29.4 C
Manado
Senin, 27 Juni 2022

Banner Mobile (Anymind)

Omicron Mengancam, Menkes Minta Masyarakat Jangan Pilih-pilih Vaksin, Gunakan Apa yang Ada

- Advertisement -

MANADOPOST.ID–Masyarakat yang belum divaksinasi Covid-19 diminta untuk segera mendaftarkan diri mengikuti program vaksinasi. Pasalnya kasus varian baru Covid-19 Omicron sudah menular di puluhan negara dan menjadi Variant Of Concern oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Di samping pengetatan pintu masuk negara, pemerintah juga terus menggenjot vaksinasi Covid-19 untuk mengejar target WHO yakni 40 persen dari total populasi. Saat ini, total vaksinasi dosis pertama telah mencapai 152 juta dosis, sedangkan untuk vaksinasi doais lengkap sudah mencapai lebih dari 107 juta dosis.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menuturkan bahwa untuk mengejar target WHO, seluruh daya dan upaya terus dilakukan dengan melibatkan seluruh elemen bangsa.

Kegiatan vaksinasi massal lewat sentra vaksinasi maupun fasyankes di seluruh Indonesia terus digalakkan untuk memberikan layanan vaksinasi Covid-19 bagi seluruh target sasaran tanpa memandang domisili ataupun KTP.

- Advertisement -

“Kami mengimbau masyarakat untuk memperepat vaksinasi untuk menghadapi kemungkinan masuknya Omicron ke komunitas lokal. Tolong vaksinasi kita yang paling banyak datang Pfizer dan AstraZeneca, tidak perlu pilih jenis vaksin, sebaiknya gunakan saja yang ada,” tegasnya dalam keterangan Kemenkes, Selasa (21/12).

Protokol kesehatan juga diperkuat terutama penerapan aplikasi Pedulilindungi ditempat-tempat publik. Kedisiplinan penggunaan aplikasi ini sangat penting untuk membantu menekan penularan Covid-19, karenanya pemerintah menekankan agar penerapan Pedulilindungi kembali ditingkatkan untuk menekan risiko bagi pengunjung.

Terkait dengan temuan Omicron, ia mengimbau masyarakat untuk tidak perlu panik dan tetap tenang. Yang terpenting segera melakukan vaksinasi Covid-19 terutama untuk kelompok rentan dan lansia serta tidak perlu bepergian ke luar negeri jika tidak mendesak, serta terus tegakkan protokol kesehatan 5M, dan memperkuat 3T.

“Kedatangan varian baru dari luar negeri yang kita identifikasi di karantina, menunjukkan bahwa sistem pertahanan kita atas kedatangan varian baru cukup baik, perlu kita perkuat. Jadi wajar kalau harus stay 10 hari di karantina. Tujuannya bukan untuk mempersulit orang yang datang, tapi melindungi seluruh masyarakat Indonesia,” kata Menkes Budi.(Jawapos)

MANADOPOST.ID–Masyarakat yang belum divaksinasi Covid-19 diminta untuk segera mendaftarkan diri mengikuti program vaksinasi. Pasalnya kasus varian baru Covid-19 Omicron sudah menular di puluhan negara dan menjadi Variant Of Concern oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Di samping pengetatan pintu masuk negara, pemerintah juga terus menggenjot vaksinasi Covid-19 untuk mengejar target WHO yakni 40 persen dari total populasi. Saat ini, total vaksinasi dosis pertama telah mencapai 152 juta dosis, sedangkan untuk vaksinasi doais lengkap sudah mencapai lebih dari 107 juta dosis.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menuturkan bahwa untuk mengejar target WHO, seluruh daya dan upaya terus dilakukan dengan melibatkan seluruh elemen bangsa.

Kegiatan vaksinasi massal lewat sentra vaksinasi maupun fasyankes di seluruh Indonesia terus digalakkan untuk memberikan layanan vaksinasi Covid-19 bagi seluruh target sasaran tanpa memandang domisili ataupun KTP.

“Kami mengimbau masyarakat untuk memperepat vaksinasi untuk menghadapi kemungkinan masuknya Omicron ke komunitas lokal. Tolong vaksinasi kita yang paling banyak datang Pfizer dan AstraZeneca, tidak perlu pilih jenis vaksin, sebaiknya gunakan saja yang ada,” tegasnya dalam keterangan Kemenkes, Selasa (21/12).

Protokol kesehatan juga diperkuat terutama penerapan aplikasi Pedulilindungi ditempat-tempat publik. Kedisiplinan penggunaan aplikasi ini sangat penting untuk membantu menekan penularan Covid-19, karenanya pemerintah menekankan agar penerapan Pedulilindungi kembali ditingkatkan untuk menekan risiko bagi pengunjung.

Terkait dengan temuan Omicron, ia mengimbau masyarakat untuk tidak perlu panik dan tetap tenang. Yang terpenting segera melakukan vaksinasi Covid-19 terutama untuk kelompok rentan dan lansia serta tidak perlu bepergian ke luar negeri jika tidak mendesak, serta terus tegakkan protokol kesehatan 5M, dan memperkuat 3T.

“Kedatangan varian baru dari luar negeri yang kita identifikasi di karantina, menunjukkan bahwa sistem pertahanan kita atas kedatangan varian baru cukup baik, perlu kita perkuat. Jadi wajar kalau harus stay 10 hari di karantina. Tujuannya bukan untuk mempersulit orang yang datang, tapi melindungi seluruh masyarakat Indonesia,” kata Menkes Budi.(Jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/