26.4 C
Manado
Senin, 27 Juni 2022

Banner Mobile (Anymind)

UAS Ditahan di Timor Leste karena Fax dari Jakarta: Ustaz adalah Teroris, UAS: Jadi..

- Advertisement -

MANADOPOST.ID-Dideportasi dari Singapura, Ustaz Abdul Somad alias UAS menceritakan pengalaman serupa saat ditahan di Timor Leste di akhir 2018 silam.

 

Cerita ditahan di negara lain itu diceritakan UAS dalam video yang diunggah melalui akun Youtube Refly Harun, pada Rabu (18/5/2022) malam.

 

- Advertisement -

Video tersebut berjudul “Live! “Siapa Yang Memberi Tahu Singapura Materi Ceramah Saya?! Wwc Xklusif Dengan UAS!!”.

 

Dalam video itu, UAS mengaku cukup heran dengan pelaragan dirinya masuk ke suatu negara.

 

UAS menceritakan, akhir 2018 silam, dirinya datang ke Timor Leste untuk memenuhi tiga agenda.

 

Yakni bertemu dengan Xanana Gusmao dan Uskup Agung serta tabligh akbar di sebuah masjid besar di Timor Leste.

 

Untuk tiga agenda tersebut, UAS menyatakan bahwa pihaknya sudah mengurus segala sesuatu, termasuk berbagai dokumen administrasi yang dibutuhkan.

 

Termasuk di antaranya perizinan dan visa kunjungan.

 

“Sampai di Airport, tim saya masuk, saya ditahan,” ungkap UAS dalam video itu dikutip pada Kamis (19/5/2022).

 

Karena itu, UAS pun menanyakan kepada otoritas Timor Leste alasan penahanan dirinya.

 

“Saya tanya, kenapa saya tidak boleh masuk? ‘Karena kami baru dapat sejam yang lalu faks dari Jakarta bahwa ustaz adalah teroris,” beber UAS.

 

“Jadi, saudara kita di Timor Leste dapat infonya dari sini (Indonesia),” sambungnya.

 

UAS kemudian juga menyinggung saat dirinya dilarang masuk ke Swiss.

 

“Saya tanya kenapa tidak boleh masuk? Mereka tunjukkan print, dia tunjuk gambar pernah diusir dari Amsterdam waktu ngasih seminar.” ujarnya.

 

“Karena sudah diusir di Amsterdam kami takut buat keributan juga nanti di Swiss,” lanjut UAS.

 

Kata UAS, berdasarkan keterangan yang diberikan otoritas Swiss kepada dirinya, ia diusir berdasarkan informasi yang berasal dari Indonesia.

 

“Dari mana orang Swiss bisa dapat print? Dari Indonesia. Siapa yang ngirim? Itu lah namanya teori konspirasi,” kata dia.

 

Kendati demikian, UAS tidak mengetahui persis siapa yang menjadi dalang dibalik penolakan dirinya di sejumlah negara itu.

 

Ia menduga, itu sengaja dilakukan untuk mendiskreditkan dirinya.

 

“Konspirasi itu tidak bisa diungkap. Kalau bisa diungkap, ya tidak konspirasi. Untuk membusukkan,” tandas UAS. (ruh/pojoksatu)

MANADOPOST.ID-Dideportasi dari Singapura, Ustaz Abdul Somad alias UAS menceritakan pengalaman serupa saat ditahan di Timor Leste di akhir 2018 silam.

 

Cerita ditahan di negara lain itu diceritakan UAS dalam video yang diunggah melalui akun Youtube Refly Harun, pada Rabu (18/5/2022) malam.

 

Video tersebut berjudul “Live! “Siapa Yang Memberi Tahu Singapura Materi Ceramah Saya?! Wwc Xklusif Dengan UAS!!”.

 

Dalam video itu, UAS mengaku cukup heran dengan pelaragan dirinya masuk ke suatu negara.

 

UAS menceritakan, akhir 2018 silam, dirinya datang ke Timor Leste untuk memenuhi tiga agenda.

 

Yakni bertemu dengan Xanana Gusmao dan Uskup Agung serta tabligh akbar di sebuah masjid besar di Timor Leste.

 

Untuk tiga agenda tersebut, UAS menyatakan bahwa pihaknya sudah mengurus segala sesuatu, termasuk berbagai dokumen administrasi yang dibutuhkan.

 

Termasuk di antaranya perizinan dan visa kunjungan.

 

“Sampai di Airport, tim saya masuk, saya ditahan,” ungkap UAS dalam video itu dikutip pada Kamis (19/5/2022).

 

Karena itu, UAS pun menanyakan kepada otoritas Timor Leste alasan penahanan dirinya.

 

“Saya tanya, kenapa saya tidak boleh masuk? ‘Karena kami baru dapat sejam yang lalu faks dari Jakarta bahwa ustaz adalah teroris,” beber UAS.

 

“Jadi, saudara kita di Timor Leste dapat infonya dari sini (Indonesia),” sambungnya.

 

UAS kemudian juga menyinggung saat dirinya dilarang masuk ke Swiss.

 

“Saya tanya kenapa tidak boleh masuk? Mereka tunjukkan print, dia tunjuk gambar pernah diusir dari Amsterdam waktu ngasih seminar.” ujarnya.

 

“Karena sudah diusir di Amsterdam kami takut buat keributan juga nanti di Swiss,” lanjut UAS.

 

Kata UAS, berdasarkan keterangan yang diberikan otoritas Swiss kepada dirinya, ia diusir berdasarkan informasi yang berasal dari Indonesia.

 

“Dari mana orang Swiss bisa dapat print? Dari Indonesia. Siapa yang ngirim? Itu lah namanya teori konspirasi,” kata dia.

 

Kendati demikian, UAS tidak mengetahui persis siapa yang menjadi dalang dibalik penolakan dirinya di sejumlah negara itu.

 

Ia menduga, itu sengaja dilakukan untuk mendiskreditkan dirinya.

 

“Konspirasi itu tidak bisa diungkap. Kalau bisa diungkap, ya tidak konspirasi. Untuk membusukkan,” tandas UAS. (ruh/pojoksatu)

Most Read

Artikel Terbaru

/