26.4 C
Manado
Sabtu, 24 Juli 2021

Beberapa Komponen Kapal Selam KRI Nanggala-402 Ditemukan, Ada Pipa Pendingin hingga Tabung Torpedo

MANADOPOST.ID – Beberapa benda yang menjadi bagian kapal selam KRI Nanggala-402 mulai ditemukan. “Beberapa hari lalu, ditemukan beberapa kepingan dan barang disekitar lokasi terakhir kapal menyelam, yang diyakini bagian komponen kapal selam. Ini tak akan terangkat apabila tidak ada tekanan atau keretakan,” kata KSAL Laksamana TNI Yudo Margono di Lanud Ngurah Rai, Bali, Sabtu (24/4) mengutip JawaPos.com

Yudo menuturkan, benda-benda yang ditemukan ini tidak bisa dimiliki umum. Selain itu, dalam radius 10 nautical mile, tidak ada kapal lain selain KRI Nanggala-402. Sehingga disimpulkan barang tersebut milik kapal selam yang hilang.

“Yang hitam adalah pelurus tabung torpedo, dan yang tengah, pembungkus pipa pendingin, di mana pada saat 2012 KRI Nanggala telah diperbaiki di Korea,” imbuhnya.

Barang lainnya yang ditemukan yaitu botol berisi cairan pelumas berwarna oranye, kain yang dipakai alas oleh ABK, potongan spon kecil, dan solar. Benda-benda ini telah dikonfirmasi kepada tim ahli dan dipastikan miliki KRI Nanggala-402.

“Tim gabungan SAR masih berjuang keras. Dengan pernyataan ini dari submiss ke subsunk saya selaku pimimpin TNI AL turut prihatin,” pungkas Yudo.

Sebelumnya, kapal selam KRI Nanggala-402 hilang kontak di perairan dekat Bali pada Rabu (21/4) sekitar pukul 03.00 WIB. KRI Nanggala-402 diketahui satu dari lima kapal selam yang dimiliki angkatan bersenjata Indonesia.
TNI AL memastikan jika KRI Nanggala-402 dalam keadaan layak menyelam. Kapal membawa 53 orang. Terdiri dari 49 ABK, 1 Komandan Satuan, dan 3 personel Arsenal.

KRI Nanggala-402 ini awalnya hendak mengikuti latihan penembakan di laut Bali, pada Kamis (22/4) besok. Insiden hilang kontak ini diduga terjadi saat KRI Nanggala sedang melakukan gladi resik.

Sebagai informasi, KRI Nanggala-402 merupakan salah satu kapal selam dari lima kapal selam yang dimiliki Indonesia. Kapal ini diproduksi perushaan Jerman pada 1979. Dan dibeli oleh Indonesia pada 1981. (jpc/tkg)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru