24.4 C
Manado
Sabtu, 20 Agustus 2022

Hasil Pendalaman Polisi, Brigadir Yoshua Diduga Terbukti Lakukan Pelecehan & Pengancaman Pembunuhan

MANADOPOST.ID- Kabar terbaru dari kasus dugaan pelecehan seksual terhadap istri Irjen Ferdy Sambo yang diduga dilakukan Brigadir Joshua atau Brigadir Nopryansyah Yosua Hutabarat.

Kasus tersebut ternyata sudah naik penyidikan. Dilansir PojokSatu.id, dari hasil pendalaman, Brigadir Joshua diduga terbukti melakukan pelecehan dan pengancaman pembunuhan terhadap istri Ferdy Sambo.

“Kasus pencabulan dan pengancaman (Brigadir Joshua) sudah naik penyidikan. Sesuai yang disampaikan Pak Kapolri tadi malam,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo, Selasa (19/7).

Dedi menyebut, dugaan pelecehan yang dilakukan Brigadi Joshua itu saat ini sudah ditangani Polda Metro Jaya dan melibatkan Polres Metto Jakarta Selatan. “Sekarang ditangani Polda Metro dan melibatkan Polres Jaksel,” ujarnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Sebelumnya diketahui, Mabes Polri memutuskan untuk menonaktifkan Irjen Ferdy Sambo dari jabatan sebagai kepala Divisi Propam. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan keputusan tersebut secara resmi kepada publik pada Senin malam (18/7).

Orang nomor satu di tubuh Polri itu menyatakan bahwa keputusan tersebut diambil demi menjaga objektivitas penanganan kasus tembak-menembak antar personel Polri di rumah dinas kepala Divisi Propam.

Menurut Jenderal Sigit langkah itu dilakukan oleh Mabes Polri setelah mencermati perkembangan dan melihat spekulasi yang terus berkembang terkait dengan penanganan kasus tersebut. Jika tidak mengambil sikap, dia menilai kondisi itu sedikit banyak akan berpengaruh terhadap kerja-kerja timnya. ”Jadi, saya putuskan bahwa mulai hari ini, mulai malam ini (kemarin, Red), jabatan Irjen Pol Ferdy Sambo sebagai Kadiv Propam saat ini kami nonaktifkan,” tegas dia.

Selanjutnya Wakapolri Komjen Gatot Eddy akan menggantikan Irjen Ferdy Sambo sebagai kepala Divisi Propam Polri. ”Sehingga kemudian apa yang terkait dengan kegiatan-kegiatan di (Divisi) Propam (Polri) dikendalikan oleh Bapak Wakapolri,” terang Sigit. Tidak hanya mencermati kondisi dan situasi terkini, kapolri mengambil langkah tegas itu sebagai bagian dari komitmen Polri untuk menangani dan menuntaskan kasus tersebut secara transparan dan akuntabel.

Mantan kepala Bareskrim Polri itu menyatakan bahwa pihaknya menjaga betul penanganan kasus tersebut agar berjalan dengan baik. Pihaknya ingin, kasus itu benar-benar tuntas. ”Dan membuat terang peristiwa yang terjadi,” imbuhnya. Saat ini, Sigit menyebutkan, Tim Khusus masih bekerja. Demikian pula dengan petugas dari Polres Jakarta Selatan dan Polda Metro Jaya. Kemudian hasil kerja dari Tim Khusus, polres, dan polda akan digabungkan. ”Menjadi satu rangkaian peristiwa,” ujar dia.

Sigit menegaskan, penanganan kasus itu terus berlangsung. ”Proses pemeriksaan saksi sedang berjalan, pengumpulan alat bukti juga berjalan,” imbuhnya. Seluruh bukti tersebut, lanjut Sigit, dipastikan dapat dipertanggungjawabkan secara scientific. ”Sebagaimana komitmen kami untuk memproses seluruh peristiwa yang ada ini dengan pertanggungjawaban secara scientific crime investigation,” jelas lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 tersebut.(jawapos)

MANADOPOST.ID- Kabar terbaru dari kasus dugaan pelecehan seksual terhadap istri Irjen Ferdy Sambo yang diduga dilakukan Brigadir Joshua atau Brigadir Nopryansyah Yosua Hutabarat.

