24.4 C
Manado
Minggu, 26 Juni 2022

Banner Mobile (Anymind)

Sanjung Eks Menteri Perdagangan, Politisi PKS Yakin Banget Skandal Minyak Goreng Akan Dibongkar

- Advertisement -

MANADOPOST.ID–Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto mengapresiasi langkah mantan Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi yang bersedia memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, di Jakarta, Rabu.

Menurut Politisi PKS ini, Lutfi yang hadir untuk dimintai keterangan sebagai saksi mengenai perkara dugaan korupsi pemberian izin ekspor minyak sawit mentah itu, akan membantu tim penyidik Kejagung dalam mengusut perkara tersebut.

“Saya yakin dan percaya Pak Lutfi akan membongkar semua skandal minyak goreng ini di hadapan penyidik. Kita harus angkat topi kepada beliau,” kata Mulyanto seperti dikutip Antara, Kamis (23/6).

Di samping itu, Wakil Ketua Fraksi PKS ini pun menilai Lutfi telah berjasa menyadarkan publik mengenai kebenaran tentang keberadaan para mafia minyak goreng.

- Advertisement -

Selanjutnya, Mulyanto berharap keterangan dari Lutfi dapat membuat penegak hukum mampu memberantas keberadaan mafia minyak goreng secara menyeluruh agar perekonomian di Tanah Air menjadi semakin baik.

Hal senada disampaikan pula oleh Wakil Ketua Komisi III DPR RI Adies Kadir. Adies menilai keterangan dari Lutfi sangat dibutuhkan oleh Kejaksaan Agung. Dia bahkan meyakini Kejaksaan Agung tidak memanggil orang-orang tertentu secara sembarang. Dengan demikian, kata Adies, Lutfi sepatutnya memberikan keterangan rinci yang dapat membongkar kasus tersebut.

“Berikan penjelasan secara rinci agar kasus ini dapat terungkap, siapa-siapa saja yang terlibat,” ucap dia.

Kemudian di sisi lain, Guru Besar Hukum Universitas Borobudur, Jakarta Timur, Faisal Santiago meyakini Muhammad Lutfi akan memberikan keterangan komprehensif dan apa adanya terkait kasus dugaan korupsi pemberian izin ekspor minyak sawit mentah atau crued palm oil (CPO) periode Januari 2021 sampai Maret 2022 itu.

Menurut dia, Lutfi harus memberikan keterangan secara komprehensif dan jujur agar tim penyidik dapat mengungkap pihak yang menjadi dalang dari kasus tersebut. “Harusnya seperti itu (buka-bukaan) biar kelihatan juga siapa di belakangnya,” kata Faisal.

Diketahui, Muhammad Lutfi tiba sekitar pukul 09.11 WIB di Kejaksaan Agung. Dalam perkara dugaan kasus korupsi pemberian izin ekspor minyak goreng mentah ini, tim penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung telah menyerahkan tahap I berkas perkara terhadap lima tersangka kepada jaksa penuntut umum pada Rabu (15/6).

Lima tersanga itu adalah Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Indrasari Wisnu Wardhana (IWW), Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia Master Parulian Tumanggor (MPT), dan Senior Manager Corporate Affairs PT Pelita Agung Agrindustri/Permata Hijau Group Stanley MA (SM).

Berikutnya, General Manager di Bagian General Affair PT Musim Mas Picare Tagore Sitanggang (PTS) dan penasihat kebijakan/analisa pada Independen Research & Advisory Indonesia Lin Che Wei (LCW).(Jawapos)

MANADOPOST.ID–Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto mengapresiasi langkah mantan Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi yang bersedia memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, di Jakarta, Rabu.

Menurut Politisi PKS ini, Lutfi yang hadir untuk dimintai keterangan sebagai saksi mengenai perkara dugaan korupsi pemberian izin ekspor minyak sawit mentah itu, akan membantu tim penyidik Kejagung dalam mengusut perkara tersebut.

“Saya yakin dan percaya Pak Lutfi akan membongkar semua skandal minyak goreng ini di hadapan penyidik. Kita harus angkat topi kepada beliau,” kata Mulyanto seperti dikutip Antara, Kamis (23/6).

Di samping itu, Wakil Ketua Fraksi PKS ini pun menilai Lutfi telah berjasa menyadarkan publik mengenai kebenaran tentang keberadaan para mafia minyak goreng.

Selanjutnya, Mulyanto berharap keterangan dari Lutfi dapat membuat penegak hukum mampu memberantas keberadaan mafia minyak goreng secara menyeluruh agar perekonomian di Tanah Air menjadi semakin baik.

Hal senada disampaikan pula oleh Wakil Ketua Komisi III DPR RI Adies Kadir. Adies menilai keterangan dari Lutfi sangat dibutuhkan oleh Kejaksaan Agung. Dia bahkan meyakini Kejaksaan Agung tidak memanggil orang-orang tertentu secara sembarang. Dengan demikian, kata Adies, Lutfi sepatutnya memberikan keterangan rinci yang dapat membongkar kasus tersebut.

“Berikan penjelasan secara rinci agar kasus ini dapat terungkap, siapa-siapa saja yang terlibat,” ucap dia.

Kemudian di sisi lain, Guru Besar Hukum Universitas Borobudur, Jakarta Timur, Faisal Santiago meyakini Muhammad Lutfi akan memberikan keterangan komprehensif dan apa adanya terkait kasus dugaan korupsi pemberian izin ekspor minyak sawit mentah atau crued palm oil (CPO) periode Januari 2021 sampai Maret 2022 itu.

Menurut dia, Lutfi harus memberikan keterangan secara komprehensif dan jujur agar tim penyidik dapat mengungkap pihak yang menjadi dalang dari kasus tersebut. “Harusnya seperti itu (buka-bukaan) biar kelihatan juga siapa di belakangnya,” kata Faisal.

Diketahui, Muhammad Lutfi tiba sekitar pukul 09.11 WIB di Kejaksaan Agung. Dalam perkara dugaan kasus korupsi pemberian izin ekspor minyak goreng mentah ini, tim penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung telah menyerahkan tahap I berkas perkara terhadap lima tersangka kepada jaksa penuntut umum pada Rabu (15/6).

Lima tersanga itu adalah Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Indrasari Wisnu Wardhana (IWW), Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia Master Parulian Tumanggor (MPT), dan Senior Manager Corporate Affairs PT Pelita Agung Agrindustri/Permata Hijau Group Stanley MA (SM).

Berikutnya, General Manager di Bagian General Affair PT Musim Mas Picare Tagore Sitanggang (PTS) dan penasihat kebijakan/analisa pada Independen Research & Advisory Indonesia Lin Che Wei (LCW).(Jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/