alexametrics
27.4 C
Manado
Minggu, 22 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

PLN Gelar MoU Pemanfaatan FABA PLTU Nii Tanasa dengan Stakeholder Sulawesi Tenggara

MANADOPOST.ID— PT PLN (Persero) menggelar proposed kerjasama pemanfaatan limbah sisa pembakaran batu bara atau Fly Ash & Bottom Ash (FABA) dari PLTU Nii Tanasa yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara PT PLN (Persero) dengan para stakeholder yakni Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Konawe, Realestate Indonesia (REI), PT. Alfa Fajar Raya, Kecamatan Lalonggasuumeto serta Forum Usaha Kecil Menengah-Industri Kecil Menengah (UKM-IKM) Sulawesi Tenggara

General Manager PLN UIKL Sulawesi menjelaskan bahwa FABA ini dapat dimanfaatkan menjadi produk bernilai guna diantaranya sebagai campuran dalam Industri Konstruksi & Infrastruktur, “Optimalisasi pemanfaatan FABA, khususnya yang dihasilkan PLTU milik PLN ini sedang gencar dilakukan menyusul telah dikategorikannya FABA menjadi limbah bukan bahan berbahaya dan beracun (B3),” ujar Munawwar Furqan.

Munawar Menjelaskan, PLTU Nii Tanasa memiliki kapasitas 2 X 12MW dan menghasilkan 16 Metrik Ton FABA perhari dalam proses produksinya

“Selain dimanfaatkan untuk keperluan Internal, PLN juga telah menjalin kerjasama strategis dengan UMKM Sekitar PLTU guna pemanfataan sisa pembakaran batu bara (FABA) menjadi Batako dan Paving Block dan bahan campuran konstruksi lainnya” tambah Munawwar.

Saat ini PLTU Nii Tanasa memiliki stok FABA sebesar 8615 Metrik Ton, PLN masih membuka kesempatan seluas-luasnya kepada UMKM dan masyarakat yang ingin memanfaatkan FABA ini sehingga dapat mendongkrak kegiatan ekonomi sirkular bagi UMKM setempat.

Dalam kesempatan yang sama turut hadir Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Dr. H. Lukman Abunawas, SH., MH., M.Si., beliau menyambut antusias upaya PLN dalam memanfaatkan sisa pembakaran batu bara dalam bentuk FABA yang ternyata masih bisa dimanfaatkan sebagai produk bernilai ekonomis tinggi yang diharapkan mampu mendukung pembangunan Provinsi Sulawesi Tenggara kedepannya.

Sebelumnya FABA PLTU Nii Tanasa ini telah dimanfaatkan oleh PLN UPDK Kendari dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan untuk program bedah rumah kaum dhuafa, pembuatan akses jalan, pembangunan bank sampah, serta campuran konstruksi pemecah ombak.

Melihat Potensi Besar dari FABA, PLN Terus melakukan sosialisasi dan edukasi pemanfaatan FABA kepada masyarakat, sehingga nantinya masyarakat akan lebih paham terhadap nilai ekonomis FABA yang dapat dimanfaatkan sebagai pembangunan infrastrukur dan konstruksi.

“Kami secara proaktif mengajak pemerintah daerah, UKM-IKM, Badan Usaha Milik Desa serta kelompok masyarakat untuk dapat memanfaatkan FABA menjadi produk ramah lingkungan,” tutup Munawwar.(*)

MANADOPOST.ID— PT PLN (Persero) menggelar proposed kerjasama pemanfaatan limbah sisa pembakaran batu bara atau Fly Ash & Bottom Ash (FABA) dari PLTU Nii Tanasa yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara PT PLN (Persero) dengan para stakeholder yakni Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Konawe, Realestate Indonesia (REI), PT. Alfa Fajar Raya, Kecamatan Lalonggasuumeto serta Forum Usaha Kecil Menengah-Industri Kecil Menengah (UKM-IKM) Sulawesi Tenggara

General Manager PLN UIKL Sulawesi menjelaskan bahwa FABA ini dapat dimanfaatkan menjadi produk bernilai guna diantaranya sebagai campuran dalam Industri Konstruksi & Infrastruktur, “Optimalisasi pemanfaatan FABA, khususnya yang dihasilkan PLTU milik PLN ini sedang gencar dilakukan menyusul telah dikategorikannya FABA menjadi limbah bukan bahan berbahaya dan beracun (B3),” ujar Munawwar Furqan.

Munawar Menjelaskan, PLTU Nii Tanasa memiliki kapasitas 2 X 12MW dan menghasilkan 16 Metrik Ton FABA perhari dalam proses produksinya

“Selain dimanfaatkan untuk keperluan Internal, PLN juga telah menjalin kerjasama strategis dengan UMKM Sekitar PLTU guna pemanfataan sisa pembakaran batu bara (FABA) menjadi Batako dan Paving Block dan bahan campuran konstruksi lainnya” tambah Munawwar.

Saat ini PLTU Nii Tanasa memiliki stok FABA sebesar 8615 Metrik Ton, PLN masih membuka kesempatan seluas-luasnya kepada UMKM dan masyarakat yang ingin memanfaatkan FABA ini sehingga dapat mendongkrak kegiatan ekonomi sirkular bagi UMKM setempat.

Dalam kesempatan yang sama turut hadir Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Dr. H. Lukman Abunawas, SH., MH., M.Si., beliau menyambut antusias upaya PLN dalam memanfaatkan sisa pembakaran batu bara dalam bentuk FABA yang ternyata masih bisa dimanfaatkan sebagai produk bernilai ekonomis tinggi yang diharapkan mampu mendukung pembangunan Provinsi Sulawesi Tenggara kedepannya.

Sebelumnya FABA PLTU Nii Tanasa ini telah dimanfaatkan oleh PLN UPDK Kendari dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan untuk program bedah rumah kaum dhuafa, pembuatan akses jalan, pembangunan bank sampah, serta campuran konstruksi pemecah ombak.

Melihat Potensi Besar dari FABA, PLN Terus melakukan sosialisasi dan edukasi pemanfaatan FABA kepada masyarakat, sehingga nantinya masyarakat akan lebih paham terhadap nilai ekonomis FABA yang dapat dimanfaatkan sebagai pembangunan infrastrukur dan konstruksi.

“Kami secara proaktif mengajak pemerintah daerah, UKM-IKM, Badan Usaha Milik Desa serta kelompok masyarakat untuk dapat memanfaatkan FABA menjadi produk ramah lingkungan,” tutup Munawwar.(*)

Most Read

Artikel Terbaru

/