31.4 C
Manado
Jumat, 1 Juli 2022

Survei SMRC: Persepsi Kondisi Ekonomi Rumah Tangga Sekarang Lebih Baik Dibanding Tahun Lalu

MANADOPOST.ID – Persepsi atas kondisi ekonomi pada tingkat rumah tangga mengalami perbaikan dibanding tahun lalu. Hal ini terungkap dalam survei yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) SMRC bertajuk ‘Evaluasi Publik Nasional Dua Tahun Kinerja Presiden Jokowi’ yang dirilis secara online di Jakarta pada 19 Oktober 2021.

Survei opini publik ini digelar pada 15 – 21 September 2021 melalui tatap muka atau wawancara langsung. Sampel sebanyak 1220 responden dipilih secara acak (multistage random sampling) dari seluruh populasi Indonesia yang berumur minimal 17 tahun atau sudah menikah. Response rate (responden yang dapat diwawancarai secara valid) sebesar 981 atau 80 persen. Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar ± 3,19 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen (asumsi simple random sampling).

Hasil survei yang dipresentasikan Direktur Eksekutif SMRC, Sirojudin Abbas, ini menunjukkan bahwa yang mengatakan kondisi ekonomi rumah tangga sekarang lebih baik atau jauh lebih baik dibanding tahun lalu sebesar 31,4 persen. Yang mengatakan lebih buruk atau jauh lebih buruk 37,1 persen, yang mengatakan tidak ada perubahan 31,4 persen, dan yang tidak tahu 0,2 persen.

“Yang mengatakan kondisi ekonomi rumah tangga sekarang lebih baik sebanyak 31,4 persen. Angka ini naik dari 12,2 persen di tengah pandemi pada Oktober 2020,” kata Abbas.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Namun demikian, sentimen positif atas kondisi ekonomi rumah tangga ini masih belum pulih di banding sebelum ada pandemi, Juni 2019, di mana yang menyatakan kondisi ekonomi rumah tangga lebih baik mencapai 45,8 persen. (*)

MANADOPOST.ID – Persepsi atas kondisi ekonomi pada tingkat rumah tangga mengalami perbaikan dibanding tahun lalu. Hal ini terungkap dalam survei yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) SMRC bertajuk ‘Evaluasi Publik Nasional Dua Tahun Kinerja Presiden Jokowi’ yang dirilis secara online di Jakarta pada 19 Oktober 2021.

Survei opini publik ini digelar pada 15 – 21 September 2021 melalui tatap muka atau wawancara langsung. Sampel sebanyak 1220 responden dipilih secara acak (multistage random sampling) dari seluruh populasi Indonesia yang berumur minimal 17 tahun atau sudah menikah. Response rate (responden yang dapat diwawancarai secara valid) sebesar 981 atau 80 persen. Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar ± 3,19 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen (asumsi simple random sampling).

Hasil survei yang dipresentasikan Direktur Eksekutif SMRC, Sirojudin Abbas, ini menunjukkan bahwa yang mengatakan kondisi ekonomi rumah tangga sekarang lebih baik atau jauh lebih baik dibanding tahun lalu sebesar 31,4 persen. Yang mengatakan lebih buruk atau jauh lebih buruk 37,1 persen, yang mengatakan tidak ada perubahan 31,4 persen, dan yang tidak tahu 0,2 persen.

“Yang mengatakan kondisi ekonomi rumah tangga sekarang lebih baik sebanyak 31,4 persen. Angka ini naik dari 12,2 persen di tengah pandemi pada Oktober 2020,” kata Abbas.

Namun demikian, sentimen positif atas kondisi ekonomi rumah tangga ini masih belum pulih di banding sebelum ada pandemi, Juni 2019, di mana yang menyatakan kondisi ekonomi rumah tangga lebih baik mencapai 45,8 persen. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/