27.4 C
Manado
Kamis, 11 Agustus 2022

Lacak Jejak Jozeph Paul Zhang, Polri Gandeng Interpol

MANADOPOST.ID- Polri telah menjadikan Jozeph Paul Zhang sebagai tersangka kasus dugaan penodaan agama. Polri juga berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) untuk menindak yang bersangkutan. Mereka juga sudah mengajukan red notice kepada Interpol. Sampai kemarin (21/4), mereka masih menunggu respons pengajuan tersebut.

Kepala Bareskrim Polri Komjen Agus Adrianto menyatakan, red notice disampaikan dua hari lalu (20/4). ”Dari hasil rapat (bersama) imigrasi, kami upayakan mengajukan red notice ke Interpol,” ujarnya kepada awak media kemarin. Dia berharap pengajuan tersebut disetujui agar Interpol bisa membantu Polri memulangkan Jozeph ke Indonesia untuk menjalani proses hukum.

Bantuan Interpol juga bisa membuat ruang gerak Jozeph semakin sempit. ”Negara-negara yang masuk Interpol akan menolak kalau yang bersangkutan datang ke sana,” imbuh Agus. Jenderal bintang tiga Polri itu menambahkan, pihaknya mempertimbangkan kembali untuk mencabut paspor Jozeph. Sebab, Polri tidak ingin kehilangan jejak.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono menuturkan, pihaknya masih bekerja untuk menemukan keberadaan Jozeph. Untuk mempercepat pencarian, mereka bekerja sama dengan beberapa instansi. Termasuk imigrasi. ”Masih berproses. Perkembangannya pasti nanti publik diberi tahu,” terang dia.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Polri, sambung Rusdi, juga bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk menutup saluran-saluran media sosial yang digunakan Jozeph. Kalaupun masih ada video yang beredar, dia memastikan bahwa penyebarannya telah diminimalkan Kemenkominfo.(jpg)

MANADOPOST.ID- Polri telah menjadikan Jozeph Paul Zhang sebagai tersangka kasus dugaan penodaan agama. Polri juga berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) untuk menindak yang bersangkutan. Mereka juga sudah mengajukan red notice kepada Interpol. Sampai kemarin (21/4), mereka masih menunggu respons pengajuan tersebut.

Kepala Bareskrim Polri Komjen Agus Adrianto menyatakan, red notice disampaikan dua hari lalu (20/4). ”Dari hasil rapat (bersama) imigrasi, kami upayakan mengajukan red notice ke Interpol,” ujarnya kepada awak media kemarin. Dia berharap pengajuan tersebut disetujui agar Interpol bisa membantu Polri memulangkan Jozeph ke Indonesia untuk menjalani proses hukum.

Bantuan Interpol juga bisa membuat ruang gerak Jozeph semakin sempit. ”Negara-negara yang masuk Interpol akan menolak kalau yang bersangkutan datang ke sana,” imbuh Agus. Jenderal bintang tiga Polri itu menambahkan, pihaknya mempertimbangkan kembali untuk mencabut paspor Jozeph. Sebab, Polri tidak ingin kehilangan jejak.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono menuturkan, pihaknya masih bekerja untuk menemukan keberadaan Jozeph. Untuk mempercepat pencarian, mereka bekerja sama dengan beberapa instansi. Termasuk imigrasi. ”Masih berproses. Perkembangannya pasti nanti publik diberi tahu,” terang dia.

Polri, sambung Rusdi, juga bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk menutup saluran-saluran media sosial yang digunakan Jozeph. Kalaupun masih ada video yang beredar, dia memastikan bahwa penyebarannya telah diminimalkan Kemenkominfo.(jpg)

Most Read

Artikel Terbaru

/