29.4 C
Manado
Sabtu, 2 Juli 2022

Prof Henry Bakal Mundur dari Jabatannya Usai Sebar Hoaks, Fadli Zon: Kalau Bisa Kuliah Lagi

MANADOPOST.ID–Politisi Gerindra Fadli Zon menilai rencana  Staf Ahli Menkominfo Bidang Hukum Prof Henry Subiakto untuk mundur dari jabatannya merupakan keputusan tepat.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini bahkan menyindir Prof Henry untuk bisa kuliah lagi. “Keputusan yang tepat, kalau bisa kuliah lagi,” sindir Fadli Zon dikutip dari akun Twitternya, Sabtu (18/12).

Henry Subiakto sebelumnya mengumumkan akan mundur dari jabatannya di pemerintahan tahun depan.

Dengan mundur dari jabatan di pemerintahan, maka ia akan lebih bebas menyuarakan aspirasinya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Pengumuman itu ia sampaikan tak lama setelah dituduh menyebarkan hoax saat membagikan sebuah foto seorang anak perempuan dengan keterangan sebagai korban perang saudara di Irak.

“Tahun depan saya memutuskan akan berhenti dari jabatan di pemerintah. Saya rindu sebagai orang kampus, yang tidak perlu dibebani dengan sebutan pejabat dan lain-lain,” katanya.

“Saya akan lebih bebas suarakan kecintaan saya pada negeri ini, menghadapi mereka yang perilaku dan ucapannya merugikan bangsa besar ini,” tulis Henry yang juga seorang dosen di Universitas Airlangga itu.

Berita sebelumnya, Staf ahli Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Prof Henry Subiakto minta maaf karena menyebarkan foto hoaks di akun Twitternya beberapa waktu lalu.

Henry Subiakto sebelumnya membagikan foto anak tertidur di lantai. Henry menyebut anak tersebut adalah korban perang saudara di Irak. Apa yang dialami anak itu berpotensi terjadi di Indonesia.

“Anak ini rindu ibunya yang telah tiada karena perang saudara di Irak. Ia melukis di lantai dan tidur di atasnya,” tulis Henry di akun Twitternya.

Guru besar Universitas Airlangga (Unair) ini menyebut Indonesia berpotensi hancur gara-gara konflik politik.

“Banyak manusia menderita karena negaranya hancur dilanda konflik politik. Indonesia punya potensi itu, maka kita harus jaga negeri ini dari jahatnya perusak kedamaian dan kesatuan,” jelas Henry.

Faktanya, foto yang dibagikan Henry tersebut tidak ada kaitannya dengan perang saudara di Irak.

Foto tersebut merupakan karya fotografer sekaligus seniman Iran yang bernama Bahareh Bisheh. (ral/rmol/pojoksatu)

MANADOPOST.ID–Politisi Gerindra Fadli Zon menilai rencana  Staf Ahli Menkominfo Bidang Hukum Prof Henry Subiakto untuk mundur dari jabatannya merupakan keputusan tepat.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini bahkan menyindir Prof Henry untuk bisa kuliah lagi. “Keputusan yang tepat, kalau bisa kuliah lagi,” sindir Fadli Zon dikutip dari akun Twitternya, Sabtu (18/12).

Henry Subiakto sebelumnya mengumumkan akan mundur dari jabatannya di pemerintahan tahun depan.

Dengan mundur dari jabatan di pemerintahan, maka ia akan lebih bebas menyuarakan aspirasinya.

Pengumuman itu ia sampaikan tak lama setelah dituduh menyebarkan hoax saat membagikan sebuah foto seorang anak perempuan dengan keterangan sebagai korban perang saudara di Irak.

“Tahun depan saya memutuskan akan berhenti dari jabatan di pemerintah. Saya rindu sebagai orang kampus, yang tidak perlu dibebani dengan sebutan pejabat dan lain-lain,” katanya.

“Saya akan lebih bebas suarakan kecintaan saya pada negeri ini, menghadapi mereka yang perilaku dan ucapannya merugikan bangsa besar ini,” tulis Henry yang juga seorang dosen di Universitas Airlangga itu.

Berita sebelumnya, Staf ahli Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Prof Henry Subiakto minta maaf karena menyebarkan foto hoaks di akun Twitternya beberapa waktu lalu.

Henry Subiakto sebelumnya membagikan foto anak tertidur di lantai. Henry menyebut anak tersebut adalah korban perang saudara di Irak. Apa yang dialami anak itu berpotensi terjadi di Indonesia.

“Anak ini rindu ibunya yang telah tiada karena perang saudara di Irak. Ia melukis di lantai dan tidur di atasnya,” tulis Henry di akun Twitternya.

Guru besar Universitas Airlangga (Unair) ini menyebut Indonesia berpotensi hancur gara-gara konflik politik.

“Banyak manusia menderita karena negaranya hancur dilanda konflik politik. Indonesia punya potensi itu, maka kita harus jaga negeri ini dari jahatnya perusak kedamaian dan kesatuan,” jelas Henry.

Faktanya, foto yang dibagikan Henry tersebut tidak ada kaitannya dengan perang saudara di Irak.

Foto tersebut merupakan karya fotografer sekaligus seniman Iran yang bernama Bahareh Bisheh. (ral/rmol/pojoksatu)

Most Read

Artikel Terbaru

/