alexametrics
29.4 C
Manado
Sabtu, 21 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Anak Buah Jokowi Absen Rapat Komisi IX, Yahya Zaini: Contoh Buruk

MANADOPOST.ID— Anggota Komisi IX DPR Yahya Zaini menyorot ketidakhadiran Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumawati Lukito saat rapat kerja dengan Komisi IX.

Menurut pria yang pernah tersandung skandal video syur itu, ketidakhadiran dua anak buah Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu adalah contoh buruk dalam berkontistusi.

“Ini tradisi yang buruk sepanjang saya menjadi anggota DPR. Ini pengalaman jelek dan buruk bagi kehidupan berkonstistusi kita,” ujar Yahya, seperti dilansir JawaPos.com Kamis (20/5).

Legislator Partai Golkar ini menilai, tidak hadirnya Menkes dan Kepala BPOM bisa berdampak buruk kepada Presiden Jokowi. Sebab, keduanya merupakan wakil dari negara.

“Kehadiran Menkes atau Kepala BPOM bukan atas dirinya, tapi mewakili presiden. Ini harus dilaporkan ke presiden. Mereka tidak hadir dengan alasan yang tak dipertanggungjawabkan,” ungkapnya.

Sementara, Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene mengatakam, ketidakhadiran Menkes Budi diketahui lewat sepucuk surat yang dikirimkam Kemenkes ke Komisi IX.

“Ada surat masuk dari Kemenkes yang menyatakan bahwa Menkes di luar kota. Hari ini mereka berada di Denpasar, Bali karena bertepatan dengan pembahasan program kerja dan anggaran Kemenkes tahun anggaran 2022,” ungkapnya.

Sementara itu dari pihak BPOM, Felly mengatakan pihaknya juga mendapatkan surat. Surat tersebut berisikan permohonan izin dari Penny Lukito karena harus menghadiri pertemuan di luar kota.(jpc)

MANADOPOST.ID— Anggota Komisi IX DPR Yahya Zaini menyorot ketidakhadiran Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumawati Lukito saat rapat kerja dengan Komisi IX.

Menurut pria yang pernah tersandung skandal video syur itu, ketidakhadiran dua anak buah Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu adalah contoh buruk dalam berkontistusi.

“Ini tradisi yang buruk sepanjang saya menjadi anggota DPR. Ini pengalaman jelek dan buruk bagi kehidupan berkonstistusi kita,” ujar Yahya, seperti dilansir JawaPos.com Kamis (20/5).

Legislator Partai Golkar ini menilai, tidak hadirnya Menkes dan Kepala BPOM bisa berdampak buruk kepada Presiden Jokowi. Sebab, keduanya merupakan wakil dari negara.

“Kehadiran Menkes atau Kepala BPOM bukan atas dirinya, tapi mewakili presiden. Ini harus dilaporkan ke presiden. Mereka tidak hadir dengan alasan yang tak dipertanggungjawabkan,” ungkapnya.

Sementara, Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene mengatakam, ketidakhadiran Menkes Budi diketahui lewat sepucuk surat yang dikirimkam Kemenkes ke Komisi IX.

“Ada surat masuk dari Kemenkes yang menyatakan bahwa Menkes di luar kota. Hari ini mereka berada di Denpasar, Bali karena bertepatan dengan pembahasan program kerja dan anggaran Kemenkes tahun anggaran 2022,” ungkapnya.

Sementara itu dari pihak BPOM, Felly mengatakan pihaknya juga mendapatkan surat. Surat tersebut berisikan permohonan izin dari Penny Lukito karena harus menghadiri pertemuan di luar kota.(jpc)

Most Read

Artikel Terbaru

/