33.4 C
Manado
Jumat, 19 Agustus 2022

Model Nadine Chandrawinata dan Bupati Sangihe Jabes Gaghana Kompak Tolak Tambang

MANADOPOST.ID – Model yang juga aktivis lingkungan, Nadine Chandrawinata lantang bersuara menolak adanya aktivitas tambang di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Bahkan di tahun 2012, bersama dengan ayahnya, Andy Chandrawinata dan Wakil Bupati Sangihe Jabes Ezar Gaghana (Bupati Sangihe, red) saat itu, pernah melakukan proses rekaman dokumentasi. Di mana kegiatan yang juga diliput media itu digunakan untuk menyuarakan alasan kenapa manusia harus selalu menjaga alamnya. “Apalagi di Sangihe, Sumber Daya Alamnya kaya!,” tulis Nadine.

Nadine Chandrawinata (kanan) bersama Wabup Sangihe Jabes Gaghana (kiri) saat itu dan sekarang Bupati Sangihe, sebelum menyelam di gunung api bawah laut Mahangetang. (Foto: Antara Foto/SulutPromo|yhb)

Nadine pun mengajak masyarakat untuk ikut menandatangani petisi yang tautannya ada di akun Instagram @save.sangihe. Hingga berita ini ditulis Selasa (22/6) pukul 19.12 Wita, petisi yang dibuat di situs change.org itu teleh diteken nyaris 110.598 orang.

Nadine pun mengajak masyarakat untuk ikut menandatangani petisi yang tautannya ada di akun Instagram @save.sangihe

Dalam unggahan di akun Instagramnya pada Kamis, 17 Juni 2021, Nadine menyebut Sangihe sebagai Zamrud Beranda Utara Negeri. Eks Putri Indonesia 2015 ini mengunggah foto-foto saat ia menyelam di kawasan Sangihe. “Kenapa Sangihe harus diperjuangkan? Hmm, pendeknya: keseimbangan alam. Panjangnya: jika ada aktivitas tambang, kegiatan pertanian akan terganggu. Limbah dari aktivitas tambang tersebut akan merusak perairan di sekitar pulau,” tulisnya. Saat ini, menurut Nadine, warga Sangihe menjadikan hutan dan laut sebagai penopang hidup mereka. Nadine juga membagikan perjalanannya ke Sangihe yang disebutnya memiliki keindahan alam yang nyata. Alasan itulah yang membuat Nadine senang bolak-balik ke Sangihe untuk melakukan hobinya, menyelam.

Nadine Chandrawinata, Eks Putri Indonesia 2015 ini mengunggah foto-foto saat ia menyelam di kawasan Sangihe. (Foto IG Nadine)

“Pemerintah Sangihe dan khususnya saya secara pribadi sudah menolak adanya operasi PT Tambang Mas Sangihe (TMS) dari sebelum izin keluar. Sikap penolakan ini dibuktikan sejak awal tahun 2018, dengan adanya rekomendasi Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) Kabupaten Kepulauan Sangihe kepada Bupati Kepulauan Sangihe nomor 050/28/63 tanggal 10 Januari 2018 terhadap permohonan dari Direktur PT TMS untuk diterbitkannya rekomendasi Bupati tentang kesesuaian ruang kegiatan pertambangan,” tegas Jabes Gaghana. (tempo)

MANADOPOST.ID – Model yang juga aktivis lingkungan, Nadine Chandrawinata lantang bersuara menolak adanya aktivitas tambang di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Bahkan di tahun 2012, bersama dengan ayahnya, Andy Chandrawinata dan Wakil Bupati Sangihe Jabes Ezar Gaghana (Bupati Sangihe, red) saat itu, pernah melakukan proses rekaman dokumentasi. Di mana kegiatan yang juga diliput media itu digunakan untuk menyuarakan alasan kenapa manusia harus selalu menjaga alamnya. “Apalagi di Sangihe, Sumber Daya Alamnya kaya!,” tulis Nadine.

Nadine Chandrawinata (kanan) bersama Wabup Sangihe Jabes Gaghana (kiri) saat itu dan sekarang Bupati Sangihe, sebelum menyelam di gunung api bawah laut Mahangetang. (Foto: Antara Foto/SulutPromo|yhb)

Nadine pun mengajak masyarakat untuk ikut menandatangani petisi yang tautannya ada di akun Instagram @save.sangihe. Hingga berita ini ditulis Selasa (22/6) pukul 19.12 Wita, petisi yang dibuat di situs change.org itu teleh diteken nyaris 110.598 orang.

Nadine pun mengajak masyarakat untuk ikut menandatangani petisi yang tautannya ada di akun Instagram @save.sangihe

Dalam unggahan di akun Instagramnya pada Kamis, 17 Juni 2021, Nadine menyebut Sangihe sebagai Zamrud Beranda Utara Negeri. Eks Putri Indonesia 2015 ini mengunggah foto-foto saat ia menyelam di kawasan Sangihe. “Kenapa Sangihe harus diperjuangkan? Hmm, pendeknya: keseimbangan alam. Panjangnya: jika ada aktivitas tambang, kegiatan pertanian akan terganggu. Limbah dari aktivitas tambang tersebut akan merusak perairan di sekitar pulau,” tulisnya. Saat ini, menurut Nadine, warga Sangihe menjadikan hutan dan laut sebagai penopang hidup mereka. Nadine juga membagikan perjalanannya ke Sangihe yang disebutnya memiliki keindahan alam yang nyata. Alasan itulah yang membuat Nadine senang bolak-balik ke Sangihe untuk melakukan hobinya, menyelam.

Nadine Chandrawinata, Eks Putri Indonesia 2015 ini mengunggah foto-foto saat ia menyelam di kawasan Sangihe. (Foto IG Nadine)

“Pemerintah Sangihe dan khususnya saya secara pribadi sudah menolak adanya operasi PT Tambang Mas Sangihe (TMS) dari sebelum izin keluar. Sikap penolakan ini dibuktikan sejak awal tahun 2018, dengan adanya rekomendasi Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) Kabupaten Kepulauan Sangihe kepada Bupati Kepulauan Sangihe nomor 050/28/63 tanggal 10 Januari 2018 terhadap permohonan dari Direktur PT TMS untuk diterbitkannya rekomendasi Bupati tentang kesesuaian ruang kegiatan pertambangan,” tegas Jabes Gaghana. (tempo)

Most Read

Artikel Terbaru

/