24.4 C
Manado
Senin, 4 Juli 2022

Terungkap Aksi Wanita Ngaku Anak Jenderal di Bandara, Kok Bisa Atur Protokoler TNI dan Polisi

Menurutnya, hal itu tidak sesuai dengan adab dan etika di lingkungan TNI. “Segala sesuatu ini kita punya adab dan etika. Di TNI juga ada adab dan etika. Kami mohon nanti dilakukan penindakan, upaya korektif,” kata Arteria.

Selain menyuruh dan mengatur protokoler TNI, wanita anak jenderal itu juga bisa mengatur dan menyuruh anggota Polri di Bandara Soekarno-Hatta.

Sebelumnya, wanita anak jenderal itu juga menyuruh protokoler TNI mencari kapolres untuk pengawalan dirinya. Perlakuan berbeda ternyata juga didapat Arteria Dahlan di kantor polisi bandara.

Saat itu, politisi PDI Perjuangan itu sempat tidak mendapat pelayanan yang semestinya. Arteria menyubut, anggota Polri di sana juga diatur oleh wanita anak jenderal itu. “Nanti kamu videoin semuanya, ya’. Disuruh-suruh orang sama dia,” beber Arteria.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Arteria baru dilayani setelah polisi tahu bahwa dirinya adalah anggota DPR RI. “Begitu sopir saya bilang, bapak ini anggota DPR, baru itu polisinya keluar. ‘Pak, pak, mohon maaf, kami gak bisa menerima bapak karena ruangannya kecil’,” ungkap Arteria.

Kendati demikian, Arteria memilih menahan diri. Dia juga tidak mempermasalahkan polisi yang lebih dulu melayani wanita anak jenderal itu. “Gak apa-apa (polisi) layani dia dulu. Saya bilangin, dia rakyat kita juga,” kata Arteria. (ruh/int/pojoksatu)

Menurutnya, hal itu tidak sesuai dengan adab dan etika di lingkungan TNI. “Segala sesuatu ini kita punya adab dan etika. Di TNI juga ada adab dan etika. Kami mohon nanti dilakukan penindakan, upaya korektif,” kata Arteria.

Selain menyuruh dan mengatur protokoler TNI, wanita anak jenderal itu juga bisa mengatur dan menyuruh anggota Polri di Bandara Soekarno-Hatta.

Sebelumnya, wanita anak jenderal itu juga menyuruh protokoler TNI mencari kapolres untuk pengawalan dirinya. Perlakuan berbeda ternyata juga didapat Arteria Dahlan di kantor polisi bandara.

Saat itu, politisi PDI Perjuangan itu sempat tidak mendapat pelayanan yang semestinya. Arteria menyubut, anggota Polri di sana juga diatur oleh wanita anak jenderal itu. “Nanti kamu videoin semuanya, ya’. Disuruh-suruh orang sama dia,” beber Arteria.

Arteria baru dilayani setelah polisi tahu bahwa dirinya adalah anggota DPR RI. “Begitu sopir saya bilang, bapak ini anggota DPR, baru itu polisinya keluar. ‘Pak, pak, mohon maaf, kami gak bisa menerima bapak karena ruangannya kecil’,” ungkap Arteria.

Kendati demikian, Arteria memilih menahan diri. Dia juga tidak mempermasalahkan polisi yang lebih dulu melayani wanita anak jenderal itu. “Gak apa-apa (polisi) layani dia dulu. Saya bilangin, dia rakyat kita juga,” kata Arteria. (ruh/int/pojoksatu)

Most Read

Artikel Terbaru

/