alexametrics
27.4 C
Manado
Kamis, 26 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Tiongkok Mulai `Kandangkan` Boeing B737-800 NG, Bagaimana Indonesia?

MANADOPOST.ID- Kecelakaan Pesawat China Eastern Airlines memunculkan desakan untuk mengandangkan pesawat sejenis dengan pesawat nahas tersebut. Maskapai Tiongkok itu dikabarkan akan mulai melakukan grounding terhadap semua armada Boeing B737-800 NG milik mereka.

Meski demikian, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto mengatakan bahwa belum ada langkah yang akan dilakukan oleh otoritas penerbangan Indonesia.

’’Saat ini Kementerian Perhubungan masih memonitor perkembangan situasi, hingga adanya informasi yang cukup dan jelas untuk mengambil kebijakan, khususnya terkait penyelenggaraan transportasi udara,’’ jelas Novie kemarin (22/3).

Semua armada B737 800 NG yang beroperasi di Indonesia juga masih akan beroperasi. Proses pengecekan juga tetap berlangsung sebagai bagian dari audit berkala. ’’(Pengecekan) dilakukan oleh para inspektur dari Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara,’’ ujar Novie.

Mantan Dirut AirNav itu menambahkan, pihaknya terus berkomunikasi intens dengan maskapai penerbangan khususnya domestik. Pihaknya juga terus meningkatkan pengawasan keselamatan operasi pesawat udara secara ketat, untuk memastikan kepatuhan operator terhadap regulasi keselamatan penerbangan.

Terpisah, Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Judha Nugraha menyampaikan, hingga saat ini tidak terkonfirmasi adanya penumpang berkewarganegaraan Indonesia (WNI) pada penerbangan China Eastern yang jatuh pada Senin. Meski begitu, KJRI Guangzhou masih mencari informasi mengenai data penumpang pesawat China Eastern tersebut.

Selain itu, pihaknya juga masih menunggu konfirmasi resmi dari otoritas setempat. ’’Hingga saat ini (kemarin, red), Pemerintah Guangxi belum menyampaikan rilis resmi terkait jumlah dan identitas korban. Namun dari informasi yang dihimpun sementara, tidak ada WNI di pesawat tersebut,’’ ujarnya. (tau/mia/bay/jawapos)

MANADOPOST.ID- Kecelakaan Pesawat China Eastern Airlines memunculkan desakan untuk mengandangkan pesawat sejenis dengan pesawat nahas tersebut. Maskapai Tiongkok itu dikabarkan akan mulai melakukan grounding terhadap semua armada Boeing B737-800 NG milik mereka.

Meski demikian, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto mengatakan bahwa belum ada langkah yang akan dilakukan oleh otoritas penerbangan Indonesia.

’’Saat ini Kementerian Perhubungan masih memonitor perkembangan situasi, hingga adanya informasi yang cukup dan jelas untuk mengambil kebijakan, khususnya terkait penyelenggaraan transportasi udara,’’ jelas Novie kemarin (22/3).

Semua armada B737 800 NG yang beroperasi di Indonesia juga masih akan beroperasi. Proses pengecekan juga tetap berlangsung sebagai bagian dari audit berkala. ’’(Pengecekan) dilakukan oleh para inspektur dari Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara,’’ ujar Novie.

Mantan Dirut AirNav itu menambahkan, pihaknya terus berkomunikasi intens dengan maskapai penerbangan khususnya domestik. Pihaknya juga terus meningkatkan pengawasan keselamatan operasi pesawat udara secara ketat, untuk memastikan kepatuhan operator terhadap regulasi keselamatan penerbangan.

Terpisah, Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Judha Nugraha menyampaikan, hingga saat ini tidak terkonfirmasi adanya penumpang berkewarganegaraan Indonesia (WNI) pada penerbangan China Eastern yang jatuh pada Senin. Meski begitu, KJRI Guangzhou masih mencari informasi mengenai data penumpang pesawat China Eastern tersebut.

Selain itu, pihaknya juga masih menunggu konfirmasi resmi dari otoritas setempat. ’’Hingga saat ini (kemarin, red), Pemerintah Guangxi belum menyampaikan rilis resmi terkait jumlah dan identitas korban. Namun dari informasi yang dihimpun sementara, tidak ada WNI di pesawat tersebut,’’ ujarnya. (tau/mia/bay/jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/