Kasus tersebut ternyata sudah naik penyidikan. Dilansir PojokSatu.id, dari hasil pendalaman, Brigadir Joshua diduga terbukti melakukan pelecehan dan pengancaman pembunuhan terhadap istri Ferdy Sambo.

“Kasus pencabulan dan pengancaman (Brigadir Joshua) sudah naik penyidikan. Sesuai yang disampaikan Pak Kapolri tadi malam,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo, Selasa (19/7).

Dedi menyebut, dugaan pelecehan yang dilakukan Brigadi Joshua itu saat ini sudah ditangani Polda Metro Jaya dan melibatkan Polres Metto Jakarta Selatan. “Sekarang ditangani Polda Metro dan melibatkan Polres Jaksel,” ujarnya.

Sebelumnya diketahui, Mabes Polri memutuskan untuk menonaktifkan Irjen Ferdy Sambo dari jabatan sebagai kepala Divisi Propam. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan keputusan tersebut secara resmi kepada publik pada Senin malam (18/7).

Orang nomor satu di tubuh Polri itu menyatakan bahwa keputusan tersebut diambil demi menjaga objektivitas penanganan kasus tembak-menembak antar personel Polri di rumah dinas kepala Divisi Propam.

Menurut Jenderal Sigit langkah itu dilakukan oleh Mabes Polri setelah mencermati perkembangan dan melihat spekulasi yang terus berkembang terkait dengan penanganan kasus tersebut. Jika tidak mengambil sikap, dia menilai kondisi itu sedikit banyak akan berpengaruh terhadap kerja-kerja timnya. ”Jadi, saya putuskan bahwa mulai hari ini, mulai malam ini (kemarin, Red), jabatan Irjen Pol Ferdy Sambo sebagai Kadiv Propam saat ini kami nonaktifkan,” tegas dia.

Selanjutnya Wakapolri Komjen Gatot Eddy akan menggantikan Irjen Ferdy Sambo sebagai kepala Divisi Propam Polri. ”Sehingga kemudian apa yang terkait dengan kegiatan-kegiatan di (Divisi) Propam (Polri) dikendalikan oleh Bapak Wakapolri,” terang Sigit. Tidak hanya mencermati kondisi dan situasi terkini, kapolri mengambil langkah tegas itu sebagai bagian dari komitmen Polri untuk menangani dan menuntaskan kasus tersebut secara transparan dan akuntabel.

Mantan kepala Bareskrim Polri itu menyatakan bahwa pihaknya menjaga betul penanganan kasus tersebut agar berjalan dengan baik. Pihaknya ingin, kasus itu benar-benar tuntas. ”Dan membuat terang peristiwa yang terjadi,” imbuhnya. Saat ini, Sigit menyebutkan, Tim Khusus masih bekerja. Demikian pula dengan petugas dari Polres Jakarta Selatan dan Polda Metro Jaya. Kemudian hasil kerja dari Tim Khusus, polres, dan polda akan digabungkan. ”Menjadi satu rangkaian peristiwa,” ujar dia.

Sigit menegaskan, penanganan kasus itu terus berlangsung. ”Proses pemeriksaan saksi sedang berjalan, pengumpulan alat bukti juga berjalan,” imbuhnya. Seluruh bukti tersebut, lanjut Sigit, dipastikan dapat dipertanggungjawabkan secara scientific. ”Sebagaimana komitmen kami untuk memproses seluruh peristiwa yang ada ini dengan pertanggungjawaban secara scientific crime investigation,” jelas lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 tersebut.(jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/