29.9 C
Manado
Jumat, 7 Mei 2021
spot_img

Pengumuman, WNA India Dilarang Masuk Sulut, Waspada WNA Asia Selatan

MANADOPOST.ID – Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemkumham) Jhoni Ginting menegaskan, pihaknya segera menerbitkan surat larangan masuk wilayah Indonesia, termasuk Sulut, bagi Warga Negara Asing (WNA) asal India siapapun atau yang pernah mengunjungi wilayah India dalam kurun waktu 14 hari. Surat edaran itu diterbitkan mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19. ’’Kami juga sudah mengantisipasi sekarang pun sedang digodok surat edaran khusus untuk penjelasan pengecualian terhadap warga negara India yang tidak boleh masuk ke Indonesia,’’ kata Jhoni Ginting dalam siaran daring, Jumat (23/4).

Jhoni menyampaikan, aturan serupa pernah diterbitkan pada April 2020 lalu. Saat itu, terdapat empat negara yang tidak diberikan visa, yakni Korea Selatan, Iran, Italia dan Inggris. ’’Jadi nanti kita akan segera buat surat edaran khusus untuk warga negara India dan yang pernah berada di India selama 14 hari,’’ ujar Jhoni.
Jhoni tak memungkiri, pada Rabu (21/4/) terdapat pesawat AirAsia dari Chennai, India yang mendarat di Bandara Soekarno-Hatta. Pesawat dengan kode penerbangan QZ988 itu membawa 129 penumpang yang terdiri dari 38 orang warga negara India pemegang visa kunjungan, 46 warga India pemegang Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas), satu warga Amerika Serikat pemegang Kitas, 32 warga India pemegang Kitas, 12 warga Indonesia dan 11 kru yang seluruhnya warga Indonesia.
Dia menyampaikan, mereka yang masuk wilayah Indonesia memiliki dokumen perjalanan berupa visa, yang diperbolehkan sesuai Permenkumham Nomor 26 Tahun 2020. Dia memastikan, akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk mengantisipasi warga India atau yang pernah mengunjungi India dalam kurun waktu 14 hari untuk tidak masuk wilayah Indonesia.
Sementara itu, warga India yang telah mendapat visa dan telah masuk ke Indonesia akan diterapkan protokol kesehatan secara ketat. “Mungkin ada yang masih dalam perjalanan on air sekarang ini. Ini akan tetap kita antisipasi dan apabila nanti masuk ke Indonesia, ke bandara kita tetap mengacu pada protokol kesehatan yang telah ditetapkan,” ungkap Jhoni.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, banyak orang yang masih masuk ke tanah air terutama pekerja migran Indonesia dalam 1-2 bulan terakhir ini. Belajar dari pengalaman mutasi virus B117 dimana mutasi itu dibawa oleh WNI yang pulang dari Arab Saudi, maka Menkes Budi mengingatkan agar waspada menerima kepulangan warga dari Asia Selatan. ’’B117 itu masuknya Saudi Arabia, jadi kita memang mesti hati-hati yang masuk dari negara-negara Asia Selatan,’’ tegasnya.
Ia menegaskan tugas kekarantinaan adalah memastikan WNA dilarang masuk karena visanya tidak diterbitkan. Namun, Warga Negara Indonesia (WNI) tetap boleh masuk tanah air. Asalkan tetap mengikuti syarat ketat.
’’Cuma WNI tolong mengerti kalau bapak ibu pernah mengunjungi wilayah India dalam 14 hari terakhir, harus melakukan karantinanya 14 hari. Harus juga diambil PCR  dua kali, pada saat datang dan saat mau pergi,” tandas Budi. (jpg)
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru