alexametrics
24.4 C
Manado
Sabtu, 28 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Bocoran Jubir KPK terkait Status Tersangka Dugaan Korupsi Formula E DKI Jakarta

MANADOPOST.ID-Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara (Jubir) KPK Ali Fikri memastikan, penyelidikan dugaan korupsi Formula E berdasarkan alat bukti.

Lembaga antirasuah, sampai saat ini masih mengumpulkan alat bukti untuk menemukan dugaan rasuah pada event Formula E.

“Seluruhnya didasarkan pada kecukupan bukti-bukti yang membuat terangnya suatu konstruksi peristiwa pidana korupsi,” ucap Ali dalam keterangannya.

Juru bicara KPK bidang penindakan ini menyampaikan, pihaknya sudah sesuai aturan dalam menyelidiki dugaan korupsi dalam ajang balap mobil listrik itu. KPK menegaskan, giat penindakan kasus korupsi di Indonesia tidak akan pandang bulu.

Karena itu, masyarakat diminta bersabar. Saat ini, KPK tengah sibuk mencari bukti dalam kasus korupsi tersebut. “Kami harap publik memberi kesempatan KPK untuk fokus bekerja, dan tidak mengembuskan opini maupun kesimpulan-kesimpulan premature yang justru akan kontraproduktif,” tegas Ali.

Bahkan, kata Ali, pihaknya tak segan menetapkan tersangka dalam penyelidikan dugaan korupsi pada proses penyelenggaraan event Formula E yang akan berlangsung di DKI Jakarta. Hal ini jika KPK menemukan unsur pidana dalam proses ajang balap mobil listrik tersebut. “Kalau ada (tindak pidananya) ya akan dipertimbangkan apakah bisa ditemukan orang yang dipertanggungjawabkan (jadi tersangka),” tandasnya.

Dalam kasus ini, KPK diketahui sudah melakukan pemeriksaan terhadap anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Formula E kami masih mendalami, nanti kalau sudah selesai proses penelaahan baru kami umumkan hasil akhirnya. Karena belum dapat hasil ekspos, jadi kami tidak bisa memberikan perkembangannya karena masih bekerja,” kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron ditemui di Gedung Juang KPK, Jumat (19/11).

Pimpinan KPK berlatar belakang akademisi ini menegaskan, pihaknya akan mencari bukti dugaan korupsi pada proses penyelenggaraan Formula E. Bahkan dari penyelenggaraan ajang balap mobil listrik itu ada yang diperkaya atau tidak, lembaga antirasuah masih dalam proses penyelidikan.

“Yang jelas Tipikor itu di Pasal 2 ayat 1 itu memperkaya diri sendiri dengan cara melawan hukum. Memperkaya diri sendiri itu bukan hanya untuk penyelenggara negara, tapi orang lain atau korporasi,” ungkap Ghufron.

Selain memperkaya secara individu maupun korporasi, KPK juga akan menelisik apakah ada penyalahgunaan wewenang atau tidak dalam proses penyelenggaraan Formula yang akan digelar di DKI Jakarta.

“Misal ya adanya dugaan penyalahgunaan wewenang Pasal 3 UU Tipikor ataupun kalau ada tindak pidana lain sebagaimana diatur pasal 5, 13, atau 12, ini masih dalam proses telaah,” tegas Ghufron.(jpc)

MANADOPOST.ID-Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara (Jubir) KPK Ali Fikri memastikan, penyelidikan dugaan korupsi Formula E berdasarkan alat bukti.

Lembaga antirasuah, sampai saat ini masih mengumpulkan alat bukti untuk menemukan dugaan rasuah pada event Formula E.

“Seluruhnya didasarkan pada kecukupan bukti-bukti yang membuat terangnya suatu konstruksi peristiwa pidana korupsi,” ucap Ali dalam keterangannya.

Juru bicara KPK bidang penindakan ini menyampaikan, pihaknya sudah sesuai aturan dalam menyelidiki dugaan korupsi dalam ajang balap mobil listrik itu. KPK menegaskan, giat penindakan kasus korupsi di Indonesia tidak akan pandang bulu.

Karena itu, masyarakat diminta bersabar. Saat ini, KPK tengah sibuk mencari bukti dalam kasus korupsi tersebut. “Kami harap publik memberi kesempatan KPK untuk fokus bekerja, dan tidak mengembuskan opini maupun kesimpulan-kesimpulan premature yang justru akan kontraproduktif,” tegas Ali.

Bahkan, kata Ali, pihaknya tak segan menetapkan tersangka dalam penyelidikan dugaan korupsi pada proses penyelenggaraan event Formula E yang akan berlangsung di DKI Jakarta. Hal ini jika KPK menemukan unsur pidana dalam proses ajang balap mobil listrik tersebut. “Kalau ada (tindak pidananya) ya akan dipertimbangkan apakah bisa ditemukan orang yang dipertanggungjawabkan (jadi tersangka),” tandasnya.

Dalam kasus ini, KPK diketahui sudah melakukan pemeriksaan terhadap anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Formula E kami masih mendalami, nanti kalau sudah selesai proses penelaahan baru kami umumkan hasil akhirnya. Karena belum dapat hasil ekspos, jadi kami tidak bisa memberikan perkembangannya karena masih bekerja,” kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron ditemui di Gedung Juang KPK, Jumat (19/11).

Pimpinan KPK berlatar belakang akademisi ini menegaskan, pihaknya akan mencari bukti dugaan korupsi pada proses penyelenggaraan Formula E. Bahkan dari penyelenggaraan ajang balap mobil listrik itu ada yang diperkaya atau tidak, lembaga antirasuah masih dalam proses penyelidikan.

“Yang jelas Tipikor itu di Pasal 2 ayat 1 itu memperkaya diri sendiri dengan cara melawan hukum. Memperkaya diri sendiri itu bukan hanya untuk penyelenggara negara, tapi orang lain atau korporasi,” ungkap Ghufron.

Selain memperkaya secara individu maupun korporasi, KPK juga akan menelisik apakah ada penyalahgunaan wewenang atau tidak dalam proses penyelenggaraan Formula yang akan digelar di DKI Jakarta.

“Misal ya adanya dugaan penyalahgunaan wewenang Pasal 3 UU Tipikor ataupun kalau ada tindak pidana lain sebagaimana diatur pasal 5, 13, atau 12, ini masih dalam proses telaah,” tegas Ghufron.(jpc)

Most Read

Artikel Terbaru

/