluang untuk event yang baru, membangun potensi event yang baru. “Karena destinasi wisata tidak hanya menjual pemandangan, pantai, dan yang lainnya. Tapi bagaimana event sebagai daya tarik. Ke depan program prioritas Kemenparekraf adalah bagaimana menciptakan event berkualitas,” kuncinya. (*)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/