alexametrics
26.4 C
Manado
Sabtu, 28 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Kabar Terbaru dari KPK: Pengusutan Dugaan Korupsi Formula E di DKI Jakarta, ada yang Mau Dipanggil

MANADOPOST.ID-Ada informasi terbaru dari Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata, soal penyelidikan kasus dugaan korupsi penyelenggaraan Formula E. Alex mengatakan KPK akan mendalami rencana penyelenggaraan Formula E.

“Sejauh ini masih tahap penyelidikan, kita ini menerima informasi dari masyarakat dan ada yang demo kan di depan kantor KPK. Seolah-olah KPK ini sudah ada laporan dari masyarakat, sudah ada desakan dari masyarakat dan informasi rame-rame di DPRD terkait interpelasi,” kata Alex kepada wartawan, Rabu (17/11/2021).

“Sejauh mana sih kita melakukan penyelidikan itu untuk lebih mendalami sejauh mana sih penyelenggaraan atau rencana penyelenggara Formula E itu,” tambahnya.

Alex mengatakan KPK tentu akan mencari penyimpangan pada penyelenggaraan Formula E. Jika tak ditemukan unsur pidana, penyelidikannya akan dilepas.

“Ya kalau dalam penyelidikan nanti ditemukan ada penyimpangan, penyimpangannya seperti apa, seperti itu. Kalau nggak ada, ya sudah,” ujar Alex.

Alex membenarkan bahwa KPK juga sudah memeriksa beberapa saksi terkait dugaan ini. Pihaknya pun masih mengumpulkan bahan keterangan terkait perkara.

“Saya tidak tahu kaitannya apa yang bersangkutan (saksi) diundang, tapi prinsipnya dalam proses penyelidikan kita ingin mengetahui duduk perkara dalam persoalan ini,” katanya.

Dia menuturkan para pihak itu diyakini mengetahui pembiayaan hingga penyetoran biaya dalam penyelenggaraan tersebut.

“Para pihak yang kita duga mengetahui terkait dengan mungkin rencana penyelenggaraan itu, terus bagaimana pembiayaannya, kemudian bagaimana menyetorkan uang itu nah itu lah yang akan kita undang untuk menjelaskan,” katanya.

“Kan seperti itu, apakah sudah kerjanya sudah sesuai dengan ketentuan, disetujui DPRD misalnya itu semua akan digali. Itu masih di proses penyelidikan, dan pimpinan belum mendapatkan informasi atau perkembangan lebih lanjut dari proses penyelidikan itu,” sambungnya.

Dia lantas mengatakan KPK tentu akan mendalami pihak terkait untuk menemukan siapa tersangkanya. Jika pihak utamanya diperiksa, katanya, upaya itu tentu akan sia-sia.

“Jadi, dalam proses penyelidikan (misalnya) terkait bubur panas loh, dari pinggir dulu, kalau seandainya langsung ke tengahnya kan panas, jadi begitu prosesnya,” katanya.

“Kalau pelaku utamanya pasti akan menggunakan orang lain. Kita nggak mungkin kan kalau langsung tiba-tiba kita memeriksa pelaku utama ‘Saya bisa langsung bilang ah nggak’, selesai. Jadi kalau kita mulai dari pembuktian-pembuktian, keterangan saksi-saksi yang kira-kira mendukung adanya suatu proyek kegiatan, itu kan nantinya bisa mengerucut,” tambahnya.

KPK hingga kini sedang berupaya memanggil beberapa pihak yang sekiranya mengetahui dugaan korupsi Formula E. Salah satunya pihak JakPro yang tentu terlibat dalam ajang mobil balap F1 tersebut.

“Saya kira siapapun yang juga mengetahui dan keseluruhan penyelenggaraan Formula E ini akan dipanggil dan dimintai keterangan oleh tim penyelidik untuk memastikan apakah benar di dalam penyelenggaraan ini ada peristiwa pidana,” kata Ali.

Ali menegaskan bahwa KPK dalam proses penyelidikan akan mengutamakan unsur pidananya lebih dulu. Dia menyebut KPK masih mengumpulkan data serta informasi terkait dugaan perkara.

“Pada prinsipnya kan proses penyelidikan itu mencari peristiwa pidana dan itu nanti ketika mencari peristiwa pidana ini ada pengumpulan data, informasi, dan bahan keterangan,” katanya.

Sebelumnya, KPK menerima dokumen setebal 600 halaman terkait penyelenggaraan Formula E dari Pemprov DKI Jakarta. Dokumen tersebut nantinya akan ditelaah oleh KPK secara mendalam guna kepentingan proses penyelidikan dugaan kasus korupsi Formula E.

“Tim penyelidik akan menelaah dan mengkaji dokumen tersebut secara detail dan mendalam untuk memperoleh informasi dan data yang tentu diperlukan dalam proses penyelidikan perkara ini,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (9/11).

Ali mengatakan KPK mengapresiasi sikap kooperatif Pemprov DKI Jakarta dengan menyerahkan dokumen tersebut. Dia berharap pihak terkait kooperatif jika dimintai keterangan terkait dugaan perkara ini.

