23.4 C
Manado
Sabtu, 20 Agustus 2022

Berulah Lagi, Teroris KKB Diduga Bunuh Dua Warga Sipil di Yahukimo

MANADOPOST.ID— Kelompok kriminal bersenjata (KKB) kembali berulah. Kelompok teroris ini diduga membunuh dua warga sipil di Kabupaten Yahukimo, Papua, Minggu sore (22/8).

Kedua warga sipil yang meninggal tersebut adalah Rionaldo Raturoma dan Dedi Imam Pamuji. Keduanya adalah karyawan PT Indo Papua yang sedang melakukan pembangunan jembatan di sungai Brazza, Kampung Kribun, Distrik Dekai. Lokasi kejadian sekitar 10 KM dari kamp milik PT Indo Papua.

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri, membenarkan adanya laporan pembunuhan terhadap warga sipil yang dilakukan KKB.

“Memang benar ada laporan tentang pembunuhan dua karyawan namun laporan lengkapnya masih menunggu dari Kapolres Yahukimo karena saat ini anggota masih berada di TKP,” ungkap Fakhiri, seperti dilansir ANTARA.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Sementara itu, Kepala Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (BPJN) Wamena Zepnath Kambu, mengakui adanya informasi terjadinya insiden tersebut namun belum ada laporan resmi. “Informasi tersebut memang ada namun kami masih menunggu laporan dari Dekai,” singkatnya.(ant)

MANADOPOST.ID— Kelompok kriminal bersenjata (KKB) kembali berulah. Kelompok teroris ini diduga membunuh dua warga sipil di Kabupaten Yahukimo, Papua, Minggu sore (22/8).

Kedua warga sipil yang meninggal tersebut adalah Rionaldo Raturoma dan Dedi Imam Pamuji. Keduanya adalah karyawan PT Indo Papua yang sedang melakukan pembangunan jembatan di sungai Brazza, Kampung Kribun, Distrik Dekai. Lokasi kejadian sekitar 10 KM dari kamp milik PT Indo Papua.

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri, membenarkan adanya laporan pembunuhan terhadap warga sipil yang dilakukan KKB.

“Memang benar ada laporan tentang pembunuhan dua karyawan namun laporan lengkapnya masih menunggu dari Kapolres Yahukimo karena saat ini anggota masih berada di TKP,” ungkap Fakhiri, seperti dilansir ANTARA.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (BPJN) Wamena Zepnath Kambu, mengakui adanya informasi terjadinya insiden tersebut namun belum ada laporan resmi. “Informasi tersebut memang ada namun kami masih menunggu laporan dari Dekai,” singkatnya.(ant)

Most Read

Artikel Terbaru

/