26.4 C
Manado
Rabu, 10 Agustus 2022

PKS Khawatir Pandemi Dimanfaatkan Bahas Tiga Periode

MANADOPOST.ID– Penolakan terhadap wacana masa jabatan presiden tiga periode terus disuarakan berbagai pihak. Termasuk dari partai-partai. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melihat munculnya wacana presiden tiga periode ini kurang elok di tengah upaya pemerintah mengatasi pandemi Covid-19.

Wakil Ketua Majelis Syura PKS Hidayat Nur Wahid menegaskan bahwa pandemi saat ini harus mendapat perhatian lebih ketimbang gimmick politik. Dia khawatir justru kondisi pandemi saat ini kemudian dimanfaatkan sejumlah oknum atau pihak untuk menempuh jalan-jalan inkonstitusional demi mewujudkan perpanjangan masa jabatan presiden.

”Semua pihak memang harus objektif dan berkontribusi mengatasi masalah Covid-19 yang makin mengkhawatirkan. Jangan darurat Covid-19 malah dijadikan alasan inkonstitusional, menambah beberapa tahun masa jabatan presiden,” ujarnya kemarin (22/6).

Partai Demokrat juga menyuarakan kritik keras terhadap wacana tersebut. Deputi Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani memandang wacana presiden tiga periode ini tidak mungkin ujug-ujug muncul. Tapi sudah dipresentasikan pihak-pihak tertentu dengan berbagai dugaan motif.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Pertama adalah motif mengetes ombak untuk mengukur respons publik. ”Jika tak ada resistansi, sangat mungkin skenario ini dijalankan,” jelas Kamhar kemarin. Kedua, ini merupakan upaya membangun posisi tawar (bargaining position). Bahkan, menurut Kamhar, kemungkinan telah terjadi skenario lobi-lobi. Yakni menambah periode masa jabatan presiden dan anggota DPR hingga 2027 atau ditambah tiga tahun.

Di sisi lain, MPR sendiri menyatakan bahwa hingga kini tidak ada lobi-lobi di antara partai-partai terkait isu tiga periode. Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid menilai wacana itu hanya dikeluarkan sekelompok orang dengan motif yang belum jelas. ”Setahu saya tidak ada satu pun partai yang mengusung wacana tiga periode, apalagi membahas dan lobi-lobi. Isu ini spekulatif, tidak jelas motifnya dan siapa otak sebenarnya,” ungkap dia. (jawapos)

MANADOPOST.ID– Penolakan terhadap wacana masa jabatan presiden tiga periode terus disuarakan berbagai pihak. Termasuk dari partai-partai. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melihat munculnya wacana presiden tiga periode ini kurang elok di tengah upaya pemerintah mengatasi pandemi Covid-19.

Wakil Ketua Majelis Syura PKS Hidayat Nur Wahid menegaskan bahwa pandemi saat ini harus mendapat perhatian lebih ketimbang gimmick politik. Dia khawatir justru kondisi pandemi saat ini kemudian dimanfaatkan sejumlah oknum atau pihak untuk menempuh jalan-jalan inkonstitusional demi mewujudkan perpanjangan masa jabatan presiden.

”Semua pihak memang harus objektif dan berkontribusi mengatasi masalah Covid-19 yang makin mengkhawatirkan. Jangan darurat Covid-19 malah dijadikan alasan inkonstitusional, menambah beberapa tahun masa jabatan presiden,” ujarnya kemarin (22/6).

Partai Demokrat juga menyuarakan kritik keras terhadap wacana tersebut. Deputi Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani memandang wacana presiden tiga periode ini tidak mungkin ujug-ujug muncul. Tapi sudah dipresentasikan pihak-pihak tertentu dengan berbagai dugaan motif.

Pertama adalah motif mengetes ombak untuk mengukur respons publik. ”Jika tak ada resistansi, sangat mungkin skenario ini dijalankan,” jelas Kamhar kemarin. Kedua, ini merupakan upaya membangun posisi tawar (bargaining position). Bahkan, menurut Kamhar, kemungkinan telah terjadi skenario lobi-lobi. Yakni menambah periode masa jabatan presiden dan anggota DPR hingga 2027 atau ditambah tiga tahun.

Di sisi lain, MPR sendiri menyatakan bahwa hingga kini tidak ada lobi-lobi di antara partai-partai terkait isu tiga periode. Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid menilai wacana itu hanya dikeluarkan sekelompok orang dengan motif yang belum jelas. ”Setahu saya tidak ada satu pun partai yang mengusung wacana tiga periode, apalagi membahas dan lobi-lobi. Isu ini spekulatif, tidak jelas motifnya dan siapa otak sebenarnya,” ungkap dia. (jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/