“KPK berharap pihak terkait terus kooperatif untuk proses-proses berikutnya jika diperlukan keterangan dan konfirmasi lebih lanjut. Hal ini semata untuk memperlancar proses hukum demi keadilan dan terangnya suatu perkara,” ucapnya.(dtc)

MANADOPOST.ID-Ada informasi terbaru dari Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata, soal penyelidikan kasus dugaan korupsi penyelenggaraan Formula E. Alex mengatakan KPK akan mendalami rencana penyelenggaraan Formula E.

“Sejauh ini masih tahap penyelidikan, kita ini menerima informasi dari masyarakat dan ada yang demo kan di depan kantor KPK. Seolah-olah KPK ini sudah ada laporan dari masyarakat, sudah ada desakan dari masyarakat dan informasi rame-rame di DPRD terkait interpelasi,” kata Alex kepada wartawan, Rabu (17/11/2021).

“Sejauh mana sih kita melakukan penyelidikan itu untuk lebih mendalami sejauh mana sih penyelenggaraan atau rencana penyelenggara Formula E itu,” tambahnya.

Alex mengatakan KPK tentu akan mencari penyimpangan pada penyelenggaraan Formula E. Jika tak ditemukan unsur pidana, penyelidikannya akan dilepas.

“Ya kalau dalam penyelidikan nanti ditemukan ada penyimpangan, penyimpangannya seperti apa, seperti itu. Kalau nggak ada, ya sudah,” ujar Alex.

Alex membenarkan bahwa KPK juga sudah memeriksa beberapa saksi terkait dugaan ini. Pihaknya pun masih mengumpulkan bahan keterangan terkait perkara.

“Saya tidak tahu kaitannya apa yang bersangkutan (saksi) diundang, tapi prinsipnya dalam proses penyelidikan kita ingin mengetahui duduk perkara dalam persoalan ini,” katanya.

Dia menuturkan para pihak itu diyakini mengetahui pembiayaan hingga penyetoran biaya dalam penyelenggaraan tersebut.

“Para pihak yang kita duga mengetahui terkait dengan mungkin rencana penyelenggaraan itu, terus bagaimana pembiayaannya, kemudian bagaimana menyetorkan uang itu nah itu lah yang akan kita undang untuk menjelaskan,” katanya.

“Kan seperti itu, apakah sudah kerjanya sudah sesuai dengan ketentuan, disetujui DPRD misalnya itu semua akan digali. Itu masih di proses penyelidikan, dan pimpinan belum mendapatkan informasi atau perkembangan lebih lanjut dari proses penyelidikan itu,” sambungnya.

Dia lantas mengatakan KPK tentu akan mendalami pihak terkait untuk menemukan siapa tersangkanya. Jika pihak utamanya diperiksa, katanya, upaya itu tentu akan sia-sia.

“Jadi, dalam proses penyelidikan (misalnya) terkait bubur panas loh, dari pinggir dulu, kalau seandainya langsung ke tengahnya kan panas, jadi begitu prosesnya,” katanya.

“Kalau pelaku utamanya pasti akan menggunakan orang lain. Kita nggak mungkin kan kalau langsung tiba-tiba kita memeriksa pelaku utama ‘Saya bisa langsung bilang ah nggak’, selesai. Jadi kalau kita mulai dari pembuktian-pembuktian, keterangan saksi-saksi yang kira-kira mendukung adanya suatu proyek kegiatan, itu kan nantinya bisa mengerucut,” tambahnya.

KPK hingga kini sedang berupaya memanggil beberapa pihak yang sekiranya mengetahui dugaan korupsi Formula E. Salah satunya pihak JakPro yang tentu terlibat dalam ajang mobil balap F1 tersebut.

“Saya kira siapapun yang juga mengetahui dan keseluruhan penyelenggaraan Formula E ini akan dipanggil dan dimintai keterangan oleh tim penyelidik untuk memastikan apakah benar di dalam penyelenggaraan ini ada peristiwa pidana,” kata Ali.

Ali menegaskan bahwa KPK dalam proses penyelidikan akan mengutamakan unsur pidananya lebih dulu. Dia menyebut KPK masih mengumpulkan data serta informasi terkait dugaan perkara.

“Pada prinsipnya kan proses penyelidikan itu mencari peristiwa pidana dan itu nanti ketika mencari peristiwa pidana ini ada pengumpulan data, informasi, dan bahan keterangan,” katanya.

Sebelumnya, KPK menerima dokumen setebal 600 halaman terkait penyelenggaraan Formula E dari Pemprov DKI Jakarta. Dokumen tersebut nantinya akan ditelaah oleh KPK secara mendalam guna kepentingan proses penyelidikan dugaan kasus korupsi Formula E.

“Tim penyelidik akan menelaah dan mengkaji dokumen tersebut secara detail dan mendalam untuk memperoleh informasi dan data yang tentu diperlukan dalam proses penyelidikan perkara ini,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (9/11).

Ali mengatakan KPK mengapresiasi sikap kooperatif Pemprov DKI Jakarta dengan menyerahkan dokumen tersebut. Dia berharap pihak terkait kooperatif jika dimintai keterangan terkait dugaan perkara ini.

“KPK berharap pihak terkait terus kooperatif untuk proses-proses berikutnya jika diperlukan keterangan dan konfirmasi lebih lanjut. Hal ini semata untuk memperlancar proses hukum demi keadilan dan terangnya suatu perkara,” ucapnya.(dtc)

Most Read

Artikel Terbaru

/