29.4 C
Manado
Kamis, 7 Juli 2022

Gereja Katolik Ini Pernah Didemo Kelompok Habib Rizieq FPI, Kini Anies Berikan IMB

MANADOPOST.ID-Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan izin mendirikan bangunan (IMB) pada Gereja Katolik Damai Kristus. Diketahui, gereja ini pernah didemo oleh kelompok Front Pembela Islam (FPI) pada tahun 2013.

 

Dalam proses peletakan batu pertama pembangunan gereja yang terletak di Duri Selatan, Tambora, Jakarta Barat ini, Anies mengatakan IMB yang ia serahkan menjadi amanat dan tanggung jawab kepada Pemimpin Paroki Gereja Katolik Damai Kristus, Matheus Widyolestari.

 

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Ada tanggung jawab di balik izin untuk mendirikan sebuah tempat ibadah, dan tanggung jawab ini saya percaya akan bisa dijalankan dengan baik. Sehingga, kehadirannya dirasakan sebagai kebahagiaan bagi semua yang ada di kawasan ini. Semoga pembangunannya berjalan dengan lancar, tepat waktu, dan bisa memberikan manfaat bagi semua,” kata Anies di lokasi, Senin, 20 Desember dikutip dari voi.id.

 

Anies berharap pembangunan Gereja Katolik Damai Kristus dapat membawa pesan bahwa persatuan di Ibu Kota bisa bertumbuh. Sebab, ia memandnag Jakarta adalah rumah bagi semua orang.

 

“Ke depan, Jakarta harus lebih baik, lebih nyaman dan lebih sejahtera. Oleh karena itu, mari kita terus menjaga silaturahmi, karena dengan silaturahmi, rasa kekeluargaan, kebersamaan, persatuan dan kesatuan warga kota Jakarta akan tetap terjaga,” Gubernur Anies menambahkan.

 

Kegiatan peletakan batu pertama di Gereja Katolik Damai Kristus ini juga dihadiri oleh Wali Kota Administrasi Jakarta Barat, Yani Purwoko dan jajaran, Asisten Pemerintahan Setda Provinsi DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko, Uskup Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), Ignatius Kardinal Suharyo, FKUB Jakarta Barat.

 

Hadir juga Pemimpin Paroki Gereja Katolik Damai Kristus, Matheus Widyolestari, Para Tokoh Jemaat Gereja Katolik Damai Kristus, serta perwakilan anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta.

 

Diketahui, delapan tahun lalu, Gereja Katolik Damai Kristus pernah didemo oleh sekelompok warga, yang salah satunya adalah kelompok FPI.

 

Peserta aksi unjuk rasa itu menentang Yayasan Bunda Hati Kudus yang merupakan pengelola sekolah TK-SD-SMP-SMA Damai menggunakan aula serbaguna sekolah menjadi tempat ibadah umat Gereja Katolik Damai Kristus.

 

Saat ini, situasi umat dan masyarakat sudah jauh lebih baik dan lebih kondusif. Maka, peribadatan di tempat ini juga jauh lebih tenang daripada tahun-tahun sebelumnya. Hingga tepat pada Desember 2021, gereja tersebut mendapatkan IMB dari Pemprov DKI Jakarta.(voi.id)

MANADOPOST.ID-Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan izin mendirikan bangunan (IMB) pada Gereja Katolik Damai Kristus. Diketahui, gereja ini pernah didemo oleh kelompok Front Pembela Islam (FPI) pada tahun 2013.

 

Dalam proses peletakan batu pertama pembangunan gereja yang terletak di Duri Selatan, Tambora, Jakarta Barat ini, Anies mengatakan IMB yang ia serahkan menjadi amanat dan tanggung jawab kepada Pemimpin Paroki Gereja Katolik Damai Kristus, Matheus Widyolestari.

 

“Ada tanggung jawab di balik izin untuk mendirikan sebuah tempat ibadah, dan tanggung jawab ini saya percaya akan bisa dijalankan dengan baik. Sehingga, kehadirannya dirasakan sebagai kebahagiaan bagi semua yang ada di kawasan ini. Semoga pembangunannya berjalan dengan lancar, tepat waktu, dan bisa memberikan manfaat bagi semua,” kata Anies di lokasi, Senin, 20 Desember dikutip dari voi.id.

 

Anies berharap pembangunan Gereja Katolik Damai Kristus dapat membawa pesan bahwa persatuan di Ibu Kota bisa bertumbuh. Sebab, ia memandnag Jakarta adalah rumah bagi semua orang.

 

“Ke depan, Jakarta harus lebih baik, lebih nyaman dan lebih sejahtera. Oleh karena itu, mari kita terus menjaga silaturahmi, karena dengan silaturahmi, rasa kekeluargaan, kebersamaan, persatuan dan kesatuan warga kota Jakarta akan tetap terjaga,” Gubernur Anies menambahkan.

 

Kegiatan peletakan batu pertama di Gereja Katolik Damai Kristus ini juga dihadiri oleh Wali Kota Administrasi Jakarta Barat, Yani Purwoko dan jajaran, Asisten Pemerintahan Setda Provinsi DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko, Uskup Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), Ignatius Kardinal Suharyo, FKUB Jakarta Barat.

 

Hadir juga Pemimpin Paroki Gereja Katolik Damai Kristus, Matheus Widyolestari, Para Tokoh Jemaat Gereja Katolik Damai Kristus, serta perwakilan anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta.

 

Diketahui, delapan tahun lalu, Gereja Katolik Damai Kristus pernah didemo oleh sekelompok warga, yang salah satunya adalah kelompok FPI.

 

Peserta aksi unjuk rasa itu menentang Yayasan Bunda Hati Kudus yang merupakan pengelola sekolah TK-SD-SMP-SMA Damai menggunakan aula serbaguna sekolah menjadi tempat ibadah umat Gereja Katolik Damai Kristus.

 

Saat ini, situasi umat dan masyarakat sudah jauh lebih baik dan lebih kondusif. Maka, peribadatan di tempat ini juga jauh lebih tenang daripada tahun-tahun sebelumnya. Hingga tepat pada Desember 2021, gereja tersebut mendapatkan IMB dari Pemprov DKI Jakarta.(voi.id)

Most Read

Artikel Terbaru

/