25.4 C
Manado
Kamis, 7 Juli 2022

PPKM di Luar Jawa-Bali Diperpanjang Hingga 6 September

MANADOPOST.ID–Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga menjabat sebagai koordinator PPKM luar Jawa dan Bali menyampaikan, PPKM di luar Jawa-Bali diperpanjang dua pekan hingga 6 September 2021 mendatang.

“Nanti akan dituangkan di dalam Inmendagri bahwa perpanjangan akan dilakukan di luar Jawa-Bali 24 Agustus sampai dengan 6 September dan perpanjangan ini seluruhnya detailnya Kabupaten/Kota akan ada dalam Instruksi Mendagri,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Senin (23/8).

Airlangga mengatakan, jika PPKM wilayah Jawa dan Bali dievaluasi seminggu sekali, maka luar Jawa dan Bali akan dilakukan evaluasi setiap dua minggu sekali. “Bapak Presiden sudah memberikan arahan levelnya apakah level 1, 2, 3, 4 tergantung pada kondisi daerah masing-masing,” imbuhnya.

Ia menyebut, wilayah di luar Pulau Jawa-Bali menyumbang 52,3 persen kasus aktif Covid-19 secara nasional. Airlangga menjabarkan, kasus aktif di Sumatera tercatat 24,23 persen, dengan kontribusi ke nasional 14,31 persen. Tingkat kesembuhan 84,4 persen dan kasus meninggal 3,27 persen.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Penurunan kasus dari tanggal 9 sampai 23 Agustus adalah 25,72 persen,” ungkapnya.

Kemudian, kasus aktif di Nusa Tenggara sebesar 2,33 persen dan berkontribusi terhadap kasus nasional sebesar 2 persen. Tingakt kesembuhannya 89,51 persen, sedangkan tingkat fatalitas kasus (fatality rate) adalah 2,2 persen. “Dan kasusnya turun antara 9-23 Agustus adalah 47,57 persen,” katanya.

Lalu, kasus aktif di Kalimantan sebanyak 11,31 persen dan berkontribusi secara nasional sebesar 7,92 persen. Tingkat kesembuhan pasien sebesar 89,51 persen, sedangkan kasus kematiannya 3,04 persen. Penurunan kasus aktif sebanyak 31,3 persen selama 9-23 Agustus.

Kasus aktif di Sulawesi mencapai 9,23 persen dan berkontribusi terhadap nasional 5,35 persen. Adapun kasus sembuh sebesar 85,02 persen, sedangkan tingkat fatalitas kasus adalah 2,41 persen. Penurunan kasus aktif pada periode 9-23 Agustus adalah 31,3 persen.

Sedangkan, kasus aktif di Maluku dan Papua sebesar 5,24 persen dengan kontribusi terhadap nasional sebanyak 1,98 persen. Adapun recovery rate 79,16 persen, sedangkan tingkat kematian 1,55 persen, dan penurunan sebanyak 18,86 persen.

“Kita lihat secara keseluruhan, BOR di wilayah Indonesia luar Jawa-Bali, BOR-nya adalah 41,6 persen, dan tentu bisa diturunkan karena kasus konfirmasinya adalah 25,7 persen dari target 40 persen konversi tempat tidur,” pungkasnya.(Jawapos)

MANADOPOST.ID–Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga menjabat sebagai koordinator PPKM luar Jawa dan Bali menyampaikan, PPKM di luar Jawa-Bali diperpanjang dua pekan hingga 6 September 2021 mendatang.

“Nanti akan dituangkan di dalam Inmendagri bahwa perpanjangan akan dilakukan di luar Jawa-Bali 24 Agustus sampai dengan 6 September dan perpanjangan ini seluruhnya detailnya Kabupaten/Kota akan ada dalam Instruksi Mendagri,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Senin (23/8).

Airlangga mengatakan, jika PPKM wilayah Jawa dan Bali dievaluasi seminggu sekali, maka luar Jawa dan Bali akan dilakukan evaluasi setiap dua minggu sekali. “Bapak Presiden sudah memberikan arahan levelnya apakah level 1, 2, 3, 4 tergantung pada kondisi daerah masing-masing,” imbuhnya.

Ia menyebut, wilayah di luar Pulau Jawa-Bali menyumbang 52,3 persen kasus aktif Covid-19 secara nasional. Airlangga menjabarkan, kasus aktif di Sumatera tercatat 24,23 persen, dengan kontribusi ke nasional 14,31 persen. Tingkat kesembuhan 84,4 persen dan kasus meninggal 3,27 persen.

“Penurunan kasus dari tanggal 9 sampai 23 Agustus adalah 25,72 persen,” ungkapnya.

Kemudian, kasus aktif di Nusa Tenggara sebesar 2,33 persen dan berkontribusi terhadap kasus nasional sebesar 2 persen. Tingakt kesembuhannya 89,51 persen, sedangkan tingkat fatalitas kasus (fatality rate) adalah 2,2 persen. “Dan kasusnya turun antara 9-23 Agustus adalah 47,57 persen,” katanya.

Lalu, kasus aktif di Kalimantan sebanyak 11,31 persen dan berkontribusi secara nasional sebesar 7,92 persen. Tingkat kesembuhan pasien sebesar 89,51 persen, sedangkan kasus kematiannya 3,04 persen. Penurunan kasus aktif sebanyak 31,3 persen selama 9-23 Agustus.

Kasus aktif di Sulawesi mencapai 9,23 persen dan berkontribusi terhadap nasional 5,35 persen. Adapun kasus sembuh sebesar 85,02 persen, sedangkan tingkat fatalitas kasus adalah 2,41 persen. Penurunan kasus aktif pada periode 9-23 Agustus adalah 31,3 persen.

Sedangkan, kasus aktif di Maluku dan Papua sebesar 5,24 persen dengan kontribusi terhadap nasional sebanyak 1,98 persen. Adapun recovery rate 79,16 persen, sedangkan tingkat kematian 1,55 persen, dan penurunan sebanyak 18,86 persen.

“Kita lihat secara keseluruhan, BOR di wilayah Indonesia luar Jawa-Bali, BOR-nya adalah 41,6 persen, dan tentu bisa diturunkan karena kasus konfirmasinya adalah 25,7 persen dari target 40 persen konversi tempat tidur,” pungkasnya.(Jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/