24.4 C
Manado
Jumat, 1 Juli 2022

Banner Mobile (Anymind)

Presiden Jokowi Dituntut Asosiasi Dokter, Ini Isi Tuntutannya

- Advertisement -

MANADOPOST.ID – Presiden Jokowi Widodo (Jokowi) dituntut Koalisi Masyarakat Profesi dan Asosiasi Kesehatan (Kompak). Mereka menilai pemerintah belum memprioritaskan masalah kesehatan sebagai fokus penanganan pandemi Covid-19. Koalisi tersebut membuat delapan tuntutan kepada Jokowi ihwal penanganan pandemi Covid-19.

Dilansir dari CNN Indonesia, salah satu perwakilan Kompak, Emi Nurjasmi mengatakan pihaknya menyoroti beberapa hal, mulai dari jumlah kasus positif, angka kematian, hingga positivity rate Covid-19 yang masih tinggi sampai banyaknya tenaga kesehatan (nakes) yang gugur saat menangani Covid-19.

Selain itu, pelaksanaan testing, tracing, dan treatment belum maksimal, serta capaian vaksinasi Covid-19 masih rendah dan jauh dari target yang ditetapkan pemerintah.

“Sudah satu setengah tahun Bangsa Indonesia berjuang melawan Pandemi Covid-19. Berbagai upaya telah dilakukan, namun kondisi saat ini menunjukkan bahwa kasus Covid-19 masih belum dapat diatasi. Pemerintah tampak masih belum konsisten dalam memprioritaskan masalah kesehatan sebagai fokus penanganan pandemi Covid-19,” kata Emi dalam konferensi pers, Rabu, (18/8).

- Advertisement -

Adapun delapan tuntutan tersebut yaitu, pertama, meminta Presiden Jokowi untuk membuat sebuah platform penanganan Pandemi Covid-19 terpusat yang dikendalikan langsung oleh Presiden dengan pendanaan APBN yang memprioritaskan kepada masalah kesehatan dan dampak langsung yang timbul akibat Covid-19 mengacu kepada undang-undang yang berlaku.

“Penanganan pandemi harus dikembalikan kepada tatanan sistem kesehatan,” ucapnya

MANADOPOST.ID – Presiden Jokowi Widodo (Jokowi) dituntut Koalisi Masyarakat Profesi dan Asosiasi Kesehatan (Kompak). Mereka menilai pemerintah belum memprioritaskan masalah kesehatan sebagai fokus penanganan pandemi Covid-19. Koalisi tersebut membuat delapan tuntutan kepada Jokowi ihwal penanganan pandemi Covid-19.

Dilansir dari CNN Indonesia, salah satu perwakilan Kompak, Emi Nurjasmi mengatakan pihaknya menyoroti beberapa hal, mulai dari jumlah kasus positif, angka kematian, hingga positivity rate Covid-19 yang masih tinggi sampai banyaknya tenaga kesehatan (nakes) yang gugur saat menangani Covid-19.

Selain itu, pelaksanaan testing, tracing, dan treatment belum maksimal, serta capaian vaksinasi Covid-19 masih rendah dan jauh dari target yang ditetapkan pemerintah.

“Sudah satu setengah tahun Bangsa Indonesia berjuang melawan Pandemi Covid-19. Berbagai upaya telah dilakukan, namun kondisi saat ini menunjukkan bahwa kasus Covid-19 masih belum dapat diatasi. Pemerintah tampak masih belum konsisten dalam memprioritaskan masalah kesehatan sebagai fokus penanganan pandemi Covid-19,” kata Emi dalam konferensi pers, Rabu, (18/8).

Adapun delapan tuntutan tersebut yaitu, pertama, meminta Presiden Jokowi untuk membuat sebuah platform penanganan Pandemi Covid-19 terpusat yang dikendalikan langsung oleh Presiden dengan pendanaan APBN yang memprioritaskan kepada masalah kesehatan dan dampak langsung yang timbul akibat Covid-19 mengacu kepada undang-undang yang berlaku.

“Penanganan pandemi harus dikembalikan kepada tatanan sistem kesehatan,” ucapnya

Most Read

Artikel Terbaru

/