alexametrics
30.4 C
Manado
Minggu, 29 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Wayang Mirip Ustaz Khalid Basalamah, Gus Miftah: Itu Urusan Dalang bukan Saya

MANADOPOST.ID-Miftah Maulana Habiburrahman atau yang akrab disapa Gus Miftah angkat bicara terkait wayang mirip Khalid Basalamah yang viral di media sosial.

 

Gus Misftah menjelaskan, jalannya cerita dalam pagelaran wayang itu sepenuhnya menjadi otoritas dalang.

 

“Soal konten atau lakon, atau atraksi di dalam pertunjukan wayang, itu merupakan domain dan wilayahnya dalang itu sendiri,” jelas Gus Miftah dikutip dari detik, Senin (21/2/2022).

 

Sebelum pagelaran wayang digelar, jelasnya, dirinya hanya diberi tahu soal lakonnya saja, bukan isi ceritanya. “Pertunjukannya seperti apa, itu ya urusan dalang, bukan urusan saya,” ujarnya.

 

Dalam pertunjukan wayang, sambung dia, dirinya juga tidak bisa melakukan intervensi kepada dalang. “Itu sudah merupakan kebiasaan bahwa atraksi panggung atau atraksi dalam pertunjukan wayang itu urusan dalang,” jelasnya. “Otoritas dalang,” sambung Gus Miftah.

 

Soal Sajak

Gus Miftah juga menyinggung sajak yang diduga mengkritik pihak yang mengharamkan wayang.

 

Menurutnya, adalah sebuah kewajaran jika ada perbedaan pendapat dalam sebuah pandangan.

 

“Kalau yang viral atau trending itu tentang sajak saya, kalau soal kritik ilmu atau perbedaan pendapat dalam ilmu itu kan suatu yang lumrah. Jadi, ya sah sah saja,” kata Gus Miftah.

 

Gus Miftah juga menyatakan siap bertanggung jawab soal sajak tersebut. Akan tetapi terkait atraksi dalam pentas wayang itu, sepenuhnya adalah otoritas dalang. “Kalau sajak yang saya buat itu tanggung jawab saya penuh. Tapi kalau soal atraksi di dalam pentas wayang itu merupakan domainnya dalang, bukan saya,” tegasnya.

 

Penjelasan Dalang

Sementara, dalang Warseno Slenk membenarkan pentas wayang tersebut dilakukan di kediaman Gus Miftah. “Iya benar, di tempat Gus Miftah,” ungkap Warseno.

 

Akan tetapi, Warseno tak mengungkap siapa sosok yang digambarkan sebagai wayang berjenggot itu.

 

Sebaliknya, ia menegaskan bahwa selama pertunjukkan, dirinya sama sekali tak menyebut nama siapapun.

 

“Saya nggak menyebut nama siapa pun. Improvisasi saja. Tidak ada maksud lain, hanya pergelaran saja,” ujar dia.

 

Warseno pun tak ambil pusing jika kemudian wayang berjenggot itu disebut publik mirip Khalid Basalamah.

 

Menurutnya, hal itu sepenuhnya merupakan hak masing-masing.

 

Sedangkan dirinya tak bisa mencegah penilaian publik dalam memahami pagelaran wayang yang ia lakonkan.

 

“Itu kan gambar miring. Kalau diinterpretasikan mirip siapa, ya hak masing-masing. Lagi pula itu hanya gambar, bisa mirip siapa saja,” jawabnya.(pojoksatu)

MANADOPOST.ID-Miftah Maulana Habiburrahman atau yang akrab disapa Gus Miftah angkat bicara terkait wayang mirip Khalid Basalamah yang viral di media sosial.

 

Gus Misftah menjelaskan, jalannya cerita dalam pagelaran wayang itu sepenuhnya menjadi otoritas dalang.

 

“Soal konten atau lakon, atau atraksi di dalam pertunjukan wayang, itu merupakan domain dan wilayahnya dalang itu sendiri,” jelas Gus Miftah dikutip dari detik, Senin (21/2/2022).

 

Sebelum pagelaran wayang digelar, jelasnya, dirinya hanya diberi tahu soal lakonnya saja, bukan isi ceritanya. “Pertunjukannya seperti apa, itu ya urusan dalang, bukan urusan saya,” ujarnya.

 

Dalam pertunjukan wayang, sambung dia, dirinya juga tidak bisa melakukan intervensi kepada dalang. “Itu sudah merupakan kebiasaan bahwa atraksi panggung atau atraksi dalam pertunjukan wayang itu urusan dalang,” jelasnya. “Otoritas dalang,” sambung Gus Miftah.

 

Soal Sajak

Gus Miftah juga menyinggung sajak yang diduga mengkritik pihak yang mengharamkan wayang.

 

Menurutnya, adalah sebuah kewajaran jika ada perbedaan pendapat dalam sebuah pandangan.

 

“Kalau yang viral atau trending itu tentang sajak saya, kalau soal kritik ilmu atau perbedaan pendapat dalam ilmu itu kan suatu yang lumrah. Jadi, ya sah sah saja,” kata Gus Miftah.

 

Gus Miftah juga menyatakan siap bertanggung jawab soal sajak tersebut. Akan tetapi terkait atraksi dalam pentas wayang itu, sepenuhnya adalah otoritas dalang. “Kalau sajak yang saya buat itu tanggung jawab saya penuh. Tapi kalau soal atraksi di dalam pentas wayang itu merupakan domainnya dalang, bukan saya,” tegasnya.

 

Penjelasan Dalang

Sementara, dalang Warseno Slenk membenarkan pentas wayang tersebut dilakukan di kediaman Gus Miftah. “Iya benar, di tempat Gus Miftah,” ungkap Warseno.

 

Akan tetapi, Warseno tak mengungkap siapa sosok yang digambarkan sebagai wayang berjenggot itu.

 

Sebaliknya, ia menegaskan bahwa selama pertunjukkan, dirinya sama sekali tak menyebut nama siapapun.

 

“Saya nggak menyebut nama siapa pun. Improvisasi saja. Tidak ada maksud lain, hanya pergelaran saja,” ujar dia.

 

Warseno pun tak ambil pusing jika kemudian wayang berjenggot itu disebut publik mirip Khalid Basalamah.

 

Menurutnya, hal itu sepenuhnya merupakan hak masing-masing.

 

Sedangkan dirinya tak bisa mencegah penilaian publik dalam memahami pagelaran wayang yang ia lakonkan.

 

“Itu kan gambar miring. Kalau diinterpretasikan mirip siapa, ya hak masing-masing. Lagi pula itu hanya gambar, bisa mirip siapa saja,” jawabnya.(pojoksatu)

Most Read

Artikel Terbaru

/